Selasa, Juni 9, 2026
spot_img

Proses Naturalisasi Mauro Zijlstra Semakin Dekat

JAKARTA – Mauro Zijlstra semakin dekat menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) dan segera memperkuat Timnas Indonesia. Proses dua pemain naturalisasi lainnya bakal menyusul.

Saat ini dokumen Mauro tinggal diserahkan kepada pemerintah maupun Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Hanya saja proses ini tertunda lantaran DPR saat ini tengah memasuki masa reses.

Sementara dokumen dua pemain naturalisasi lainnya saat ini masih ditunggu PSSI. Diharapkan dua pemain yang namanya masih dirahasiakan itu bisa diproses setelah Mauro Zijlstra.

Berita Lainnya  Ribuan Pelajar Ramaikan Pembukaan Popda XIII Kabupaten Bekasi 2026

“Kami sedang menunggu surat-surat dari dua pemain ini. Saya belum dapat surat-suratnya, karena dalam naturalisasi ini harus hati-hati. Kami tak mau menghalalkan segala cara,” kata Ketum PSSI Erick Thohir.

“Jadi kami harapkan prosesnya bersama Mauro Zijlstra. Kami akan daftarkan Agustus. Mudah-mudahan kami dapat kemudahan. Kami akan menghadap ke Presiden minggu depan,” ujarnya menambahkan.

Jika prosesnya lancar, tiga pemain naturalisasi baru diharapkan bisa memperkuat Timnas Indonesia di Ronde 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026. Mauro dan dua pemain naturalisasi lainnya berposisi sebagai pemain depan.

Berita Lainnya  'Glam Squad' Klub Padel Karawang Resmi Launching, Jadi Wadah Pembinaan Atlet Berprestasi

Kehadiran mereka akan menambah variasi lini serang Timnas Indonesia. Mereka bisa menjadi solusi saat Garuda merasa kurang cukup dengan Ole Romeny.

“Kalau ditanya apakah dua pemain itu grade A atau B, itu sesuai dengan talent pool-nya saja. Dengan kedatangan pemain dan pelatih yang ada, kita mesti sadar diri. Pemain itu memilih sebuah negara karena ranking, misalnya Tijani Reijnders. Tapi kan kita dapat adiknya (Eliano Reijnders),” ucap Erick Thohir.

Berita Lainnya  Sport Plus SOR Jadi Ikon Baru di Kabupaten Bekasi Wilayah Utara

“Pemain yang memilih kita, patut kita syukuri jika yang kita dapat sudah baik. Kalau mau lebih tinggi, ya ranking-nya kita harus 50 dulu, kita sekarang kan baru 118,” ucapnya.

Sumber : DetikSport

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Studi PUSTAKA Sebut ‘Video Viral LGBT’ di THM Karawang Bisa Dijerat Pidana Kesusilaan

KARAWANG - Beredarnya video viral yang diduga memperlihatkan aktivitas komunitas LGBT di salah satu tempat hiburan malam (THM) di Kabupaten Karawang, perlu ditindaklanjuti secara...

Desak ‘THM Sarang Maksiat’ Ditutup Total, Santri Pondok Pesantren Bakal Kepung Kantor Bupati Karawang

KARAWANG - Jamiyyah Nahdatul Ulama (JNU) mendesak agar Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh segera menutup total Tempat Hiburan Malam (THM) yang diduga menjadi sarang...

Proyek SPPG Mandek, Investor di Sukabumi Merugi Rp 218 Miliar

SUKABUMI - Munjayin, investor asal Cikiray, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat mengaku rugi Rp 218 miliar dalam proyek pengambilalihan 97 dapur khusus Satuan...

Soal Kontroversi ‘Map Bertuliskan Bupati Karawang’ di Rumah Eks Kepala BGN, Ternyata Hanya Dokumen Pengajuan Kekurangan SPPG

KARAWANG - Terkait kontroversi keberadaan 'map bertuliskan Bupati Karawang' di rumah eks Kepala BGN, Dadan Hindayana, saat dilakukan penggeledahan oleh Kejagung, Bupati Karawang, H....

Nama Dani Ramdan dan Iin Farihin Jadi Sorotan di Sidang Kasus Suap Ijon Proyek Ade Kunang

BANDUNG - Bukan hanya mantan Pj Bupati Bekasi, Dani Ramdan yang terseret pusaran kasus suap ijon proyek di Pemkab Bekasi,  nama a nggota DPRD...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan