SUBANG – Keceriaan terlihat saat anak-anak pengungsi korban banjir di tempat pengungsian sementara di bawah Fly Over Pamanukan mendapatkan trauma healing dari jajaran anggota Polwan Polres Subang dan Polsek Pamanukan, Selasa (27/1/2026).
Polwan-polwan cantik ini mengajak anak-anak korban banjir bermain, bernyanyi, menari hingga bermain ular-ularan.
Tidak hanya sampai di situ, anak-anak juga terlihat semakin bersemangat setelah diberikan hadiah berupa makanan ringan seperti coklat, permen hingga biskuit.
Mereka juga tampak tidak sabar menerima hadiah dan nyaris berebut hadiah tersebut. Kegiatan ini membuat suasana semakin mencair, dan anak-anak yang awalnya malu-malu mulai bermain berekspresi.
Kapolsek Pamanukan, AKP Udi Awaludin mengatakan, trauma healing ini dilakukan agar anak-anak korban banjir tidak merasakan bosan dan jenuh selama tinggal di tempat pengungsian, sekaligus secara psikologis dapat menghilangkan rasa trauma akibat bencana banjir tersebut.
“Kegiatan yang kami lakukan mengerahkan anggota Polsek Pamanukan dan Polwan Polres Subang untuk memberikan trauma healing kepada anak-anak,” ujar AKP Udin Awaludin.
Trauma healing ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian Polri terhadap korban banjir, khususnya anak-anak, agar bayang-bayang bencana yang telah terjadi dapat terlupakan.
“Kami melihat ketika anak-anak ini mendapatkan musibah, kita juga memberikan semacam edukasi, permainan dan hal-hal yang menyenangkan buat mereka,” jelasnya.
Kegiatan trauma healing inidilakukan secara intensif. Dan trauma healing ini juga bisa dilakukan oleh seluruh elemen masyarakat yang peduli anak, termasuk oleh komunitas masyarakat, pemerintah, serta masyarakat luar.
“Selama ini mereka tinggal di pengungsian sehingga akan timbul kejenuhan. Maka dengan adanya trauma healing yang dilakukan oleh para polwan cantik yang sudah terlatih, mudah-mudahan dapat kembali membangkitkan semangat anak-anak korban banjir tersebut,” tandas Kapolsek Pamanukan.
Polres Subang berkomitmen untuk terus memberikan dukungan dan bantuan kepada para korban banjir, termasuk melalui kegiatan trauma healing yang berkelanjutan.***
Sumber : tribratanews.jabar.polri.go.id





