Jumat, Maret 27, 2026
spot_img

KDM Bersitegang dengan Tokoh Ormas saat Pembongkaran Bangli, sampai Dilerai Sekda Karawang

KARAWANG – Selain Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh, Gubernur Jawa Barat Kang Dedi Mulyadi (KDM) juga terpantau mengawal langsung proses pembongkaran bangunan liar (bangli) di sepanjang Jalur Interchange Karawang Barat.

Kali kedua, KDM bersitegang dengan warga saat proses pembongkaran bangli ini. Jika sebelumnya KDM bersitegang dengan Manaf Zubaidi – mantan jaksa yang memprotes pembongkaran bangli, kali ini KDM bersitegang dengan Iwan Pitung – sorang tokoh Ormas yang memprotes dan meminta keadilan atas insiden kecelakaan salah seorang warga saat melakukan pembongkaran bangunan.

Sambil membawa secarik kertas yang diduga merupakan rekam medis rumah sakit, awalnya Iwan Pitung menghampiri KDM yang sedang memantau proses pembongkaran bangli.

“Iya ada apa?,” tanya KDM kepada Iwan Pitung.

Iwan Pitung kemudian menjelaskan bahwa ada warga yang terjatuh tersengat aliran listrik saat sedang membongkar bangunan, saat disuruh kepala desa atas perintah KDM.

KDM yang terlihat merasa tidak nyaman dengan pernyataan Iwan Pitung dengan kalimat ‘atas perintah bapak’, kemudian KDM langsung menimpal pernyataan Iwan Pitung.

Berita Lainnya  Pelaku Pembunuhan Pemilik Warem Ditangkap, Motif Sakit Hati karena Ditolak Bercinta

“Jangan langsung ngomong atas perintah bapak,” kata KDM.

“Yang ngomong pak lurah, pak lurahnya panggil,” jawab Iwan Pitung yang terlihat ngotot sambil mendekatkan posisi dengan KDM.

“Ya jangan ngotot-ngotot sama saya,” kata KDM sambil memegang pundak Iwan Pitung, mencoba menenangkan Iwan Pitung yang terlihat emosional.

“Bukan, saya cuma mau bantu, ini tolongin (tolongin korban),” kata Iwan Pitung yang meminta kepada KDM untuk memanggil kades bersangkutan agar bertanggungjawab.

“Iya korban, saya biasa nolong orang. Saya juga akan bantu pak,” jawab KDM.

Suasana ketegangan antara Iwan Pitung dengan KDM inipun sempat dilerai beberapa orang di lokasi. Iwan Pitung yang terlihat terus ngotot, akhirnya mulai memancing emosi KDM.

“Jangan melotot,” pinta KDM kepada Iwan Pitung.

“Kenapa.. kenapa, salah saya ngomong keras, karena ini orang mau mati,” jawab Iwan Pitung.

Berita Lainnya  Polres Purwakarta Tanam Jagung Serentak Kuartal I

“Ya udah jangan langsung marah, tenang aja,” jawab KDM sambil tersenyum kecil kepada Iwan Pitung.

Namun demikian, senyuman KDM tersebut sama sekali tidak merubah sikap ngotot Iwan Pitung.

“Kalau tukang nolong orang, saya tukang nolong orang,” jawab KDM dengan nada keras dan mulai terpancing emosi.

“Ya udah kenapa, bapak ngotot gak apa-apa, saya gak boleh ngotot. Makanya kalau bapak gak ngotot saya juga gak ngotot,” jawab Iwan Pitung.

“Anda siapa?,” tanya KDM dengan nada penuh emosional.

Iwan Pitung menjelaskan bahwa ia hanya orang Karawang yang sedang mencoba membela orang yang sedang sekarat.

“Saya tanggungjawab, iya kita urusin,” tegas KDM.

Suasana ketegangan pun terus terjadi. Sampai akhirnya beberapa anggota Satpol PP mencoba memisahkan dan menjauhkan Iwan Pitung dari hadapan KDM. Bahkan Sekda Karawang, H. Asep Aang Rahmatullah sampai turun tangan untuk memisahkan.

Iwan Pitung yang tidak terima dengan perlakuan tersebut, akhirnya semakin tersulut emosinya.

Berita Lainnya  Bupati Rejang Lebong Minta 'Fee Proyek' untuk Kebutuhan Lebaran

“Jangan digituin (dijauhkan dari KDM), gak takut gua, gak tau siapa gua?,” kata Iwan Pitung.

Saat itu pun KDM langsung bertanya kepada Sekda Karawang mengenai perkembangan korban. Dan Sekda Asep Aang menjelaskan bahwa korban sudah ada di rumah sakit sedang ditangani. Dan KDM pun langsung menengok korban di rumah sakit.

Namun suasana berbeda terlihat saat Iwan Pitung dan KDM bertemu di rumah sakit saat melihat korban langsung.

KDM menegaskan bahwa seluruh biaya rumah sakit korban akan ia tanggung.

“Pak biayanya saya yang nanggung,” kata KDM kepada Iwan Pitung.

“Ya itu, saya terima kasih pak,” jawab Iwan Pitung.

“Ini bekel 10 juta dari saya,” kata KDM, sambil menyerahkan sebuah amplop kepada keluarga korban.***

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Sanksi Tegas PT. Pindo Deli 4, LMP Mada Jabar Ancam Geruduk DLHK

KARAWANG - Adanya temuan dugaan pembuangan limbah PT. Pindo Deli 4 ke aliran sungai di Desa Kutanegara, Kecamatan Ciampel, Kabupaten Karawang, Laskar Merah Putih...

Pelaku Pembunuhan Pemilik Warem Ditangkap, Motif Sakit Hati karena Ditolak Bercinta

SUBANG - Misteri kematian tragis pemilik warung remang-remang di wilayah Pantura, Kecamatan Patokbeusi Kabupaten Subang, akhirnya terungkap. Polisi berhasil menangkap pelaku pembunuhan yang juga disertai aksi...

Kangkangi Inpres, IWOI Karawang Soroti Minimnya Keterlibatan KDKMP dalam Program MBG

KARAWANG — Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWOI) DPD Karawang menyoroti dugaan pelanggaran terhadap Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembentukan...

Pakar Hukum : KPK Mending di Bawah Kejagung dan Polri

JAKARTA - Pakar Hukum Pidana Universitas Brawijaya, Aan Eko Widiarto menilai, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sepatutnya menjadi lembaga di bawah Kejaksaan Agung (Kejagung) atau...

Tangan Tak Diborgol, Gus Yaqut Kembali Jadi Tahanan Rutan

JAKARTA - Tangan eks Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas tak diborgol saat kembali ditahan usai sempat dialihkan menjadi tahanan rumah. KPK mengatakan petugas...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan