Rabu, September 23, 2026
Google search engine

Dijanjikan Kerja di Proyek, 25 Warga Cirebon Malah Terlantar di Subang

Sekitar 25 orang pekerja asal Kabupaten Cirebon mendapatkan perlakuan tidak mengenakan hingga berujung penelantaran yang dilakukan oleh seseorang.

Sampai-sampai, mereka harus berjalan sejauh 30 kilometer karena tidak memiliki uang untuk perjalanan pulang.

Salah satu korban penelantaran pekerja, Nadmudin, membagikan kisah menyedihkan yang dialaminya bersama puluhan rekan lainnya.

Mereka awalnya dijanjikan pekerjaan di proyek pembangunan perusahaan otomotif yang berlokasi di Desa Sawangan, Kecamatan Cipendeuy, Kabupaten Subang.

Namun kenyataan pahit harus mereka terima. Dari total sekitar 30 orang yang datang, hanya tiga orang yang diterima bekerja oleh pihak perusahaan. Sisanya termasuk Nadmudin yang ditelantarkan begitu saja, tanpa diberikan kejelasan maupun makan.

“Kami semua datang dengan harapan tinggi, tapi ternyata cuma tiga orang yang diterima. Sisanya ya, ditelantarkan. Tidak diberi makan, tidak tahu harus ke mana,” ujar Nadmudin di Kantor Dinsos Kabupaten Cirebon, Selasa (10/6/2025).

Sebagian besar dari mereka datang dalam kondisi ekonomi yang pas-pasan. Tidak ada cukup uang untuk pulang, bahkan untuk sekadar makan pun harus mengandalkan solidaritas sesama.

Berita Lainnya  BRI Cabang Karawang Disomasi Pengusaha, Gegara Diduga Salah Menjual Objek Lelang

“Kami akhirnya memutuskan keluar dari kawasan proyek, karena tidak tahu harus bagaimana. Jalan kaki sejauh 30 kilometer, karena memang tidak punya ongkos pulang,” tambahnya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Cirebon Hilmy Riva’i mengatakan peristiwa ini menjadi atensi serius karena biasanya penanganan pekerja telantar dilakukan terhadap warga yang berada di luar negeri, namun kali ini terjadi di dalam negeri.

“Ini memilukan. Mereka dijanjikan oleh seseorang warga negara China untuk bekerja di proyek pabrik, awalnya diminta 30 orang, lalu dikurangi menjadi 25, dan ternyata hanya tiga orang yang benar-benar diterima bekerja,” katanya.

Menurutnya, karena rasa solidaritas terhadap teman-temannya yang tidak diterima, ketiga orang yang sempat diterima pun akhirnya menolak bekerja. Seluruhnya pun akhirnya ditelantarkan oleh pihak yang merekrut.

Para korban tidak diberikan makan maupun ongkos untuk kembali ke Cirebon. Bahkan mereka terpaksa berjalan kaki sejauh 30 km untuk mencari bantuan.

Berita Lainnya  Dorong Digitalisasi Usaha, GOKAR dan Mentorship 360 Perkuat Database UMKM Karawang

Beruntung, dalam perjalanan ada warga yang menolong dan mengantarkannya ke Kota Subang. Namun karena tidak memiliki kenalan di sana, mereka kembali telantar hingga akhirnya diarahkan oleh anggota kepolisian ke Dinsos Subang.

Hilmy mengatakan kasus ini kemudian menjadi viral di media sosial, dan langsung mendapat atensi dari Dinsos Kabupaten Cirebon serta Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

“Mereka semua dalam kondisi sehat meski sempat terlantar tiga hari. Mereka berasal dari Talun, Sumber, Sedong, Plered, dan Beber,” kata Hilmy.

Sementara itu Kepala Dinsos Kabupaten Cirebon Indra Fitriani menjelaskan pihaknya menerima laporan dari Dinsos Subang pada Selasa pagi sekitar pukul 07.36 WIB bahwa ada 25 warga Cirebon yang sedang ditangani.

“Lima orang sebelumnya sudah lebih dulu pulang sendiri dengan menumpang truk. Sementara 25 orang lainnya ditampung sementara di kantor Dinsos Subang,” katanya.

Menindaklanjuti laporan itu, Dinsos Kabupaten Cirebon mengirim empat mobil dan delapan petugas gabungan untuk menjemput para korban ke Subang. Penjemputan dilakukan setelah data dan identitas korban diverifikasi lewat WhatsApp.

Berita Lainnya  Apa Kabar Kasus Dugaan Pelecehan Sekpri Wabup Sumedang, PERADI : "Ini Bisa Jadi Presenden Buruk Kepemimpinan Dedi Mulyadi"

“Pukul 10.38 WIB tim kami sampai di Subang dan melakukan briefing singkat. Sekitar pukul 13.30 WIB, para korban sudah tiba di kantor Dinsos Cirebon,” ujarnya.

Setibanya di Cirebon, para korban langsung difasilitasi proses reunifikasi dengan pihak desa dan keluarga masing-masing. Dinsos juga akan melibatkan Disnakertrans untuk memberikan edukasi dan sosialisasi terkait ketenagakerjaan.

Pemulangan ini juga mendapat perhatian dari Gubernur Jawa Barat yang memberikan bantuan transportasi sebesar Rp500 ribu untuk masing-masing korban sebagai bentuk kepedulian.

Pemkab Cirebon mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap tawaran kerja dari pihak yang tidak resmi, agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.

Sumber : Detik

 

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Tanggapi Pernyataan Prabowo, Mahfud MD : “Banyak juga Presiden yang Goblok”

Mahfud MD menilai pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut pakar atau profesor "saking pintarnya jadi goblok" tidak etis disampaikan oleh seorang kepala negara. Mahfud MD...

Ustaz Das’ad Latif Kritik Keras Buku Islam Ala Prabowo : “Penjilat Luar Biasa itu”

Ustaz Das'ad Latif secara blak-blakan memberikan kritik keras terhadap buku berjudul "Islam Ala Prabowo" yang sempat memicu kontroversi di masyarakat. Dalam salah satu tausiyahnya yang...

KPK Diminta Bongkar Dugaan Gratifikasi Pencaplokan Lahan Hutan Jadi Kawasan Industri di Karawang

KARAWANG - Menjelang aksi demonstrasi yang akan digelar Serikat Tani Karawang (SETAKAR) ke kantor ATR/BPN Karawang, pada Kamis (24/9/2026), Praktisi Hukum dan Pengamat Kebijakan,...

KPK Tetapkan Bupati Bolmut sebagai Tersangka Kasus Pemerasan Proyek Pemerintahan

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sirajudin Lasena sebagai tersangka terkait kasus dugaan pemerasan proyek-proyek di Pemkab Bolmut, pada Selasa...

Siswa SD di Lampung Tengah Meninggal Usai Tersedak Kelengkeng Menu MBG

Seorang siswa sekolah dasar (SD) di Kabupaten Lampung Tengah meninggal dunia setelah tersedak buah kelengkeng. Buah tersebut merupakan bagian dari menu program Makan Bergizi...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan