SUBANG – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), kembali menunjukkan aksi tegasnya saat memantau kondisi gapura perbatasan antara Kabupaten Subang dan Kabupaten Bandung Barat (KBB).
KDM tampak meradang saat mendapati area ikonik tersebut kumuh akibat tumpukan sampah dan banyaknya pedagang kaki lima (PKL) yang tidak tertata.
Dalam sebuah unggahan di media sosial pribadinya pada Sabtu (28/3/2026), KDM tak dapat menyembunyikan kekesalannya kepada para pedagang yang berjualan tepat di area yang seharusnya bersih dan asri.
“Atuh akang icalan didieumah kenging ngarapih-rapih teh awut-awutan deui. Akang mah raos wae, ngabalaan-ngabalaan we. Anu ngaberesan-ngaberesan, ngabalaan-ngabalaan,” (Atuh Akang jualan di sini, sudah dirapikan malah berantakan lagi. Akang mah enak saja, nyampah terus. Yang beresin terus beresin, yang nyampah ya nyampah terus),” ujar KDM dengan nada tinggi.
Melihat kondisi yang semrawut, KDM tidak tinggal diam. Ia langsung menginstruksikan timnya untuk terjun guna mengangkut sampah-sampah yang berserakan dan menertibkan area di belakang gapura tersebut.
Langkah ini diambil guna menjaga estetika wilayah perbatasan yang menjadi gerbang masuk antar-kabupaten.
Sebelumnya, ia sempat dibuat geram oleh ulah pedagang yang membandel tetap berjualan meski telah menerima dana kompensasi sebesar Rp2.000.000.
Kompensasi tersebut diberikan agar para pedagang berhenti berjualan sementara demi kelancaran lalu lintas dan kebersihan selama masa libur panjang.
Namun, pedagang tersebut berkilah tetap berjualan karena membutuhkan biaya tambahan untuk pengobatan suaminya.
Tak hanya soal PKL, KDM juga memberikan ultimatum keras kepada para juru parkir (jukir) liar.
Ia menegaskan agar tidak ada oknum yang melakukan pungutan parkir secara ilegal di titik-titik milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat.***
Sumber : kotasubang.com










