Sabtu, Februari 14, 2026
spot_img

Bima Arya Kunker di Garut, Percepat Pembentukan Koperasi Desa Merah Putih

Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugianto, melakukan kunjungan kerja ke Desa Karamatwangi, Kabupaten Garut, Sabtu (31/5/2025)

Kunjungan ini bertujuan untuk memantau langsung percepatan pembentukan Koperasi Desa Merah Putih di Kabupaten Garut.

Bima Arya dalam sambutannya mengungkapkan, terdapat 80 koperasi di seluruh Indonesia yang direncanakan menjadi model percontohan, Koperasi Karamatwangi salah satu yang menarik perhatiannya.

“Ketika melihat profil dari koperasi di sini, saya langsung jatuh cinta. Udah, kita ke Garut, langsung kita lihat di sini. disini beda, kenapa? karena sudah terbangun ekosistemnya,” katanya.

Berita Lainnya  Ketum Laskar NKRI Santuni Ratusan Yatim Piatu dan Jompo

Bima Arya juga merencanakan, akan dilaksanakannya pendampingan dan pelatihan bagi anggota koperasi untuk dapat meningkatkan kapasitas dalam mengelola dan mengembangkan koperasi.

Wakil Bupati Garut Putri Karlina mengapresiasi dan menyoroti keberadaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Karamatwangi yang dinilai unik dan viral, terutama kolam rendamnya dengan pemandangan indah Gunung Cikuray.

“Tadi setelah kami jalan-jalan, di ekosistem koperasi yang hari ini diajukan, Karamatwangi ternyata luar biasa, ternyata bukan hanya mengembangkan disini, pak kades juga berhasil mengembangkan koperasi di bidang pertanian,” ucapnya.

Berita Lainnya  Darurat Banjir di Pantura, Kang Rey sampai Nginap di Kantor Kecamatan

Putri Karlina mengungkapkan kekagumannya terhadap ekosistem bisnis yang sudah terbentuk di Desa Karamatwangi.

Ia berharap Koperasi Merah Putih Desa Karamatwangi dapat menjadi percontohan dan memberikan manfaat bagi koperasi desa merah putih lainnya, serta menumbuhkan jiwa wirausaha di kalangan perangkat desa dan anggota koperasi di seluruh Kabupaten Garut.

Putri Karlina juga berharap, kunjungan ini dapat dijadikan sebagai media diskusi antara pemerintah pusat dan koperasi desa, sehingga dapat menjembatani kebutuhan di tingkat desa, dan memastikan dukungan negara dapat tersalurkan.***

Berita Lainnya  Cegah Penimbunan dan Permainan Harga Jelang Ramadhan, Polres Purwakarta Sidak Pasar Tradisional
Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Roy Suryo Cs Minta Kasus Tudingan Ijazah Palsu Jokowi Dihentikan

JAKARTA - Roy Suryo , Rismon Hasiholan Sianipar, dan Tifauzia Tyassuma atau Dokter Tifa mengirimkan surat kepada Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Polri Komjen Pol...

Demo Sempat Ricuh, Wabup Maslani Terima Aspirasi Mahasiswa PMII

KARAWANG - Aksi demonstrasi para aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) di depan gerbang kantor Pemkab Karawang sempat berlangsung ricuh, Jumat (13/2/2026). Pendemo yang dijaga...

KPK Tetap Usut Dugaan Keterlibatan Nyumarno

JAKARTA - Meskipun sudah ditetapkan tersangka kasus penganiayaan dan pengeroyokan oleh Polres Metro Bekasi, tetapi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan tetap mengusut dugaan keterlibatan...

Bupati Karawang Resmikan Jembatan Rp 60 Miliar, Hubungkan Klari-Ciampel

KARAWANG - Bupati Karawang, H Aep Syaepuloh SE meresmikan Jembatan Curug di Kecamatan Klari, Kabupaten Karawang, Jumat 13 Februari 2026. Jembatan sepanjang 533 meter tersebut...

Tim Kuasa Hukum Wagub Erwan Bersiap Lapor Balik

SUMEDANG - Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan, melalui tim kuasa hukumnya membantah tudingan terkait dugaan penipuan dan atau penggelapan uang yang melibatkan anaknya...

Peristiwa

Warga Geger Penemuan Bayi Baru Lahir di Samping Tempat Sampah

KARAWANG - Warga Kampung Jatirasa, Kelurahan Karangpawitan, Kabupaten Karawang, digegerkan dengan penemuan sesosok bayi laki-laki di samping tempat pembuangan sampah pada Rabu (11/2/2026) sekitar pukul 17.00...

CAPTURE

Berita Pilihan

Pemerintahan

spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Pendidikan

- Advertisement -spot_img

INDEKS

HUKUM

KONTROVERSI