Jumat, April 3, 2026
spot_img

Askun : Gratiskan Parkir RSUD Karawang, Atau…

KARAWANG – Tarif parkir RSUD Karawang yang dinilai ‘kemahalan’ kembali menjadi sorotan. Kini, protes dilayangkan Anggota Komisi II DPRD Karawang, Mulyadi, dalam rapat pembahasan LKPJ Tahun 2025, pada Rabu (1/4/2026).

Menyikapi usulan Anggota Fraksi Partai NasDem tersebut, Praktisi Hukum dan Pengamat Kebijakan, Asep Agustian SH. MH mengaku setuju, jika Pemkab Karawang ‘menggratiskan’ layanan parkir di RSUD Karawang.

“Saya setuju kalau parkir RSUD Karawang digratiskan saja. Atau paling tidak dihitung flat. Artinya, pukul rata cukup bayar Rp 2.000 rupiah misalnya, tidak perlu dihitung per jam,” tutur Asep Agustian, Jumat (3/4/2026).

Berita Lainnya  Polemik MBG Pancawati, ini Hasil Temuan Satgas Pengawas MBG Karawang

Menurut Askun (sapaan akrab), mayoritas masyarakat yang datang ke RSUD Karawang adalah mereka pasien tidak mampu yang kebanyakan menggunakan fasilitas BPJS Kesehatan. Sehingga setiap keluarga yang menjenguk pun, dipastikan masyarakat kalangan ekonomi menengah ke bawah.

Sehingga jika tarif parkir RSUD Karawang dihitung per jam, maka tentu saja akan sangat memberatkan masyarakat yang berkunjung ke RSUD Karawang.

“Sekarang coba pikir, mereka datang ke RSUD jenguk keluarganya pakai bensin. Mereka yang menunggu pasien di rumah sakit juga pasti keluar biaya makan-minum. Maka jangan ditambah bebannya dengan tarif parkir yang kemahalan,” kata Askun.

Berita Lainnya  Evaluasi Dapur SPPG, BGN Tekankan Standar Ketat untuk Jamin Gizi Anak

Oleh karenanya, Askun meminta Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh untuk kembali mengevaluasi dan mengkaji ulang tarif parkir RSUD Karawang yang terlalu mahal.

Askun meminta agar tarif parkir RSUD Karawang tidak disamakan dengan tarif parkir rumah sakit swasta, mall ataupun pusat perhotelan yang sifatnya dikomersilkan. Karena menurutnya, RSUD merupakan salah satu layanan publik untuk masyarakat.

“Yang namanya layanan publik itu dimana-mana seharusnya gratis, karena masyarakat sudah bayar pakai pajak. Kalau mau dongkrak PAD dari retribusi parkir, maka seharusnya tidak diterapkan di tempat layanan publik seperti RSUD. Karena masih banyak potensi retribusi parkir lain yang bisa digali,” kata Askun.

Berita Lainnya  Pastikan Situasi Kamtibmas, Kapolres Purwakarta Cek Langsung Objek Wisata

“Maka kesimpulannya, gratiskan parkir RSUD atau bayar flat saja. Jangan bebani masyarakat kecil dengan tarif parkir RSUD yang dihitung per jam,” tutup Askun.***

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Razman Nasution : Ada Bohir yang Biaya Kasus Ijazah Jokowi

JAKARTA - Ketua Umum Kami Jokowi - Gibran, Razman Nasution mengaku mendapatkan informasi adanya aliran dana Rp50 miliar agar isu ijazah palsu milik Mantan...

Amsal Sitepu Takut Jaksa Banding

JAKARTA - Rasa takut rupanya sempat menyelimuti videografer Amsal Christy Sitepu, meski dirinya sudah divonis bebas oleh majelis hakim dalam kasus mark-up proyek pembuatan...

Bupati Aep Pasang Badan Lindungi Guru yang Laporkan Kecurangan MBG

KARAWANG - Bupati Karawang, H.  Aep Syaepuloh mengaku siap pasang badan bagi setiap guru yang melaporkan dugaan kecurangan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurutnya, besarnya...

Demo Mahasiswa di Bekasi Saling Dorong dan Nyaris Bentrok dengan Petugas

BEKASI - Aksi unjuk rasa mahasiswa di Gedung Bupati Bekasi, Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi, Cikarang Pusat, Kamis (2/4/2026) diwarnai aksi saling dorong...

Kebakaran SPBE di Cimuning – Bekasi, Korban Luka Bakar hingga 17 Orang

KOTA BEKASI - Korban akibat kebakaran SPBE di kawasan Cimuning, Bekasi, Jawa Barat bertambah. Kapolres Metro Kota Bekasi Kombes Kusumo Wahyu Bintoro menerangkan, data...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan