Minggu, Maret 22, 2026
spot_img

Ada Oknum Pejabat Coba Suap Kang Rek Supaya Jadi Kepala Dinas?

SUBANG – Di tengah panasnya skandal dugaan gratifikasi yang diungkap oleh dr Maxi dengan tertuduh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Kabupaten Subang, Heri Sopandi, Bupati Subang Reynaldi kembali memicu kegaduhan publik melalui pernyataan kontroversialnya.

Usai melantik 8 pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pada Jumat (9/1/2026), Bupati melontarkan pengakuan mengejutkan mengenai adanya oknum calon kepala dinas yang berniat menyuap dirinya sebesar Rp500 juta. Pernyataan ini dinilai sebagai “bola panas” baru di tengah krisis kepercayaan masyarakat yang sedang melanda Pemerintah Kabupaten Subang.

Pengakuan Terbuka Bupati Subang

Dalam keterangannya yang dikutip dari media online, Bupati Reynaldi secara terbuka membeberkan upaya penyuapan terhadap dirinya.

“Saya buka aja ini, saya buka ke semua. Beberapa hari lalu sebelum saya melantik ini, makanya saya beberapa hari lalu gak ada di Rumdin (Rumah Dinas), karena ada orang yang keliling-keliling bawa uang pengen jadi kepala dinas. Nominalnya Rp500 juta,” ungkap Bupati Subang.

Berita Lainnya  Akal-akalan Korupsi Bupati Pekalongan, ART Jadi Dirut Perusahaan

Kritik Pedas Paguyuban Sundawani Wirabuana

Menanggapi pengakuan tersebut, Ketua Paguyuban Sundawani Wirabuana, Yosep, angkat bicara. Menurutnya, pernyataan Bupati tersebut justru menjadi blunder jika tidak dibarengi dengan tindakan hukum yang konkret.

“Jangan sampai pernyataan ini hanya menjadi bumbu politik atau sekadar upaya membangun citra bersih di tengah badai kasus dr Maxi. Jika benar ada yang mencoba menyuap Rp500 juta, itu adalah tindak pidana serius. Pertanyaannya sederhana: Kenapa tidak langsung ditangkap atau dilaporkan?” ujar Yosep dengan nada tegas.

Yosep menekankan bahwa sebagai kepala daerah, Bupati memiliki kewajiban moral dan hukum untuk menjaga integritas pemerintahan, bukan sekadar melempar isu.

Berita Lainnya  Program Gentengisasi di Jabar Dimulai, Pemerintah Borong Genteng Jatiwangi Rp 3 Miliar

“Kami dari Sundawani Wirabuana mendesak Bupati untuk buka-bukaan. Siapa oknum tersebut? Jangan melempar isu ke publik yang hanya akan menimbulkan fitnah dan kegaduhan baru. Kalau tidak dilaporkan ke pihak berwajib, publik wajar curiga apakah ini fakta atau hanya narasi pengalihan isu,” tambahnya.

Narasi Penolakan Suap Ditengah Isu “Setoran”

Pernyataan Bupati ini muncul tepat saat publik menanti kejelasan atas nyanyian dr Maxi mengenai dugaan aliran dana “setoran” sebesar Rp100 juta hingga Rp1 miliar yang diduga mengalir melalui perantara Heri Sopandi.

Namun, klaim Bupati yang menolak suap Rp500 juta ini justru dianggap janggal oleh berbagai pihak. Secara hukum, upaya penyuapan adalah delik yang seharusnya ditindaklanjuti dengan laporan resmi. Jika Bupati memiliki bukti namun memilih diam, hal itu bisa dipandang sebagai bentuk pembiaran terhadap praktik korupsi.

Berita Lainnya  Dari Penyanyi Dangdut, Jabat Bupati, hingga Ditangkap KPK

“Masyarakat Subang sudah cerdas. Kami tidak butuh pengakuan heroik tentang menolak suap, kami butuh supremasi hukum yang jelas. Segera ungkap identitas oknum tersebut atau publik akan menganggap ini hanya strategi pengalihan perhatian dari kasus besar yang sedang diselidiki aparat,” tutup Yosep.***

Sumber : TriBerita.com

Kegaduhan Baru! Bupati Subang Klaim Ditawar Sogokan Rp500 Juta, Yosep Sundawani: “Segera Lapor, Jangan Hanya Narasi Kosong!”

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Dedi Mulyadi Mau Pangkas 20% Anggaran Pegawai Jabar

BANDUNG - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyebut Lebaran menjadi momentum untuk evaluasi kinerja Pemerintah Provinsi Jawa Barat, terutama dalam pengelolaan anggaran yang dinilai...

Roy Suryo Ogah Bela Rismon Sianipar, Setelah Minta RJ ke Jokowi

JAKARTA - Pakar telematika Roy Suryo mengaku tidak akan membela Rismon Sianipar yang sedang dilaporkan oleh kubu Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) terkait dugaan kasus ijazah palsu S2...

Yusril Minta Polisi Ungkap Siapa Aktor Intelektualnya

JAKARTA - Komandan Puspom TNI Mayjen TNI Yusri Nuryanto mengungkap tersangka pelaku teror penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus adalah empat prajurit TNI. Empat orang ini disebut...

Kapolres Cilacap Bantah Terima THR Lebaran dari Bupati

CILACAP - Kapolresta Cilacap, Kombes Budi Adhy Buono, menanggapi pernyataan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menyebut dirinya sebagai salah satu pihak yang diduga menjadi...

Polda Metro Jaya Ungkap Perkembangan Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis Kontras

JAKARTA - Polda Metro Jaya mengungkap perkembangan terkini kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Kontras Andrie Yunus. Pelaku diduga berjumlah empat orang dengan...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan