Rabu, Juli 8, 2026
spot_img

Merubah Paradigma Masyarakat Terhadap Ormas, Pemuda Pancasila Bangunkan Rulahu untuk Janda Anak Dua

KARAWANG | OPINIPLUS.COM | – Wajah sumringah dan tangis haru bahagia terpancar di keluarga Ibu Uang (50), janda anak dua di Dusun Kalijaya Desa Segarjaya Kecamatan Batujaya, yang rumah bututnya ‘disulap’ menjadi Rumah Layak Huni (Rulahu) oleh Ormas Pemuda Pancasila.

Sejak Desember 2024 lalu, MPC Pemuda Pancasila Karawang mendapatkan laporan dari PAC Pemuda Pancasila Batujaya, tentang kondisi rumah seorang janda yang nyaris roboh.

Kondisi atap yang sudah pada bocor, rumah janda ini banjir dan digenangi air saat hujan turun. Sehingga mengharuskan Ibu Uang dan dua anaknya mengungsi ke rumah tetangga.

Berita Lainnya  Tuntut Evaluasi MBG dan KDMP, Demo Mahasiswa Tutup Akses Menujul Tol Karawang Barat

Melalui kesempatan ini, Ketua MPC Pemuda Pancasila Karawang, Abdul Azis, SE menegaskan, bahwa pemerintah khususnya Pemkab Karawang harus segera membuat terobosan-terobosan pembangunan untuk mengentaskan persoalan kemiskinan di bawah.

“Sebagai bagian dari elemen masyarakat, Pemuda Pancasila siap membantu pemerintah pusat maupun daerah untuk segera menyelesaikan berbagai persoalan kemiskinan di bawah,” tutur Abdul Azis SE, Selasa (14/1/2025).

“Sekecil apapun kontribusinya, saya berharap Pemuda Pancasila selalu menjadi garda terdepan di dalam membantu masyarakat,” timpalnya.

Berita Lainnya  Kadishub Karawang Tunjuk Kuasa Hukum Atas Tuduhan Asusila Terhadapnya

Gerakan sosial ini (membangun Rulahu), Azis berharap ini menjadi salah satu jawaban paradigma masyarakat atas cibiran dan pandangan negatif sebagian publik terhadap keberadaan Ormas atau LSM, termasuk Pemuda Pancasila.

Apalagi Pemuda Pancasila sudah lahir dari 65 tahun lalu yang dibentuk oleh para tokoh bangsa untuk mengusir kelompok komunis yang ingin mengganti ideologi negara.

“Hari ini dalam mengisi kemerdekaan, semua anggota Pemuda Pancasila diharapkan dapat membantu roda pemerintah, baik pusat maupun daerah dalam membantu merealisasikan pembangunan,” katanya.

Berita Lainnya  'Anunya' Sudah Tidak Lagi Berfungsi, Mana Mungkin Lecehkan Anggotanya, Kasatpol PP Kota Bekasi : "Demi Allah Rasulullah, Saya Sama Sekali Tidak Melakukan..."

Disampaikannya, gerakan ekspansi Pemuda Pancasila hari ini sudah banyak yang mengisi ruang-ruang pemerintahan, baik itu di legislatif maupun eksekutif. Ada anggota Pemuda Pancasila yang menjadi gubernur, walikota, bupati, pejabat maupun anggota dewan.

“Banyak juga anggota Pemuda Pancasila yang menjadi pengusaha sukses. Mudah-mudahan gerakan sosial ini menjadi contoh bagi Ormas dan LSM lain di Karawang khususnya,” tutup Azis.***

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Khawatir Ganggu Nilai Pluralisme, Tokoh Masyarakat ini Tak Setuju Jika Nama Jawa Barat Diganti dengan Tatar Sunda

KARAWANG - H. Toto Suripto, tokoh masyarakat Kabupaten Karawang, Jawa Barat mengaku tidak setuju jika nama Provinsi Jawa Barat dirubah menjadi Tatar Sunda. Dikatakan Toto,...

Soal Usulan Pergantian Nama Jawa Barat, Seluruh Fraksi DPRD Jabar Beri ‘Lampu Hijau’

BANDUNG - Wacana pergantian nama Provinsi Jawa Barat (Jabar) menjadi Tatar Sunda memasuki babak baru setelah seluruh fraksi di DPRD resmi memberikan lampu hijau...

Dugaan Pungli Pasar Bantargebang, Kejari Kota Bekasi Segera Periksa Kepala Disdagperin

KOTA BEKASI – Penyidikan kasus dugaan pungutan liar (pungli) pengadaan dan pengelolaan fasilitas Pasar Bantargebang terus terus berjalan. Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bekasi kini...

Dulu Puji-puji dan Berlindung di Ketiak Dedi Mulyadi, Sekarang Lurah Jujun Serang Balik

KARAWANG - Siapa yang tidak tahu kedekatan antara Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM) dengan Lurah Jujun atau Kades Wadas, Kecamatan Telukjambe Timur,...

Dedi Mulyadi Beri Sanksi Om Zein, Renovasi 10 Rumah Janda Pakai Uang Pribadi dan Sekolahkan Anaknya

BANDUNG - Sambil menunggu sanksi yang akan diberikan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM) juga memanggil Bupati Purwakarta, Saepul...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan