Kamis, September 24, 2026
Google search engine

Prabowo Sentil Pihak ‘Nyinyir’ yang Minta MBG Dihentikan

BANDUNG – Presiden Prabowo Subianto menyinggung pihak yang nyinyir membesar-besarkan kasus keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) dan meminta program itu dihentikan. Padahal, secara statistik, Prabowo menyebut kasus keracunan masih terhitung 0,0007 persen dari total keseluruhan 1,4 miliar porsi MBG yang dibagikan.

Hal itu disampaikan Prabowo saat orasi ilmiah di sidang senat terbuka Universitas Kebangsaan Republik Indonesia (UKRI), yang digelar di The Trans Luxury Hotel, Bandung, Jawa Barat, Sabtu (18/10/2025). Prabowo awalnya menyebut program MBG kini telah mencapai 36,2 juta penerima manfaat.

“Tiap hari 36,2 juta penerima manfaat, 12.205 dapur masing-masing dapur mempekerjakan 50 orang masing-masing dapur menimbulkan 15 supplier makanan di desa itu masing-masing supplier mempekerjakan 5 sampai 10 pekerja petani dan sebagainya. Saudara-saudara, ini prestasi yang tidak sedikit, tidak kecil, dan ini kita dibicarakan di dunia internasional,” kata Prabowo.

Prabowo menyebut Indonesia kini menjadi perhatian dunia karena program MBG yang dijalankan. Indonesia menjadi negara ke-79 yang menjalankan program makan gratis kepada rakyat.

Berita Lainnya  Kejari Karawang Pamerkan Tumpukan Duit Sitaan Korupsi Penyaluran KPR PT. BAS

“Seminggu yang lalu saya menerima rombongan dari Rockefeller Institute, yang sudah bekerja 100 tahun di bidang pangan di bidang program antikelaparan dan antikemiskinan, dan dia mengatakan program yang sedang dijalankan oleh Indonesia ini menjadi perhatian seluruh dunia waktu. Kita mulai program MBG ini baru 77 negara yang melaksanakan kita waktu itu kalau tidak salah negara ke-78 atau ke-79 sekarang sudah ada 112 negara dan sebagian besar ikut contoh kita,” ujarnya.

Prabowo lalu menyinggung pihak yang nyinyir dan mengejek program MBG. Pihak tersebut membesar-besarkan kekurangan seperti kasus keracunan dan meminta MBG dihentikan.

“Kita berani melakukan, dan ada beberapa orang pintar beberapa saja orang pintar atau orang yang menganggap dirinya pintar ya kan atau menganggap dirinya orang paling pintar di Indonesia yang selalu nyinyir, selalu mengejek program ini dan selalu mengangkat-angkat kesulitan atau kesalahan,” ujarnya.

“Memang program ini tidak sempurna dalam pelaksanaan sampai sekarang ada beberapa ribu anak yang sakit perut keracunan makan, tapi yang dibesarkan adalah keracunan seolah-olah program ini harus dihentikan,” lanjut Prabowo.

Berita Lainnya  Satir Tajam Ketika Guru Disuruh Mencium Bau MBG : "Guru Berubah Fungsi Jadi Anjing Pelacak"

Prabowo membeberkan data total 1,4 miliar porsi makanan yang telah dibagikan dan tercatat 8 ribu kasus keracunan. Ia menyebut secara statistik kasus keracunan itu 0,0007 persen dari total keseluruhan.

“Jadi, kalau diambil statistik, adalah 0,0007 atau 0,0008 persen, artinya program ini 99,99 persen berhasil. Jadi di mana ada usaha manusia yang 99,99 persen berhasil dibilang gagal,” ujarnya.

Meski MBG masih tergolong zero error, Prabowo berharap tidak boleh ada satu pun yang menjadi korban. Prabowo berkomitmen untuk terus memperbaiki program tersebut.

“Tapi kita tidak mau ada satu pun, tidak boleh ada satu pun, anak yang sakit mungkin karena makanan kurang bagus, kurang bersih, dan sebagainya. Tapi, kalau 1,4 miliar dibagi 8.000, saya kira ini masih, kalau dalam ilmu pengetahuan, dalam sains, ini masih dalam koridor katakanlah coridor of error ya,” ujarnya.

Prabowo sudah meminta semua dapur memakai alat-alat terbaik. Ia juga meminta guru di sekolah untuk menyosialisasikan kebersihan.

Berita Lainnya  KDM Beri Dua Opsi Soal Jalan Badami-Loji yang Rusak Akibat Truk Bertonase PT. Jui Shin Indonesia

“Tapi kita mau zero error, kita mau zero defect walaupun sangat sulit. Tapi kita harus, kita sudah perintahkan semua dapur harus punya alat-alat yang terbaik untuk membersihkan dan kita akan sempurnakan terus,” ucapnya.

“Kita minta semua guru untuk anak-anak sebelum makan cuci tangan yang benar, kalau perlu harus diajarkan bagaimana makan pakai sendok untuk mencegah kalau virus bakteri bisa dari mana saja. Ini saya highlight ini karena ini sangat penting kita ini dianggap penjuru dianggap contoh selain berhasil India. Indonesia dianggap yang paling berani dan kita sekarang dianggap ya salah satu yang paling cepat mencapai 36 juta penerima manfaat dalam waktu 1 tahun,” lanjutnya.***

Artikel ini telah tayang di detiknews, “Prabowo Sentil Pihak Nyinyir Besar-besarkan Kasus Keracunan-Minta MBG Disetop” selengkapnya https://news.detik.com/berita/d-8166658/prabowo-sentil-pihak-nyinyir-besar-besarkan-kasus-keracunan-minta-mbg-disetop.

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Gak Terima Diputusin, Pria ini Ancam Pacarnya Pakai Badik, Bakal Terima Diputusin Kalau Si Cewek Ngasih Duit Rp 200 Ribu

Pemuda berinisial F (22) di Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), diamankan polisi setelah diduga mengancam mantan pacarnya, AR (19), menggunakan senjata tajam jenis badik. Pelaku...

Pimpinan Ponpes Abul Barokat Bantah Pelecehan Santriwati, Bakal Laporkan Media BBC Indonesia

Pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Abul Barokat Wannafahat, Kecamatan Jonggat, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Ahmad Imanuddin Sumar alias AIS atau Abah, menyatakan mundur...

Tanggapi Pernyataan Prabowo, Mahfud MD : “Banyak juga Presiden yang Goblok”

Mahfud MD menilai pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut pakar atau profesor "saking pintarnya jadi goblok" tidak etis disampaikan oleh seorang kepala negara. Mahfud MD...

Ustaz Das’ad Latif Kritik Keras Buku Islam Ala Prabowo : “Penjilat Luar Biasa itu”

Ustaz Das'ad Latif secara blak-blakan memberikan kritik keras terhadap buku berjudul "Islam Ala Prabowo" yang sempat memicu kontroversi di masyarakat. Dalam salah satu tausiyahnya yang...

KPK Diminta Bongkar Dugaan Gratifikasi Pencaplokan Lahan Hutan Jadi Kawasan Industri di Karawang

KARAWANG - Menjelang aksi demonstrasi yang akan digelar Serikat Tani Karawang (SETAKAR) ke kantor ATR/BPN Karawang, pada Kamis (24/9/2026), Praktisi Hukum dan Pengamat Kebijakan,...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan