Senin, September 21, 2026
spot_img

Bandung Arts Festival #11

BANDUNG– Setelah sukses digelar selama satu dekade, Bandung Arts Festival (BAF) kembali hadir dengan semangat baru melalui Bandung Arts Festival ke-11, yang akan berlangsung pada 25–28 Juli 2025 di Teater Tertutup Taman Budaya Jawa Barat, Dago Tea House, Bandung.

Dengan mengusung tema “Jejak Budaya Dalam Jelajah Limbah”, BAF 11 menghadirkan lebih dari 1000 seniman lintas disiplin dari dalam dan luar negeri, serta menampilkan karya-karya terbaik dalam seni pertunjukan. Opening Bandung Arts Festival akan menampilan 200 Anak menari bersama tari “ngabatik” karya Ine Arini sebagai sebuah perayaan terhadap hari Anak nasional.

Directore Festival Deden Bulenk mengatakan festival ini menjadi ruang inklusif yang mendekatkan seni kepada masyarakat dan mengajak publik merayakan keberagaman ekspresi budaya.

“Bandung Arts Festival bukan hanya sebuah pertunjukan seni, tapi ruang bersama untuk bertemu, berbagi, dan bertumbuh. Di edisi ke-11 ini, kami berkomitmen untuk memperkuat kolaborasi lintas generasi dan lintas komunitas,” ucap Deden.

Ia menurutkan bahwa BAF hadir sebagai ajang silaturahmi budaya dengan proses yang mencerminkan interaksi harmonis dan saling menghormati antara individu atau kelompok yang berasal dari berbagai latar belakang disiplin ilmu dan budaya. Silaturahmi budaya ini tidak hanya berfokus pada pertemuan fisik, tetapi juga mencakup pemahaman, penghargaan, dan penerimaan terhadap perbedaan seni dan budaya.

Berita Lainnya  Anak Buahnya Kena OTT KPK, Petani Karawang Sempat Demo Minta Prabowo Copot Nusron Wahid

“Silaturahmi budaya memainkan peran penting dalam menciptakan masyarakat yang lebih inklusif dan harmonis. Bandung Arts Festival di tahun ini mengusung tema “Jejak Budaya Dalam Jelajah Limbah,” katanya.

Festival ini kata Deden, menjadi panggung bagi para seniman, budayawan, dan komunitas untuk menyuarakan pentingnya pelestarian budaya sekaligus menjaga bumi. Karena di setiap jejak limbah, tersimpan cerita tentang siapa kita, dari mana kita berasal, dan ke mana kita akan melangkah.

“Jejak Budaya dalam Jejak Limbah Dalam pusaran modernitas, budaya dan lingkungan berjalan beriringan, saling mempengaruhi dan meninggalkan jejak. Bandung Arts Festival “Jejak Budaya dalam Jejak Limbah” hadir sebagai ruang refleksi dan apresiasi, di mana seni, tradisi, dan kesadaran lingkungan berpadu dalam harmoni,” imbuhnya.

Melalui karya seni dari bahan bekas, pertunjukan budaya, dan instalasi interaktif, BAF mengajak kita menelusuri bagaimana kebiasaan, konsumsi, dan warisan budaya turut membentuk wajah lingkungan hari ini. Sampah bukan sekadar sisa, melainkan cermin dari perubahan zaman dan nilai-nilai masyarakat.

“BAF menjadi panggung bagi para seniman, budayawan, dan komunitas untuk menyuarakan pentingnya pelestarian budaya sekaligus menjaga bumi. Karena di setiap jejak limbah, tersimpan sebuah cerita tentang siapa kita, dari mana kita berasal, dan ke mana kita akan melangkah.

Berita Lainnya  Siswi Berprestasi di Karo yang Keracunan MBG Alami Gangguan Ingatan hingga 70 Persen

Bandung Arts Festival jelas Deden, bisa menjadi sebuah Pariwisata budaya yang menonjolkan keunikan tradisi dan adat istiadat lokal menarik wisatawan dari berbagai penjuru dunia, memberikan kontribusi yang signifikan terhadap perekonomian lokal. Kerjasama antara masyarakat lokal dan pemerintah dalam mengembangkan destinasi wisata yang berkelanjutan memastikan bahwa kekayaan budaya Parahyangan dilestarikan dan dapat dinikmati oleh generasi mendatang.

“Harmoni dalam keragaman budaya di Bumi Parahyangan adalah bukti bahwa perbedaan bukanlah penghalang, melainkan kekuatan yang dapat menyatukan. Dengan semangat saling menghormati, menghargai, dan bekerja sama, masyarakat Parahyangan menunjukkan bahwa hidup dalam keragaman budaya dapat menciptakan kebersamaan yang kuat dan berkelanjutan. Bumi Parahyangan adalah cermin dari Indonesia yang majemuk, di mana keberagaman adalah kekayaan yang memperkaya kehidupan Bersama,” jelasnya.

Festival ini menurut Deden, adalah tempat yang kaya bagi seniman dari berbagai disiplin ilmu, latar belakang, dan tingkat pencapaian dapat menemukan platform untuk kreasi, kolaborasi, pertukaran, dan eksperimen yang berbeda dan selalu kembali ke asalnya, sumber di mana semua kekuatan kreatif dimulai. BAF mengingatkan diri kami sendiri mengapa kami ada dan antusiasme yang tiada habisnya untuk hidup melalui seni.

“BAF telah memenangkan banyak penghargaan dalam bidang seni dan komunitas global. Ide yang berani dapat diakses secara bebas untuk semua orang dan dengan cara yang tidak mahal. BAF adalah ekspresi budaya yang kuat dan kaya bagi seniman dan penonton yang berkunjung. Festival ini tetap inklusif, milik para seniman dan Masyarakat,” ujarnya.

Berita Lainnya  SEPETAK Tuntut Nusron Wahid Dicopot, Desak Sahkan RUU Reforma Agraria

BAF mempunyai spirit seni untuk semua, dengan kata lain berusaha merangkul lebih banyak kalangan dan seniman dari berbagai latar belakang seni untuk terlibat. BAF menjadi sangat menarik bagi para seniman khususnya karena memilih site atau venue yg sangat spesifik dan bersanding dgn lokal kontent. Dimana seni merupakan puncak dari penciptaan dan imajinasi seorang seniman.

“BAF bisa menjadi rumah ekspresi bagi Kita semua untuk menjadi ruang berbagi dan silahturahmi antara seniman dan masyarakat. Semoga BAF ke10 bisa mewujudkan festival yang lebih menyentuh bagi semua. BAF dilaksanakan secara mandiri oleh Bongkeng Arts Space, BAF telah mendapatkan profil nasional dan internasional yang tinggi, bukan karena memiliki anggaran yang besar atau spektakuler dalam hal kemewahan ornamen, tetapi seni yang segar, berani, dan beragam,” pungkas Deden.

Sumber : jabarprov.go.id

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Andre Taulany dan Amanda Rigby Sah Jadi Pasangan Suami-Istri

Andre Taulany dan Amanda Rigby sah menjadi pasangan suami istri (pasutri). Mereka melangsungkan pernikahan pada Minggu (20/9/2026). Prosesi akad nikah berlangsung dengan hangat dan khidmat...

KDM atau H. Jenal Aripin yang ‘Cuci Tangan’, Askun : “Kenapa Semua Jadi Merasa Paling Bersih?”

KARAWANG - Terkait siapakah sebenarnya yang sedang 'cuci tangan' dalam persoalan kerusakan Jalan Badami-Loji di Karawang Selatan akibat aktivitas truk bertonase muatan material tambang...

Wagub Kepulauan Bangka Belitung Kembali Bertugas Setelah Keluar dari Penjara, Wamendagri :”Saya Dalami Dulu ya!”

Wakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Hellyana kembali menjalankan tugas pemerintahan setelah resmi bebas dari Lapas Perempuan Pangkalpinang. Hellyana mengatakan dirinya akan kembali menjalankan tugas sebagai...

Hendak Transaksi Senpi, TNI Ringkus Wadanyon OPM Kodap 35 Bintang Timur Yahukimo

Personel TNI mengamankan Wakil Komandan Batalyon (Wadanyon) OPM Kodap 35 Bintang Timur, Abdon Kisamdu di Bandara Nop Goliat, Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan,...

Sempat Viral Diduga Ketahuan Selingkuh dengan Polisi di Dalam Mobil, Jaksa Cantik Franca Moniqa Dilantik Naik Jabatan

Jaksa Franca Moniqa Sayogi yang sebelumnya viral terkait dugaan perselingkuhan dengan anggota polisi di Buton Selatan (Busel), Sulawesi Tenggara (Sultra), kini bertugas di Kejaksaan...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan