Jumat, Juni 26, 2026
spot_img

Sekda Jabar Soroti Praktek Calo Tenaga Kerja di Bekasi

BEKASI – Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman menggandeng 23 camat dan lebih dari 60 perusahaan di Kabupaten Bekasi untuk mendukung uji coba implementasi platform digital ketenagakerjaan Jawa Barat.

Menurut Sekda Herman, platform ini dirancang untuk mempertemukan pencari kerja, perusahaan, serta lembaga pelatihan kerja secara efisien, transparan dan mudah diakses.

“Para camat saya minta untuk mengedukasi para pencari kerja di wilayahnya agar memanfaatkan platform ini secara aktif,” ujar Herman saat pertemuan di Kawasan Industri MM2100, Blok C, Kabupaten Bekasi, Selasa (24/6/2025).

Melalui platform Loker Jawa Barat yang dapat diakses di loker.jabarprov.go.id, pencari kerja dapat memantau berbagai lowongan kerja dan pelatihan yang sesuai dengan minat serta keahlian melalui fitur Dashboard Loker dan Pelatihan.

Sementara itu, perusahaan dapat mengunggah lowongan kerja dan meninjau data pencari kerja melalui Dashboard Perusahaan.

Platform ini juga terintegrasi dengan sistem SiapKerja milik Kementerian Ketenagakerjaan, memungkinkan pencari kerja untuk login menggunakan akun yang sama dan mengakses layanan ketenagakerjaan secara nasional.

Berita Lainnya  Demo Mahasiswa Tuntut Turunkan Harga Kebutuhan Pokok dan BBM hingga Stop MBG dan KDMP

“Camat diminta menggerakkan pemuda pencari kerja di wilayah masing-masing untuk segera mengisi data di platform ini. Harus by name, by address, dan ditindaklanjuti jika ada konfirmasi dari perusahaan,” tegas Herman.

Berantas Calo Tenaga Kerja

Dalam kesempatan tersebut, Herman juga menyoroti praktik percaloan lapangan kerja yang masih marak terjadi. Ia meminta para camat dan perwakilan perusahaan agar bekerja sama memberantas praktik ilegal tersebut.

“Calo kerja ini sudah jadi momok bagi pencari kerja. Banyak dari mereka yang dimintai pungutan jutaan rupiah untuk mendapatkan pekerjaan. Ini harus kita hentikan,” tegasnya.

Ia menekankan pentingnya integritas dan keterbukaan perusahaan dalam proses rekrutmen.

“Jangan kucing-kucingan. Perekrutan harus adil dan transparan agar kualitas tenaga kerja dan produktivitas perusahaan tetap terjaga,” imbuhnya.

Berita Lainnya  Polres Karawang Amankan 5 Pemuda dalam 'Video Viral Pesta Gay' di Theatre Night Mart

Melalui sistem digital ini, pencocokan kebutuhan perusahaan dan keahlian pencari kerja akan dibantu oleh algoritma.

Herman berharap perusahaan dapat langsung mengundang kandidat potensial untuk seleksi dan penempatan kerja.

Fasilitasi Pelatihan dan Wirausaha

Sekda Herman juga menegaskan komitmen Pemda Provinsi Jabar dalam memfasilitasi pelatihan kerja yang sesuai dengan kebutuhan industri.

Selain sektor formal, pihaknya juga mendorong pencari kerja untuk mengembangkan kewirausahaan agar memiliki alternatif penghasilan.

Ke depan, pihaknya akan melakukan pengecekan berkala terhadap perusahaan yang telah mengunggah data di platform. Tujuannya untuk memastikan proses rekrutmen berjalan efektif dan tepat sasaran.

“Kami akan cek apakah data lowongan sudah diunggah, apakah proses seleksi sudah berjalan, hingga apakah pencari kerja sudah ditempatkan. Kalau belum, akan kami fasilitasi, baik lewat platform digital maupun secara langsung,” katanya.

Berita Lainnya  Firdaus Oiwobo Laporkan Tiyo Ardianto ke Polres Metro Tangerang Selatan

Dorong Pertumbuhan Ekonomi

Herman menyampaikan bahwa penurunan angka pengangguran juga ditopang oleh pertumbuhan ekonomi yang kuat.

Untuk itu, Pemdaprov Jabar terus mendorong pertumbuhan dari sisi belanja pemerintah (government spending), konsumsi rumah tangga, hingga peningkatan investasi dan ekspor.

“Investasi, baik dari dalam maupun luar negeri, terus kami pacu. Jawa Barat selama ini menjadi yang terbaik secara nasional, dan itu akan kami pertahankan,” ujarnya.

Di sisi lain, Pemdaprov Jabar juga berupaya memperbesar ‘kue pembangunan’ agar penciptaan lapangan kerja meningkat secara alami.

“Kami tidak bisa hanya mengandalkan satu cara. Maka strategi jangka pendek, menengah, dan panjang kami jalankan paralel, demi mengatasi pengangguran yang masih tinggi di Jawa Barat,” tutup Herman. (Jabarprov.go.id)

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Taufik Hidayat Minta Maaf dan Mengaku Menyesal

BANDUNG - Suasana di salah satu ruangan di Mapolda Jawa Barat, Kota Bandung, begitu riuh pada Jumat (26/6/2026). Sebab, di lokasi digelar konferensi pers...

Soal Duit Rp20 Juta ke Ketua BEM FH, Kombes Pol Budi Hermanto : ‘Beneran Polisi atau Orang yang Ngaku Polisi’

JAKARTA - Polda Metro Jaya buka suara mengenai aliran dana yang diterima mahasiswa Universitas Bung Karno (UBK) sebesar Rp 20 juta. Uang itu disebut...

Merasa Difitnah Lecehkan 4 Anggotanya, Kasatpol PP Kota Bekasi Siap Lakukan ‘Sumpah Pocong’

Menderita Penyakit Gula, Kejantanan Tidak Lagi Berfungsi, Tidak Mungkin Lakukan Pelecehan Seksual KOTA BEKASI - Merasa difitnah telah melakukan pelecehan seksual terhadap empat anggotanya yang...

Lagi, Peserta SPPI Kopdes Meninggal Dunia saat Ikuti Latsarmil

TERJADI lagi, satu anggota program Sarjana Penggerak Pembangun Indonesia (SPPI) bagi calon pengelola Koperasi Nelayan Merah Putih (KNPM) dilaporkan meninggal dunia, saat mengikuti latihan...

Protes Program MBG, Mahasiswa PMII Santet Prabowo-Gibran

LAYAKNYA seperti seorang dukun sungguhan, seorang mahasiswa terlihat melakukan ritual santet terhadap Presiden dan Wakil Presiden, Prabowo-Gibran. Video ini ternyata merupakan sebuah aksi pertunjukan treatikal...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan