Kamis, Juli 9, 2026
spot_img

Setelah Kalah di Pilkada, Acep Jamhuri Mau Masuk Parpol?

KARAWANG | OPINIPLUS.COM | – Asep Agustian SH.MH, Promotor pencalonan Drs. H. Acep Jamhuri M.Si di Pilkada 2024 menyebut, setelah kalah di Pilkada, Acep Jamhuri ada kemungkinan masuk partai politik (parpol).

Direktur Advokasi Acep-Gina ini menjelaskan alasan Acep-Gina tidak melakukan langkah gugatan Pilkada ke MK. Alasannya, bukan karena persoalan tidak ada biaya untuk gugat ke MK.

Tetapi karena Acep ingin realistis, dengan kekalahan Pilkada 10% dengan perolehan suara Aep-Maslani.

Berita Lainnya  Sidang Kasus Ade Kunang, Ono Surono Bantah Dugaan Aliran Dana untuk Konferda PDIP Jabar

“Acep tidak kabur, Acep masih ada, tidak sakit, Acep itu petarung. Acep sudah menerima secara legowo, bahkan mengajak untuk mendukung pemerintahan Aep-Maslani,” tutur Asep Agustian SH.MH, Selasa (10/12/2024).

Disampaikan Askun (sapaan akrab), hari ini Acep Jamhuri kalah di Pilkada. Tetapi mungkin akan menjadi kemenangan yang tertunda untuk Pilkada berikutnya.

“Bisa jadi Acep mencalonkan kembali. Acep tuh petarung, kan Pak Prabowo jadi Presiden juga bukan hanya sekali pencalonan,” katanya.

Berita Lainnya  Gegara Program MBG, Sudah 2 Kali Prabowo-Gibran Disantet Mahasiswa

Ditegaskan Askun, sampai hari ini Acep jamhuri tetap menjaga hubungan harmonis dengan partai pengusung ataupun relawan.

Dan Acep Jamhuri sudah menyampaikan selamat untuk kemenangan Aep-Maslani. “Insh Allah dipimpin beliau, Karawang lebih maju,” timpalnya.

Disinggung kemana karir Acep Jamhuri selanjutnya, Askun menyampaikan ada kemungkinan Acep masuk parpol, disamping usaha yang masih dijalaninya.

“Acep akan masuk parpol. Usaha pun beliau tetap usaha, yang pasti Pak Acep akan berkontrihusi untuk kemajuan Karawang,”

Berita Lainnya  Budiman Sudjatmiko : Prabowo Sedang Menjalankan Misi Kenabian

“Bisa masuk ke parpol ya, usaha ya!.
Ke depan mencalon lagi, ya bisa saja,” tutup Askun.***

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Khawatir Ganggu Nilai Pluralisme, Tokoh Masyarakat ini Tak Setuju Jika Nama Jawa Barat Diganti dengan Tatar Sunda

KARAWANG - H. Toto Suripto, tokoh masyarakat Kabupaten Karawang, Jawa Barat mengaku tidak setuju jika nama Provinsi Jawa Barat dirubah menjadi Tatar Sunda. Dikatakan Toto,...

Soal Usulan Pergantian Nama Jawa Barat, Seluruh Fraksi DPRD Jabar Beri ‘Lampu Hijau’

BANDUNG - Wacana pergantian nama Provinsi Jawa Barat (Jabar) menjadi Tatar Sunda memasuki babak baru setelah seluruh fraksi di DPRD resmi memberikan lampu hijau...

Dugaan Pungli Pasar Bantargebang, Kejari Kota Bekasi Segera Periksa Kepala Disdagperin

KOTA BEKASI – Penyidikan kasus dugaan pungutan liar (pungli) pengadaan dan pengelolaan fasilitas Pasar Bantargebang terus terus berjalan. Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bekasi kini...

Dulu Puji-puji dan Berlindung di Ketiak Dedi Mulyadi, Sekarang Lurah Jujun Serang Balik

KARAWANG - Siapa yang tidak tahu kedekatan antara Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM) dengan Lurah Jujun atau Kades Wadas, Kecamatan Telukjambe Timur,...

Dedi Mulyadi Beri Sanksi Om Zein, Renovasi 10 Rumah Janda Pakai Uang Pribadi dan Sekolahkan Anaknya

BANDUNG - Sambil menunggu sanksi yang akan diberikan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM) juga memanggil Bupati Purwakarta, Saepul...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan