Minggu, April 5, 2026
spot_img

Sejumlah Pelajar di Purwakarta Terjaring Razia Jam Malam

PURWAKARTA – Hari pertama pemberlakukan aturan jam malam bagi para pelajar di Purwakarta, Jawa Barat, sejumlah pelajar terjaring  karena kedapatan masih berkeluyuran di atas pukul 21.00 WIB.

Mereka terjaring di lapangan di sejumlah lokasi seperti di tempat olahraga, cafe, hingga tempat-tempat nongkrong di pusat kota Purwakarta.

Pemberlakuan jam malam bagi para pelajar di Purwakarta, Jawa Barat mulai diberlakukan perdana, Minggu (1/6) malam, mulai pukul 21.00 hingga pukul 04.00.

Mulai dari tingkat Kabupaten hingga desa melakukan razia ke sejumlah tempat yang disinyalir masih banyak pelajar yang keluyuran saat pemberlakukan jam malam.

Berita Lainnya  Profil 3 Calon Ketua KADIN Karawang, Berebut Restu Bupati Aep

Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein bersama petugas gabungan dari Satpol PP dan Dinas pendidikan Kabupaten Purwakarta turun langsung melakukan razia pelajar di sejumlah titik di Kota Purwakarta.

Hasilnya, sejumlah pelajar terjaring di dalam razia tersebut. Para pelajar itu terjaring di sejumlah tempat,  mulai dari lapangan futsal, cafe-cafe, hingga tempat-tempat nongkrong dan pinggir jalan.

Para pelajar yang terjaring di hari pertama ini, belum diberikan tindakan, namun langsung disuruh pulang dan jika kedapatan melanggar kembali akan dilakukan pembinaan baik di panggil orangtua atau dibina di lingkungan sekolah.

Berita Lainnya  Stabilitas Daerah Terjaga Selama Ramadhan, Dewan Pakar KAHMI Apresiasi Bupati Aep

“Pada pemberlakukan jam malam bagi pelajar dihari pertama ini, kami belum memberikan tindakan, mereka disuruh pulang dan kembali diingatkan adanya pemberlakukan jam malam,” Kata Bupati yang kerap dipanggil Om Zein, Minggu (1/6/2025).

Razia ini akan secara masif dilakukan baik di tingkat kabupaten, kecamatan, hingga tingkat desa sehingga para pelajar lebih disiplin waktu dan belajar di esok hari di sekolah.

“Razia akan terus dilakukan dan jika masih ada pelajar yang tertangkap akan dilakukan pembinaan dan orang tuanya akan dipanggil,” pungkas Om Zein. (Z-1).

Berita Lainnya  Dukung Seni Budaya dan Ekonomi Kerakyatan, HUT ke-19 Tahun LSM Laskar NKRI Gelar Napak Tilas, Pesta Rakyat Jaipongan hingga Wayang Golek

Sumber : MetroTv

 

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

KDM akan Tindak Pungli ‘Nembak KTP’ Rp 700 Ribu hingga Tarif Ilegal Jembatan Cirahong

BANDUNG - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi segera menindaklanjuti dugaan pungutan liar yang terjadi pada seorang warga Kabupaten Bandung Barat saat akan membayar pajak...

SMK IDN Bogor Laporkan Keputusan Dedi Mulyadi ke Kemendagri dan Ombudsman

JAKARTA - Polemik pencabutan izin operasional SMK Islamic Development Network (IDN) Boarding School Jonggol, Bogor makin berlarut-larut. Setelah pihak kuasa hukum SMK IDN banding...

Polisi Buru Para Preman Kampung yang Aniaya Pemilik Hajatan hingga Tewas

PURWAKARTA - Polres Purwakarta terus melakukan penyelidikan terhadap kasus dugaan pengeroyokan terhadap Dadang, warga Desa Kertamukti Kecamatan Campaka, yang tewas usai dikeroyok oleh sejumlah...

72 Siswa di Jakarta Timur Keracunan MBG

JAKARTA - Puluhan siswa dari empat sekolah harus menjalani perawatan intensif karena dugaan keracunan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jakarta Timur. Hal...

Pemilik Hajatan Tewas Dikeroyok Preman Kampung

PURWAKARTA - Pesta pernikahan berujung maut di Purwakarta, Jawa Barat. Pemilik hajat, Dadang, tewas usai diduga dikeroyok sekelompok pemuda diduga sebagai preman kampung. Aksi penganiayaan...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan