Kamis, November 5, 2026
Google search engine

Imparsial Desak Dedi Mulyadi Hentikan Program Pembinaan Siswa Bermasalah yang Libatkan TNI

Lembaga Imparsial mendesak Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi menghentikan rencana kebijakan yang melibatkan TNI dalam program pembinaan siswa bermasalah.

Kebijakan ini dinilai bertentangan dengan prinsip-prinsip hak asasi manusia dan berpotensi memperkuat budaya kekerasan dalam dunia pendidikan.

“Imparsial mendesak Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi untuk menghentikan rencana kebijakan pelibatan TNI dalam pembinaan siswa nakal,” kata Direktur Imparsial, Ardi Manto Adiputra, dalam keterangannya, Rabu (30/4/2025).

Ardi menegaskan bahwa rencana kebijakan itu tidak hanya melanggar batas antara urusan sipil dan militer, tetapi juga mengancam demokrasi dan hak anak.

Berita Lainnya  Warga Lagi Asik Ngopi Tiba-tiba Ditampar, Kapolres Kapuas Hulu Sampaikan Permohonan Maaf

“Pelibatan TNI untuk menjawab persoalan ‘siswa nakal’ jelas menyalahi fungsi TNI itu sendiri. Sebagai pemimpin sipil, sudah sepatutnya Dedi menyadari adanya garis demarkasi antara urusan sipil dan urusan militer,” ujar Ardi.

Imparsial juga mengkritik keras potensi penggunaan pendekatan militer terhadap anak-anak yang masih berstatus pelajar.

Menurut Ardi, pendekatan pelibatan TNI mendidik siswa rawan menumbuhkan kekerasan di kalangan pelajar, apalagi mengingat sejumlah kasus kekerasan oleh anggota TNI yang terjadi dalam enam bulan terakhir.

Berita Lainnya  Terlihat Keren Saat Gelar Deklarasi Sumpah Pemuda Bareng Raffi Ahmad, Eh...! Ternyata Mahasiswa Bayaran

“Jangan sampai alih-alih perilaku siswa berubah menjadi lebih baik, kebijakan pembinaan oleh TNI justru malah mempertebal budaya kekerasan di kalangan pelajar,” tegasnya.

Imparsial mencatat setidaknya lima kasus kekerasan oleh anggota TNI terhadap warga sipil selama enam bulan terakhir, termasuk pembunuhan warga sipil di Deli Serdang (November 2024), kasus bos rental di Tangerang (Januari 2025), hingga kasus pembunuhan jurnalis perempuan di Banjarbaru (Maret 2025).

Rekam jejak ini dinilai tidak mendukung pelibatan militer dalam urusan pendidikan anak.

Berita Lainnya  Anak Durhaka Aniaya Ibu Kandung Berakhir Diciduk Polisi, Menangis Saat Ditangkap di Kandang Ayam

Atas dasar itu, Imparsial menyampaikan dua tuntutan. Pertama, meminta Menteri Dalam Negeri untuk mencegah kebijakan pelibatan TNI dalam pembinaan siswa bermasalah.

Kedua, mendesak Dedi Mulyadi untuk segera menghentikan rencana tersebut.

Sumber : Kompas

 

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

8 Anggota Polresta Karawang Diperiksa Propam Polda Jabar, Gegara Bebaskan Pengedar OKT

KARAWANG - Sebanyak delapan anggota Polresta Karawang saat ini diperiksa Bidang Propam Polda Jawa Barat (Jabar), setelah mereka membebaskan seorang pengedar obat keras tertentu...

Video Lawas Jokowi Soal Data Intelejen Kembali Viral Pasca Penetapan Tersangka Listyo Sigit

JAKARTA - Video lawas pernyataan Joko Widodo (Jokowi) pada September 2023 kembali viral di media sosial, setelah Bareskrim Polri menetapkan mantan Kapolri Jenderal (Purn)...

Kepsek SDN 15 Woja Dibacok Pemuda Saat Mengajar Dalam Kelas, Murid dan Guru Berhamburan Ketakutan

DOMPU - Kepala Sekolah (Kepsek) Dasar Negeri (SDN) 15 Woja, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB), Mahfud diserang oleh seorang pemuda menggunakan senjata tajam...

‘Gercep’ Tangkap Pelaku Pencabulan, Bupati Aep Apresiasi Polresta Karawang

KARAWANG - Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh menyampaikan apresiasi kepada jajaran Polresta Karawang yang bergerak cepat (gercep) menangkap pemilik warung kelontong berinisial FR atau...

Mahfud MD : Ini Kejahatan Serius dan Berpotensi Dijerat Pasal Makar

JAKARTA - Mahfud MD menilai penetapan mantan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebagai tersangka kasus dugaan penyadapan ilegal (tapping) terhadap Presiden Prabowo Subianto dan...

Hukum

Mahfud MD : Ini Kejahatan Serius dan Berpotensi Dijerat Pasal Makar

JAKARTA - Mahfud MD menilai penetapan mantan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebagai tersangka kasus dugaan penyadapan ilegal (tapping) terhadap Presiden Prabowo Subianto dan...

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan