KARAWANG – Pernyataan sikap yang mengecam keras atas pernyataan H. Muhamad Toha Sugiharto yang dinilai provokatif bukan hanya datang dari para ‘sesepuh’ dan ketua Ormas/LSM di Karawang. Melainkan juga disampaikan salah seorang tokoh masyarakat Karawang, Asep Irawan Syafe’i M.Si (Kang AIS).
Menurut Kang AIS, pernyataan Haji Toha yang mengaku sebagai Ketua Ormas MADAS (Masyarakat Madura Asli) yang diposting di media sosial tersebut mengarah ke nada ancaman, menantang, menghadang dan lain sebagainya.
“Kami nilai provokatif, terlebih dengan membawa sentimen-sentimen kesukuan yang bisa menimbulkan konflik horizontal di kalangan masyarakat Karawang yang selama ini sangat terbuka dan harmonis terhadap para pendatang dari suku manapun,” tutur Kang AIS, Jumat (6/11/2026).
Disampaikan Kang AIS, dugaan pernyataan provokatif ini bukan kali pertama terjadi. Karena beberapa waktu lal, Haji Toha juga pernah mengeluarkan pernyataan yang sempat membuat panas situasi di Karawang.
Meskipun pada akhirnya Haji Toha menyampaikan permohonan maaf secara terbuka di depan para tokoh dan ulama Karawang.
“Dan kali ini kejadian serupa terulang lagi. Saya sebagai salah seorang putra kelahiran Karawang sangat terusik dengan pernyataan-pernyataan saudara Haji Toha dan kawan-kawannya. Menurut saya terlalu arogan dan tidak menghargai warga Karawang,” katanya.
Menurut Kang AIS, semestinya Haji Toha lebih bisa bersikap bersahabat dan berkolaburasi dengan ‘Urang Karawang’.
“Karena selama ini juga dia nyari rezeki di Karawang. Kalau seperti ini bakal merugikan Suku Madura itu sendiri yang selama ini hidup harmonis di Karawang. Saya banyak kenal dengan orang Madura, bahkan ada beberapa sudah saya anggap saudara. Mereka tidak ada yang sikapnya searogan itu,” katanya.
Atas persoalan ini, Kang AIS menghimbau agar semua pihak tetap menjaga kondusifitas di Karawang, khususnya di lingkungan perusahaan dan kawasan industri yang menjadi salah satu asset terbesar dalam pertubuhan ekonomi, maupun dalam penyerapan tenaga kerja di Karawang.
“Kami juga meminta aparat Kepolisian menindak tegas oknum-oknum yang provokatif, yang sering membuat kegaduhan dan mengganggu kondusifitas Karawang. Ini harus ditindak, supaya ada efek jera,” tegasnya.
Diberitakan sebelumnya, dugaan sikap dan pernyataan provokatif disampaikan Haji Toha yang videonya di posting di media sosial.
Persoalan ini bermula saat LSM BARAK Indonesia akan menyampaikan aspirasi melalui aksi demonstrasi di salah satu perusahaan di kawasan industri, pada Rabu (4/11/2026).
Aksi demonstrasi tersebut urung dilakukan, karena dalam perjalanannya masa aksi dihadang aparat kepolisian dan diminta untuk ‘balik kanan’. Pasalnya, di lokasi perusahaan sudah ada sekumpulan orang berbaju merah yang mengatasnamakan Ormas MADAS yang dipimpin Haji Toha.
Dalam video yang diposting di media sosial, sekelompok orang tersebut mempertanyakan keberanian LSM BARAK Indonesia yang disebutnya ‘pengecut’ dan hanya mengganggu kenyamanan usaha ‘Urang Madura’.
Atas postingan video di media sosial tersebut, sekitar 26 pimpinan Ormas/LSM di Karawang telah menyampaikan pernyataan sikap dan justru mempertanyakan balik tentang usaha orang Madura di Karawang yang mana yang mereka ganggu.
Dan para pimpinan Ormas/LSM di Karawang menilai bahwa ini adalah persoalan yang dilakukan oknum seperti Haji Toha yang mengatasnamakan ketua Ormas MADAS. Bukan persoalan murni warga Madura yang selama ini hidup rukun berdampingan dengan warga Karawang.***

