
Nama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau KDM mulai ramai dikaitkan dengan Pemilihan Presiden 2029.
Wacana tersebut salah satunya muncul dalam laporan Bocor Alus Politik Tempo yang membahas sejumlah kemungkinan konfigurasi politik menjelang Pemilu 2029.
Tempo melalui unggahan mengenai program tersebut menyebut opsi pendamping Gibran mulai bermunculan, termasuk nama Dedi Mulyadi.
Dalam laporan itu, nama Gibran dan Dedi disebut sempat dibicarakan dalam pertemuan sejumlah relawan pendukung Presiden ke-7 RI Joko Widodo di kawasan Kuningan, Jakarta.
“Kemudian di pertemuan di daerah Kuningan Jakarta itu muncullah nama Gibran akan dipasangkan dengan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi,” demikian bagian laporan Bocor Alus Politik Tempo yang dikutip Pojok Bogor.
Nama KDM ikut menjadi perhatian seiring hasil sejumlah survei politik terbaru.
Survei Tempo Data Science yang dilakukan pada 31 Juli hingga 11 Agustus 2026 terhadap 1.260 responden di 38 provinsi menempatkan Dedi di posisi teratas dalam simulasi terbuka calon presiden dengan 41 persen.
Prabowo Subianto tercatat 15 persen, Anies Baswedan 10 persen dan Gibran 4 persen. Survei tersebut memiliki margin of error sekitar ±2,9 persen.
Survei SMRC pada Juli 2026 juga mencatat Dedi memperoleh 35 persen dalam simulasi semi-terbuka. Namun, hasil survei merupakan gambaran preferensi responden pada saat survei dilakukan, bukan kepastian mengenai pencalonan maupun hasil Pilpres 2029.
Laporan Tempo juga menyebut Jokowi disebut-sebut mencermati perkembangan elektabilitas Dedi dan komunikasi politik dengan Gubernur Jawa Barat tersebut.
Klaim mengenai langkah politik Jokowi itu masih merupakan informasi yang dilaporkan berdasarkan sumber Tempo dan belum menjadi deklarasi pencalonan resmi.
Lantas, benarkah Gibran dan KDM bakal maju bersama pada Pilpres 2029?
Hingga 22 September 2026, belum ada deklarasi resmi dari Gibran, Dedi Mulyadi maupun partai politik yang memastikan keduanya akan menjadi pasangan calon pada Pilpres 2029.
Pemberitaan yang beredar sejauh ini masih berupa wacana dan pembicaraan politik menjelang kontestasi yang masih sekitar tiga tahun lagi.
Dengan demikian, isu duet Gibran-KDM memang memiliki dasar berupa pembicaraan di kalangan relawan dan laporan media, tetapi belum dapat disebut sebagai pasangan resmi Pilpres 2029. ***
Sumber : Pojoksatu

