KARAWANG – Terkait siapakah sebenarnya yang sedang ‘cuci tangan’ dalam persoalan kerusakan Jalan Badami-Loji di Karawang Selatan akibat aktivitas truk bertonase muatan material tambang PT. Mas Putih Belitung (anak perusahaan PT. Jui Shin Indonesia), sampai hari ini masih menyisakan pertanyaan publik.
Siapakah yang sedang ‘cuci tangan’, Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM) atau Anggota DPRD Jawa Barat Fraksi Partai Demokrat, H. Jenal Aripin?.
Sebelumnya publik sempat dikejutakan dengan pernyataan KDM yang mengungkap tiga nama perusahaan yang bekerja sama dengan PT. Mas Putih Belitung dalam hal transportasi atau angkutan material tambang. Salah satu nama perusahaanya adalah Cipagamas miliknya H. Jenal Aripin.
KDM sempat tidak habis pikir, karena selama ini ia mengetahui jika H. Jenal Aripin merupakan sosok Anggota DPRD Jabar asal Karawang yang sangat vokal dalam menyoroti persoalan kerusakan Jalan Badami-Loji. Tetapi dibalik itu nama perusahaanya justru bekerja sama dengan PT. Mas Putih Belitung.
Atas pernyataan KDM tersebut, kemudian muncul persepsi publik jika H. Jenal Aripin sedang ‘cuci tangan’ atas persoalan yang sedang ramai di wilayah Dapilnya. Bahkan muncul tudingan jika H. Jenal Aripin merupakan dalang aksi demonstrasi jalan rusak Badami-Loji, saat perayaan Hari Jadi Karawang ke-393 tahun di Kompleks Pemda Karawang yang sedang dihadiri KDM, pada 14 September 2026 lalu.
Namun demikian melalui media massa, H. Jenal Aripin telah mengklarifikasi atas tudingan itu semua. Bahkan, H. Jenal Aripin sempat mempertanyakan balik siapa yang memberikan izin pertambangan di Karawang Selatan.
“Tidak akan beroperasi jika aktivitas tambangnya tidak dibuka oleh pemerintah provinsi,” begitu kata H. Jenal Aripin, saat menyampaikan pernyataan pembelaan.
Pengamat : “Kenapa Semua Jadi Merasa Paling Bersih?”
Di lain pihak, pengamat dan pemerhati kebijakan publik, Asep Agustian, S.H., M.H., justru menilai jika antara KDM dengan H. Jenal Aripin sedang sama-sama melakukan pembelaan, agar citra politiknya tidak rusak di mata publik.
Padahal jika melihat fakta di lapangan, keduanya sama-sama sedang bersalah. Yaitu dimana KDM yang dalam hal ini Pemprov Jabar memberikan atau memperpanjang izin pertambangan di Karawang Selatan, dan perusahaan H. Jenal Aripin (Cipagamas) ikut-ikutan berkerja sama dengan PT. Mas Putih Belitung. Kendati kerja sama yang dilakukan tidak langsung atas nama H. Jenal Aripin sebagai owner perusahaan.
“Ini kenapa semua jadi merasa paling bersih. Padahal masyarakat sudah tahu faktanya loh!. Apa mereka tidak malu ya, mempertontonkan sandiwara politik di hadapan publik?,” tutur Asep Agustian, saat melemparkan pernyataan satir, Minggu (20/9/2026).
Atas persoalan ini, Askun (sapaan akrab) meminta kepada KDM dan H. Jenal Aripin untuk duduk bersama dan menjelaskan fakta persoalan sebenarnya kepada masyarakat. Bukan malah saling ‘membela diri’ atas persoalan yang sedang diteriakan masyarakat Karawang Selatan.
“Sudah semuanya ngaku jujur saja, karena tidak ada manusia yang sempurna kok!. Karena semuanya juga memiliki kelebihan dan kekurangan. Yang penting bagaimana para pejabat kita ini bisa jujur ke masyarakat, yang penting bagaimana solusi ke depannya,” katanya.
Penyetopan Aktivitas Pertambangan PT. Mas Putih Belitung Jangan Hanya Sekadar Formalitas
Adapun terkait solusi dua opsi yang ditawarkan KDM saat melakukan pertemuan dengan Manajemen PT. Mas Putih Belitung yang dihadiri Bupati Karawang dan Plt Bupati Bekasi, Askun meminta jika keputusan penyetopan aktivitas pertambangan PT. Mas Putih Belitung yang dilakukan oleh Pemprov Jabar, jangan hanya sekadar formalitas.
Artinya, penyetopan tersebut harus tetap berlaku sampai dengan dua solusi opsi yang ditawarkan KDM benar-benar terealisasi.
“Ya jangan sampai penyetopan yang sudah dilakukan Pemprov Jabar hanya sekadar formalitas saja untuk meredam tekana publik (para demonstran). Artinya, selama dua opsi solusi yang ditawarkan KDM belum terealisasi, ya aktivitas PT. Mas Putih Belitung harus tetap ditutup,” tegasnya.
KDM Beri Dua Opsi Soal Jalan Badami-Loji yang Rusak Akibat Truk Bertonase PT. Jui Shin Indonesia
Sebelumnya diberitakan, Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM) memberikan dua opsi solusi kepada PT. Jui Shin Indonesia dalam menghadapi masalah kerusakan jalan Badami-Loji di wilayah Karawang Selatan.
Dua opsi yang ditawarkan yaitu pertama, PT. Jui Shin membangun jalan sendiri khusus untuk truk operasional pengangkut semen perusahaan. Selama ini, truk perusahaan melintasi Jalan Badami-Loji Karawang saat membawa semen menuju lokasi perusahaan di Kabupaten Bekasi. Jalan itu juga dilewati masyarakat umum.
Opsi kedua, PT. Jui Shin Indonesia bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat membangun jalan level nasional. Pemprov Jabar juga akan membangun jembatan khusus untuk kendaraan industri.
Menurut KDM, Jalan Badami-Loji, Karawang, sudah pernah diperbaiki oleh Pemprov Jabar. Namun, perbaikan jalan tidak berarti karena selalu dilintasi truk pengangkut semen yang bertonase.
“Uang akan dialirkan ratusan miliar setiap tahun hanya untuk mengurusi jalan yang dilewati PT Jui Shin,” ujar KDM saat berdiskusi dengan pihak PT. Jui Shin Indonesia di Kabupaten Bekasi, yang dihadiri langsung Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh dan Plt Bupati Bekasi, dr. Asep Surya Atmaja, Rabu (16/9/2026).***










