Sabtu, September 19, 2026
spot_img

Jangan Sampai KAHMI Jawa Barat Menjadi Nokia

Perubahan adalah hukum sejarah. Tidak ada organisasi yang mampu bertahan hanya dengan mengandalkan kejayaan masa lalu. Nokia, BlackBerry, dan Yahoo pernah menjadi simbol supremasi dunia, tetapi kehilangan relevansi ketika gagal membaca perubahan.

Hal yang sama dapat terjadi pada organisasi mana pun, apabila berhenti berinovasi dan merasa cukup dengan warisan sejarah.

Bagi KAHMI Jawa Barat, tantangan sesungguhnya bukan mempertahankan nama besar, melainkan menjaga daya hidup intelektualnya. Sebab organisasi alumni hanya akan tetap relevan apabila mampu menjadi produsen gagasan, bukan sekadar ruang silaturahmi.

Filsuf Muslim Aljazair, Malik Bennabi, mengingatkan bahwa kebangkitan peradaban tidak lahir dari kekayaan ataupun kekuasaan, melainkan dari lahirnya ide-ide besar yang mampu menggerakkan manusia.

Menurut Bennabi, peradaban dibangun oleh tiga unsur: manusia, tanah, dan waktu, yang dipersatukan oleh sebuah gagasan. Ketika organisasi kehilangan kemampuan melahirkan gagasan, sesungguhnya ia sedang kehilangan masa depannya.

Berita Lainnya  Pendaki Semeru Hilang, Ketika Aturan Keselamatan Diabaikan, Siapa yang Harus Bertanggungjawab?

Senada dengan itu, Ali Shariati memandang bahwa perubahan sosial selalu dimulai dari kesadaran (conscientization). Ia mengkritik kaum intelektual yang hanya menjadi penonton sejarah.

Bagi Shariati, seorang intelektual memiliki tanggung jawab moral untuk membangunkan masyarakat, mengubah cara berpikir, dan menjadi pelopor transformasi. Organisasi yang hanya sibuk mengurus struktur, tetapi kehilangan misi pencerahan, perlahan akan kehilangan relevansi.

Dalam konteks Indonesia, Kuntowijoyo menawarkan konsep Ilmu Sosial Profetik sebagai arah perubahan sosial. Menurutnya, gerakan sosial Islam harus berpijak pada tiga nilai utama: humanisasi, yakni memanusiakan manusia; liberasi, membebaskan masyarakat dari berbagai bentuk ketidakadilan; dan transendensi, menjadikan nilai-nilai ketuhanan sebagai orientasi perubahan.

Dengan demikian, organisasi tidak hanya mengejar efektivitas, tetapi juga menjaga dimensi moral dan spiritual dalam setiap langkahnya.

Berita Lainnya  Publik Masih Penasaran Alasan Purbaya Dicopot dari Posisi Menkeu

Berangkat dari ketiga pemikiran tersebut, Musyawarah Wilayah KAHMI Jawa Barat semestinya tidak dipahami sekadar sebagai agenda pergantian kepemimpinan. Forum ini harus menjadi momentum reorientasi organisasi, dari budaya administratif menuju budaya intelektual; dari organisasi yang reaktif menjadi organisasi yang visioner; dari kebanggaan terhadap sejarah menjadi keberanian menciptakan sejarah baru.

KAHMI Jawa Barat memiliki modal besar berupa jaringan alumni yang tersebar di dunia akademik, birokrasi, dunia usaha, pesantren, organisasi masyarakat, dan ruang-ruang kebijakan publik. Modal tersebut hanya akan menjadi kekuatan apabila dikonsolidasikan menjadi pusat produksi gagasan, laboratorium kepemimpinan, dan mitra strategis dalam pembangunan Jawa Barat.

Jangan sampai KAHMI Jawa Barat mengalami apa yang dialami Nokia: memiliki nama besar, tetapi kehilangan arah perubahan. Sejarah tidak pernah memberi penghargaan kepada mereka yang sekadar mempertahankan masa lalu. Sejarah selalu berpihak kepada mereka yang berani membaca zaman, membangun gagasan, dan memimpin perubahan.

Berita Lainnya  Pendaki Semeru Hilang, Ketika Aturan Keselamatan Diabaikan, Siapa yang Harus Bertanggungjawab?

Musyawarah Wilayah bukanlah garis akhir dari sebuah kepengurusan. Ia adalah titik awal untuk memastikan KAHMI Jawa Barat tetap menjadi rumah besar insan cita yang relevan, berpengaruh, dan mampu menghadirkan solusi bagi umat, bangsa, dan Jawa Barat. Karena pada akhirnya, organisasi tidak dikenang karena usia atau kebesaran namanya, melainkan karena kemampuannya menjawab tantangan zamannya.***

Penulis

Muslim Hafidz, M.Si
Koordinator Presidium KAHMI Jawa Barat

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Diduga Peras 21 Kepala Sekolah, Dua Staf Dinas Pendidikan Banyuasin Kena OTT di Hotel

Polda Sumatera Selatan melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap dua staf Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuasin berinisial RB dan...

Pejabat Dishub Sukabumi Lecehkan 3 Siswi Magang dengan Modus Karaoke Bersama

SUKABUMI - Sekretaris Dinas Perhubungan (Sekdis) Kabupaten Sukabumi berinisial TIP (54) ditetapkan jadi tersangka atas kasus tindak asusila terhadap tiga siswi magang. Aksi pencabulan...

Pria ini Dilaporkan ke Polisi Setelah Mengaku Bertemu dengan Allah dan Rasulullah

Seorang pria di Jember bernama Abdullah Arrosy dilaporkan ke Polres Jember pada Kamis, 17 September 2026, karena membuat konten TikTok yang mengaku pernah bertemu...

Video Call dan Julukan Lidah Saat Rapat, Sikap Anggota DPR RI Fraksi Gerindra ini Jadi Sorotan

Anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra, Moreno Soeprapto, viral di media sosial setelah tertangkap kamera melakukan video call dan menjulurkan lidah saat mengikuti rapat...

Prabowo : “Saya Bisa Diundang di Acara Tidak Terlalu Besar, Kalau Perlu Tidak Ada Wartawan”

Presiden RI Prabowo Subianto menyatakan kesiapannya untuk menghadiri berbagai agenda kegiatan di seluruh wilayah Indonesia, termasuk ketika diundang Pondok Modern Darussalam Gontor. Pernyataan tersebut disampaikan...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan