GEGARA program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang banyak dikecam mahasiswa, Presiden dan Wakik Presiden, Prabowo – Gibran sudah dua kali disantet mahasiswa.
Ini bukanlah ritual santet beneran. Melainkan dua aksi teatikal mahasiswa yang mengecam keras terhadap program yang disinyalir menjadi ‘bancakan anggaran’ sekelompok elit.
Pertama, aksi teatikal santet Prabowo-Gibran dilakukan mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada (FIB UGM), pada Kamis (11/6/2026).
Dalam teatikal ini, mahasiswa menampilkan monolog dukun yang mengecam kondisi negara saat ini. Mahasiswa melakukan penyembelihan ayam cemani di atas poster bergambar Prabowo-Gibran.
Jack, salah satu massa aksi menjelaskan bahwa ayam cemani dipilih karena melambangkan situasi negara saat ini yang sedang suram, seperti warnanya yang hitam. Selain itu, terdapat pula sesajen berupa tujuh telur ayam yang kemudian dipecahkan.
Kedua, aksi teatikal santet Prabowo-Gibran juga dilakukan mahasiswa saat aksi demonstrasi aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Purwokerto, di halaman kantor Bupati Banyumas, Jawa Tengah, pada Rabu (24/6/2026).
Dalam teatrikal ini terdapat beberapa mahasiswa yang mengenakan topeng Prabowo-Gibran, beberapa diantaranya berperan sebagai rakyat yang tertindas, serta ada juga yang berperan sebagai dukun dengan membawa berbagai macam kembang dan foto Prabowo-Gibran.
Mahasiswa yang berperan sebagai dukun sempat memperagakan aksi 54nt3t. Mahasiswa yang berperan sebagai Prabowo-Gibran pun akhirnya seolah tumbang setelah didoakan oleh dukun.
Dalam aksi demonstrasi ini, mahasiswa menyampaikan beberapa tuntutan yang salah satunya adalah desakan agar program Makan Bergizi Gratis (MBG) memiliki dasar hukum berupa Undang-undang, bukan hanya sekadar Peraturan Presiden (Perpres).***










