Minggu, Juni 28, 2026
spot_img

Gegara Program MBG, Sudah 2 Kali Prabowo-Gibran Disantet Mahasiswa

GEGARA program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang banyak dikecam mahasiswa, Presiden dan Wakik Presiden, Prabowo – Gibran sudah dua kali disantet mahasiswa.

Ini bukanlah ritual santet beneran. Melainkan dua aksi teatikal mahasiswa yang mengecam keras terhadap program yang disinyalir menjadi ‘bancakan anggaran’ sekelompok elit.

Pertama, aksi teatikal santet Prabowo-Gibran dilakukan mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada (FIB UGM), pada Kamis (11/6/2026).

Dalam teatikal ini, mahasiswa menampilkan monolog dukun yang mengecam kondisi negara saat ini. Mahasiswa melakukan  penyembelihan ayam cemani di atas poster bergambar Prabowo-Gibran.

Berita Lainnya  Sudah 5 Orang Calon Manajer Kopdes Meninggal Dunia, BPSDM Kemhan Sampaikan Duka Cita

Jack, salah satu massa aksi menjelaskan bahwa ayam cemani dipilih karena melambangkan situasi negara saat ini yang sedang suram, seperti warnanya yang hitam. Selain itu, terdapat pula sesajen berupa tujuh telur ayam yang kemudian dipecahkan.
Kedua, aksi teatikal santet Prabowo-Gibran juga dilakukan mahasiswa saat aksi demonstrasi aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Purwokerto, di halaman kantor Bupati Banyumas, Jawa Tengah, pada Rabu (24/6/2026).

Dalam teatrikal ini terdapat beberapa mahasiswa yang mengenakan topeng Prabowo-Gibran, beberapa diantaranya berperan sebagai rakyat yang tertindas, serta ada juga yang berperan sebagai dukun dengan membawa berbagai macam kembang dan foto Prabowo-Gibran.

Berita Lainnya  Demo Mahasiswa Tuntut Turunkan Harga Kebutuhan Pokok dan BBM hingga Stop MBG dan KDMP

Mahasiswa yang berperan sebagai dukun sempat memperagakan aksi 54nt3t. Mahasiswa yang berperan sebagai Prabowo-Gibran pun akhirnya seolah tumbang setelah didoakan oleh dukun.

Dalam aksi demonstrasi ini, mahasiswa menyampaikan beberapa tuntutan yang salah satunya adalah desakan agar program Makan Bergizi Gratis (MBG) memiliki dasar hukum berupa Undang-undang, bukan hanya sekadar Peraturan Presiden (Perpres).***

Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Sudah 5 Orang Calon Manajer Kopdes Meninggal Dunia, BPSDM Kemhan Sampaikan Duka Cita

JAKARTA - Kementerian Pertahanan (Kemhan) mengungkap identitas lima peserta Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah...

Komnas Perempuan: Kasus YTR, Penyekapan Perempuan di Bandung Belum Bisa Disebut Penyiksaan Standar PBB

JAKARTA -  Komnas Perempuan menyatakan kasus penganiayaan berat terhadap perempuan berinisial YTR (29) di Bandung, Jawa Barat, belum dapat dikategorikan sebagai penyiksaan berdasarkan definisi...

Dari Dedi Mulyadi hingga Prabowo, Semua Orang Marah pada Kekejaman Taufik Hidayat

BANDUNG - Kasus penyekapan dan penganiayaan yang dilakukan tersangka Taufik Hidayat (30), terhadap kekasihnya YTR di Cileunyi, Kabupaten Bandung, Jawa Barat masih menjadi perbincangan...

Taufik Hidayat Minta Maaf dan Mengaku Menyesal

BANDUNG - Suasana di salah satu ruangan di Mapolda Jawa Barat, Kota Bandung, begitu riuh pada Jumat (26/6/2026). Sebab, di lokasi digelar konferensi pers...

Soal Duit Rp20 Juta ke Ketua BEM FH, Kombes Pol Budi Hermanto : ‘Beneran Polisi atau Orang yang Ngaku Polisi’

JAKARTA - Polda Metro Jaya buka suara mengenai aliran dana yang diterima mahasiswa Universitas Bung Karno (UBK) sebesar Rp 20 juta. Uang itu disebut...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan