Senin, Juli 27, 2026
spot_img

Puncak Kemarau, BPBD Purwakarta Ingatkan Dampak Kekeringan dan Krisis Air Bersih

PURWAKARTA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Purwakarta mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai dampak musim kemarau yang mulai melanda wilayah tersebut.

Berdasarkan prediksi dari BMKG dan informasi dari BPBD Provinsi Jawa Barat, puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada Juli hingga Oktober 2026.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Purwakarta, Heryadi Erlan, mengatakan musim kemarau tahun ini berpotensi memunculkan sejumlah bencana hidrometeorologi kering, mulai dari kekeringan, krisis air bersih, hingga kebakaran hutan dan lahan.

“Kalau kita sebut musim kemarau, lebih kepada hidrometeorologi kering. Kebencanaan yang harus kita antisipasi pertama adalah kekeringan, kekurangan air bersih, kemudian kebakaran hutan dan lahan,” kata Heryadi kepada KOMPAS.com, Kamis (11/6/2026).

Selain itu, menurut dia, cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi meski memasuki musim kemarau.

Berita Lainnya  Forkopimda Karawang dan Kapolda Jabar Rakor Perkuat Kondusifitas Kawasan Industri

Angin puting beliung dan pohon tumbang tetap perlu diwaspadai, terutama di wilayah dengan kondisi geografis tertentu.

Heryadi menjelaskan, sejumlah kecamatan di Purwakarta berpotensi mengalami kekeringan dan kesulitan mendapatkan pasokan air bersih saat puncak kemarau.

Di antaranya Kecamatan Bungursari, Campaka, Cibatu, Purwakarta, Babakancikao, Sukatani, dan beberapa desa di Kecamatan Pasawahan.

Ia menyebut wilayah-wilayah tersebut menjadi perhatian BPBD dalam upaya mitigasi dampak kemarau, terutama terkait kebutuhan air bersih bagi masyarakat.

“Hasil prediksi dari BMKG dan imbauan dari BPBD Provinsi, puncak hidrometeorologi kering atau musim kemarau diperkirakan terjadi pada Juli sampai Oktober. Kami mengimbau seluruh warga Kabupaten Purwakarta untuk mengantisipasi kejadian bencana seperti kekeringan, kebakaran hutan dan lahan, serta cuaca ekstrem,” ujarnya.

Menghadapi kondisi tersebut, BPBD Purwakarta telah melakukan berbagai langkah mitigasi dan kesiapsiagaan dengan berkoordinasi bersama perangkat daerah, instansi vertikal, pemerintah kecamatan, hingga pemerintah desa dan kelurahan.

Berita Lainnya  Job Fair Kota Bekasi, 7 Ribu Pencaker Berebut 3,5 Ribu Loker di 50 Perusahaan

Menurut Heryadi, sosialisasi kepada masyarakat terus dilakukan agar warga memahami langkah-langkah pencegahan risiko bencana selama musim kemarau.

BPBD juga mengimbau masyarakat untuk menggunakan air secara bijak guna mengurangi dampak kekeringan.

Sementara bagi warga yang memiliki lahan di sekitar kawasan hutan, diminta tidak melakukan pembakaran lahan sembarangan karena berisiko memicu kebakaran hutan dan lahan.

“Kami mengimbau masyarakat menghemat penggunaan air dan menggunakan air seperlunya. Bagi warga yang membersihkan lahan, jangan melakukan pembakaran tanpa pengawasan karena dapat menimbulkan kebakaran yang lebih luas,” kata Heryadi.

Ia menambahkan, dampak musim kemarau juga dapat dirasakan sektor pertanian. Berkurangnya ketersediaan air berpotensi memengaruhi pola tanam petani sehingga diperlukan penyesuaian, termasuk dengan menanam komoditas palawija pada lahan yang kesulitan mendapatkan pasokan air.

Berita Lainnya  Respons Warning KPK, Ghazali Center Dorong PUPR Perkuat Tata Kelola Pokir

Untuk mengantisipasi kebutuhan air bersih masyarakat selama musim kemarau, BPBD Purwakarta membuka layanan pengaduan melalui Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) di nomor 0811-9937-117.

“Kami akan berusaha semaksimal mungkin memberikan pelayanan kepada masyarakat terkait kebutuhan air bersih. Kami juga terus berkoordinasi dengan PDAM, dinas terkait, perusahaan air minum, serta sejumlah perusahaan di kawasan industri untuk membantu pemenuhan kebutuhan air bersih warga,” ujar Heryadi.***

Artikel ini telah tayang di Kompas.com : https://bandung.kompas.com/read/2026/06/11/162702978/bpbd-purwakarta-ingatkan-ancaman-kekeringan-dan-krisis-air-bersih-saat.

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Ditabrak Minibus, Pemotor Ayah dan Putrinya Tewas Sampai Terpental ke Atap Bengkel

CILEGON - Polisi masih menyelidiki kasus kecelakaan maut melibatkan pengendara sepeda motor dan minibus di kawasan Merak, Kota Cilegon, Banten, Senin (27/7/2026). Insiden mengerikan...

Judi Online Hingga Indikasi Korupsi, BGN Pecat Ratusan Pegawai yang Terbukti Pelanggaran Berat

JAKARTA - Badan Gizi Nasional (BGN) bersih-bersih internal lembaga dengan memberhentikan ratusan pegawai yang diduga melakukan pelanggaran disiplin. Selain itu, sembilan aparatur sipil negara (ASN)...

Polisi Tetapkan 7 Tersangka dalam Kasus Bentrokan di Tambak – Jakpus

JAKARTA - Polisi telah menetapkan tujuh tersangka dari peristiwa kericuhan maut di kawasan Jalan Tambak, Menteng, Jakarta Pusat. Ketujuh tersangka ditetapkan atas perusakan gerobak...

Kasat Narkoba Tangsel dan Anak Buahnya Terlibat Penyalahgunaan Narkotika

JAKARTA - Bareskrim Polri menyebut Kasat Resnarkoba Polres Tangerang Selatan (Tangsel), AKP Pardiman terlibat kasus penyalahgunaan narkotika jenis etomidate. Etomidate adalah obat bius medis kuat...

Sempat Sembunyi di Kasir Minimarket, Maling Motor di Morowali Tewas Setelah Dihakimi Massa

MOROWALI - Pria berinisial S (33) asal Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan (Sulsel), dikeroyok massa usai diduga mencuri motor di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah (Sulsel). Pengeroyokan...

Hukum

Kasat Narkoba Tangsel dan Anak Buahnya Terlibat Penyalahgunaan Narkotika

JAKARTA - Bareskrim Polri menyebut Kasat Resnarkoba Polres Tangerang Selatan (Tangsel), AKP Pardiman terlibat kasus penyalahgunaan narkotika jenis etomidate. Etomidate adalah obat bius medis kuat...

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan