Rabu, Juli 29, 2026
spot_img

Viral Siswa Olok-olok Guru, KDM akan Kirim 9 Siswa SMAN 1 Purwakarta ke Barak Militer

PURWAKARTA – Alih-alih mendapatkan sanksi skorsing, pihak SMAN 1 Purwakarta akhirnya memilih pendekatan pembinaan dengan memberikan sanksi berupa kegiatan sosial dan penguatan karakter, terhadap 9 siswanya yang viral di media sosial karena mengolok-olok salah seorang gurunya.

Hal ini diketahui, saat Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM) berkunjung laangsung ke SMAN 1 Purwakarta pada Selasa (21/4/2026).

KDM memantau langsung kegiatan pembinaan terhadap 9 siswa tersebut. Mereka mengikuti kegiatan refleksi diri berbasis keagamaan di lingkungan sekolah.

“Ini anak-anaknya mereka lagi refleksi. Jadi dari sembilan orang itu ada non-muslim satu orang, delapannya muslim,” ungkap guru Bimbingan Konseling (BK) kepada KDM, dilansir dari tvonenews.com.

Disampaikannya, program pembinaan tersebut dijalankan selama tiga bulan. Setiap hari, para siswa diwajibkan membersihkan area sekolah sebelum mengikuti kegiatan keagamaan.

Untuk siswa muslim, kegiatan diisi dengan tadarus Alquran, sementara siswa non-muslim menjalankan ibadah sesuai keyakinannya.

“Tadi mereka datang pagi bersih-bersih dulu, setelah bersih-bersih mereka ngaji bareng temannya, mereka tadarus satu hari satu juz dibagi bersembilan. Yang satu Kristen, dia bawa Al Kitab sendiri,” lanjut guru BK tersebut.

Berita Lainnya  Pernyataan 'Menyesatkan', Kantor Hukum Hotman Paris Didemo

Dalam kesempatan itu, KDM juga menggali kondisi keluarga para siswa. Berdasarkan keterangan pihak sekolah, mayoritas siswa berasal dari keluarga yang cukup dan tidak memiliki persoalan serius di rumah.

“Enggak ada pak, sebagian besar orangtuanya mampu, orangtuanya juga menyesali perbuatan anaknya,” ujar guru BK.

Pihak sekolah menyebut para siswa sempat mengalami tekanan mental usai kasus mereka menjadi perhatian publik. Namun, seiring berjalannya waktu, kondisi psikologis mereka mulai membaik.

“Awalnya syok sekali kayak terpuruk kembali. Sekarang sudah kuat, hadapi kembali,” jelas guru BK.

Respons dari orangtua siswa pun disebut positif. Mereka mendukung langkah sekolah yang dinilai lebih membangun dibandingkan hukuman konvensional seperti skorsing.

“Sama sekali tidak (komplain). (Orangtua) sangat bersyukur dengan aturan yang ada di sini,” kata guru BK.

Berita Lainnya  GMNI Ungkap 5 Kejanggalan Pelaksanaan SPMB di Kota Bekasi

Sebagai tindak lanjut, KDM menyiapkan program tambahan untuk memperkuat kedisiplinan para siswa. Mereka dijadwalkan mengikuti pelatihan karakter di barak militer pada Juni mendatang.

“Nanti bulan Juni mereka ikut program barak militer, nanti bareng ketua OSIS yang sekarang,” tegas Dedi.

Bu Syamsiah Sudah Memaafkan Para Siswanya

Sebelumnya diberitakan, Syamsiah, guru mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) di SMAN 1 Purwakarta, menunjukkan kebesaran hati yang jarang ditemui di tengah derasnya arus viral di media sosial.

Meski menjadi korban olok-olok oleh sembilan siswa hingga videonya tersebar luas, guru yang akrab disapa Bu Atun ini memilih untuk memaafkan sepenuhnya.

Keputusan tersebut bukan tanpa alasan. Syamsiah meyakini bahwa peran seorang pendidik tidak berhenti pada pemberian sanksi, melainkan membentuk karakter dan akhlak peserta didik agar menjadi pribadi yang lebih baik.

Syamsiah menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki niat untuk membawa kasus ini ke ranah hukum. Baginya, penyesalan yang ditunjukkan para siswa sudah menjadi bagian dari proses pembelajaran.

Berita Lainnya  Gadis ini Alami Trauma karena Jadi Korban Pemerkosaan Ayah dan Paman Selama Bertahun-tahun

“Saya sudah sangat memaafkan, bahkan mendoakan. Mereka juga menangis menyadari kesalahannya. Kewajiban saya sebagai guru adalah memaafkan agar mereka bisa menjadi generasi yang berakhlak,” ujar Syamsiah, Senin (20/4/2026).

Ia menambahkan bahwa tujuan utamanya sebagai guru adalah membimbing, bukan menghukum secara berlebihan.

“Saya tidak akan pernah melapor. Mindset saya adalah ingin mengubah anak didik menjadi orang yang berakhlak tinggi dan selamat dunia akhirat. Yang salah tidak selamanya salah, yang nakal tidak selamanya nakal. Perubahan itu butuh proses,” tuturnya.

Bagi Syamsiah, perilaku menyimpang siswa merupakan fase yang bisa dilalui dengan pendekatan pendidikan yang tepat.***

Ket foto : Dedi Mulyadi – Bu Syamsiah

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Bea Cukai Sita 20 Ribu Botol Miras Ilegal Senilai Rp 12,5 Miliar

BANDUNG - Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) menggagalkan peredaran 19.142 botol atau setara 14.400,36 liter minuman mengandung etil alkohol (MMEA) atau minuman keras...

Menteri PPN : “MBG Lebih Mendesak Ketimbang Lapangan Kerja”

JAKARTA - Potongan video pidato Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, mendadak viral dan memicu perdebatan di media sosial. Pernyataan Rachmat yang...

Jurnalis Gelar Aksi Tolak Pelabelan ‘Londo Ireng’

SOLO - Sejumlah jurnalis dan lembaga pers mahasiswa (LPM) di Soloraya menggelar aksi damai mengecam tindakan intimidasi terhadap pekerja pers melalui pelabelan "londo ireng"....

Ditabrak Minibus, Pemotor Ayah dan Putrinya Tewas Sampai Terpental ke Atap Bengkel

CILEGON - Polisi masih menyelidiki kasus kecelakaan maut melibatkan pengendara sepeda motor dan minibus di kawasan Merak, Kota Cilegon, Banten, Senin (27/7/2026). Insiden mengerikan...

Judi Online Hingga Indikasi Korupsi, BGN Pecat Ratusan Pegawai yang Terbukti Pelanggaran Berat

JAKARTA - Badan Gizi Nasional (BGN) bersih-bersih internal lembaga dengan memberhentikan ratusan pegawai yang diduga melakukan pelanggaran disiplin. Selain itu, sembilan aparatur sipil negara (ASN)...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan