Selasa, September 22, 2026
Google search engine

Viral Siswa Olok-olok Guru, KDM akan Kirim 9 Siswa SMAN 1 Purwakarta ke Barak Militer

PURWAKARTA – Alih-alih mendapatkan sanksi skorsing, pihak SMAN 1 Purwakarta akhirnya memilih pendekatan pembinaan dengan memberikan sanksi berupa kegiatan sosial dan penguatan karakter, terhadap 9 siswanya yang viral di media sosial karena mengolok-olok salah seorang gurunya.

Hal ini diketahui, saat Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM) berkunjung laangsung ke SMAN 1 Purwakarta pada Selasa (21/4/2026).

KDM memantau langsung kegiatan pembinaan terhadap 9 siswa tersebut. Mereka mengikuti kegiatan refleksi diri berbasis keagamaan di lingkungan sekolah.

“Ini anak-anaknya mereka lagi refleksi. Jadi dari sembilan orang itu ada non-muslim satu orang, delapannya muslim,” ungkap guru Bimbingan Konseling (BK) kepada KDM, dilansir dari tvonenews.com.

Disampaikannya, program pembinaan tersebut dijalankan selama tiga bulan. Setiap hari, para siswa diwajibkan membersihkan area sekolah sebelum mengikuti kegiatan keagamaan.

Untuk siswa muslim, kegiatan diisi dengan tadarus Alquran, sementara siswa non-muslim menjalankan ibadah sesuai keyakinannya.

“Tadi mereka datang pagi bersih-bersih dulu, setelah bersih-bersih mereka ngaji bareng temannya, mereka tadarus satu hari satu juz dibagi bersembilan. Yang satu Kristen, dia bawa Al Kitab sendiri,” lanjut guru BK tersebut.

Berita Lainnya  Massa Rusak Makopolres Sumba Barat, Setelah Polisi Tembak Mati Pencuri Ternak

Dalam kesempatan itu, KDM juga menggali kondisi keluarga para siswa. Berdasarkan keterangan pihak sekolah, mayoritas siswa berasal dari keluarga yang cukup dan tidak memiliki persoalan serius di rumah.

“Enggak ada pak, sebagian besar orangtuanya mampu, orangtuanya juga menyesali perbuatan anaknya,” ujar guru BK.

Pihak sekolah menyebut para siswa sempat mengalami tekanan mental usai kasus mereka menjadi perhatian publik. Namun, seiring berjalannya waktu, kondisi psikologis mereka mulai membaik.

“Awalnya syok sekali kayak terpuruk kembali. Sekarang sudah kuat, hadapi kembali,” jelas guru BK.

Respons dari orangtua siswa pun disebut positif. Mereka mendukung langkah sekolah yang dinilai lebih membangun dibandingkan hukuman konvensional seperti skorsing.

“Sama sekali tidak (komplain). (Orangtua) sangat bersyukur dengan aturan yang ada di sini,” kata guru BK.

Berita Lainnya  Ratusan Pelajar di Cileungsi - Bogor Jadi Korban Konten Pornografi AI

Sebagai tindak lanjut, KDM menyiapkan program tambahan untuk memperkuat kedisiplinan para siswa. Mereka dijadwalkan mengikuti pelatihan karakter di barak militer pada Juni mendatang.

“Nanti bulan Juni mereka ikut program barak militer, nanti bareng ketua OSIS yang sekarang,” tegas Dedi.

Bu Syamsiah Sudah Memaafkan Para Siswanya

Sebelumnya diberitakan, Syamsiah, guru mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) di SMAN 1 Purwakarta, menunjukkan kebesaran hati yang jarang ditemui di tengah derasnya arus viral di media sosial.

Meski menjadi korban olok-olok oleh sembilan siswa hingga videonya tersebar luas, guru yang akrab disapa Bu Atun ini memilih untuk memaafkan sepenuhnya.

Keputusan tersebut bukan tanpa alasan. Syamsiah meyakini bahwa peran seorang pendidik tidak berhenti pada pemberian sanksi, melainkan membentuk karakter dan akhlak peserta didik agar menjadi pribadi yang lebih baik.

Syamsiah menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki niat untuk membawa kasus ini ke ranah hukum. Baginya, penyesalan yang ditunjukkan para siswa sudah menjadi bagian dari proses pembelajaran.

Berita Lainnya  Tak Mampu Bayar Transaksi Open BO, Pedagang Mi Ayam di Bekasi Cekik Wanita Hamil hingga Tewas

“Saya sudah sangat memaafkan, bahkan mendoakan. Mereka juga menangis menyadari kesalahannya. Kewajiban saya sebagai guru adalah memaafkan agar mereka bisa menjadi generasi yang berakhlak,” ujar Syamsiah, Senin (20/4/2026).

Ia menambahkan bahwa tujuan utamanya sebagai guru adalah membimbing, bukan menghukum secara berlebihan.

“Saya tidak akan pernah melapor. Mindset saya adalah ingin mengubah anak didik menjadi orang yang berakhlak tinggi dan selamat dunia akhirat. Yang salah tidak selamanya salah, yang nakal tidak selamanya nakal. Perubahan itu butuh proses,” tuturnya.

Bagi Syamsiah, perilaku menyimpang siswa merupakan fase yang bisa dilalui dengan pendekatan pendidikan yang tepat.***

Ket foto : Dedi Mulyadi – Bu Syamsiah

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Dedi Mulyadi Disandingkan dengan Gibran untuk Pilpres 2029?

Nama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau KDM mulai ramai dikaitkan dengan Pemilihan Presiden 2029. Wacana tersebut salah satunya...

Satir Tajam Ketika Guru Disuruh Mencium Bau MBG : “Guru Berubah Fungsi Jadi Anjing Pelacak”

Guru bernama Desy Idayanti viral setelah melontarkan satir tajam yang menyebut guru kini seperti anjing pelacak, karena harus mencium dan memeriksa makanan program Makan...

KPK Lakukan OTT Bupati Boltara, 13 Orang Lainnya juga Diamankan

KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati Bolaang Mongondow Utara (Boltara), Sirajudin Lasena. KPK menangkap Sirajudin di Jakarta. "Untuk Bupati diamankan di Jakarta," terang...

Cekcok Masalah Biaya Obat Anak, Wanita ini Tusuk Mantan Suaminya hingga Tewas

Seorang ASN berinisial AN (32) tewas ditusuk oleh mantan istrinya berinisial DK (28) atau DLA, di lingkungan Kantor Inspektorat Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI),...

Ratusan Gelondongan Kayu Berlabel Kemenhut Terdampar di Pesisir Pantai Sumenep

Ratusan gelondongan kayu berukuran besar berlabel Kementerian Kehutanan (Kemenhut) terdampar di pesisir Pantai Desa Bicabbi dan Desa Dungkek, Kecamatan Dungkek, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur,...

Hukum

KPK Lakukan OTT Bupati Boltara, 13 Orang Lainnya juga Diamankan

KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati Bolaang Mongondow Utara (Boltara), Sirajudin Lasena. KPK menangkap Sirajudin di Jakarta. "Untuk Bupati diamankan di Jakarta," terang...

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan