Sabtu, September 19, 2026
spot_img

Perang Dingin Abang Ijo dengan Om Zein

PURWAKARTA – Isu dugaan ‘perang dingin’ antara Bupati dan Wakil Bupati Purwakarta belakangan ramai diperbincangkan publik. Namun, Wakil Bupati Purwakarta, Abang ljo Hapidin, secara tegas membantah adanya ketegangan tersebut dan memastikan kondisi pemerintahan daerah tetap berjalan harmonis.

Dalam keterangannya dikutip dari akun Facebook miliknya, Abang lịo menyebut tidak ada konflik atau perpecahan antara dirinya dengan Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein (Om Zein).

la menegaskan bahwa seluruh jajaran pemerintah daerah tetap fokus bekerja untuk kepentingan masyarakat.

“Tidak ada namanya perang dingin, semuanya aman-aman saja. Kami tetap berjalan bersama untuk melayani masyarakat Purwakarta,” ujar Abang ljo dalam pernyataannya dikutip Rabu 15
April 2026.

Pernyataan tersebut sekaligus merespons
berbagai spekulasi yang berkembang di tengah masyarakat terkait hubungan antara pimpinan daerah, terutama setelah muncul kebijakan berbeda dalam menyikapi penyelenggaraan kegiatan hajatan.

Sementara dilansir dari rmol.id, dalam beberapa isu strategis, Abang Ijo kerap menunjukkan posisi yang berbeda, bahkan terkesan mengambil jarak dari pendekatan politik Om Zein.

Berita Lainnya  Aksi Bejatnya Terekam CCTV, Polisi Tangkap Pelaku Pencabulan Bocah 8 Tahun di Bekasi

Mulai dari sorotan soal dugaan pungli di kawasan Cirata, polemik Program Indonesia Pintar di Sukasari, hingga isu terbaru soal kebijakan pengetatan izin keramaian hajatan yang menuai kritik luas.

Di tengah polemik tersebut, publik melihat adanya dua cara pandang yang berbeda dalam membaca persoalan warga.

Perbedaan itu penting, karena dalam politik lokal, persepsi sering kali lebih menentukan daripada penjelasan formal.

Saat kebijakan pemerintah menuai resistensi, publik cenderung mencari siapa sosok yang paling responsif terhadap keresahan mereka. Di titik ini, Abang Ijo memiliki ruang yang sangat strategis.

Ia bukan hanya pejabat yang memahami birokrasi dari dalam, tetapi juga figur yang sudah lama dikenal dekat dengan masyarakat bawah.

Nama Abang Ijo bukan sekadar panggilan populer, melainkan identitas politik yang tumbuh dari kedekatan sosial. Ia punya basis dukungan nyata di kalangan petani, pedagang kecil, komunitas desa, hingga anak muda.

Kekuatan seperti ini tidak bisa dianggap remeh. Dalam kontestasi politik daerah, kedekatan emosional dengan warga sering jauh lebih menentukan daripada kekuatan formal jabatan.

Berita Lainnya  Pengamat Minta KPK Panggil Purbaya Terkait Saweran Live TikTok

Abang Ijo memiliki modal sosial yang tidak mudah dibangun hanya melalui panggung kekuasaan.

Situasi menjadi semakin menarik ketika Abang Ijo sempat ramai diperbincangkan usai curhat di media sosial soal dirinya yang merasa tidak dilibatkan dalam sejumlah proses strategis pemerintahan.

Meski tidak disampaikan secara frontal sebagai kritik politik, sinyal semacam itu cukup untuk memunculkan spekulasi soal kerenggangan di tubuh kekuasaan.

Bagi publik, peristiwa itu bukan sekadar curahan hati seorang wakil bupati. Itu dibaca sebagai tanda bahwa hubungan politik di pucuk pemerintahan Purwakarta tidak seharmonis yang terlihat di permukaan.

Dalam konteks Pilkada 2029, sinyal seperti ini sangat penting karena bisa menjadi embrio lahirnya poros politik baru.

Bagi Om Zein, posisi sebagai petahana memang memberi keuntungan besar. Ia memiliki panggung pemerintahan, akses program, dan legitimasi jabatan.

Namun, keunggulan itu juga datang bersama beban politik. Seluruh janji, capaian, kekurangan, hingga kebijakan yang menuai kritik akan menjadi bahan evaluasi publik.

Berita Lainnya  Bawa 243 Orang, Kapal Feri Virgo Transport 8 Hilang Kontak di Perairan Laut Jawa

Di sinilah Abang Ijo berpotensi menjadi ancaman nyata. Ia punya dua kekuatan sekaligus: tahu cara kerja kekuasaan dari dalam, tetapi tetap punya citra dekat dengan rakyat.

Kombinasi ini sangat berbahaya bagi petahana, karena Abang Ijo bisa tampil sebagai simbol koreksi tanpa harus kehilangan legitimasi pengalaman.

Jika dinamika ini terus berkembang, Pilkada Purwakarta 2029 berpotensi menjadi salah satu pertarungan politik paling sengit dalam sejarah daerah.

Ini bukan sekadar duel dua tokoh, melainkan benturan dua model kepemimpinan: kekuasaan yang bertumpu pada jabatan melawan pengaruh yang tumbuh dari kedekatan sosial.

Retak di kursi kekuasaan hari ini bisa saja menjadi panggung pertarungan besar esok hari. Dan sejauh ini, Abang Ijo sedang menunjukkan bahwa ia bukan lagi sekadar pendamping, melainkan ancaman politik paling nyata bagi Om Zein menuju 2029.***

Sumber : alexanews.id – rmol.id

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Diduga Peras 21 Kepala Sekolah, Dua Staf Dinas Pendidikan Banyuasin Kena OTT di Hotel

Polda Sumatera Selatan melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap dua staf Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuasin berinisial RB dan...

Pejabat Dishub Sukabumi Lecehkan 3 Siswi Magang dengan Modus Karaoke Bersama

SUKABUMI - Sekretaris Dinas Perhubungan (Sekdis) Kabupaten Sukabumi berinisial TIP (54) ditetapkan jadi tersangka atas kasus tindak asusila terhadap tiga siswi magang. Aksi pencabulan...

Pria ini Dilaporkan ke Polisi Setelah Mengaku Bertemu dengan Allah dan Rasulullah

Seorang pria di Jember bernama Abdullah Arrosy dilaporkan ke Polres Jember pada Kamis, 17 September 2026, karena membuat konten TikTok yang mengaku pernah bertemu...

Video Call dan Julukan Lidah Saat Rapat, Sikap Anggota DPR RI Fraksi Gerindra ini Jadi Sorotan

Anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra, Moreno Soeprapto, viral di media sosial setelah tertangkap kamera melakukan video call dan menjulurkan lidah saat mengikuti rapat...

Prabowo : “Saya Bisa Diundang di Acara Tidak Terlalu Besar, Kalau Perlu Tidak Ada Wartawan”

Presiden RI Prabowo Subianto menyatakan kesiapannya untuk menghadiri berbagai agenda kegiatan di seluruh wilayah Indonesia, termasuk ketika diundang Pondok Modern Darussalam Gontor. Pernyataan tersebut disampaikan...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan