Jumat, September 25, 2026
Google search engine

KPK Tetap Usut Dugaan Keterlibatan Nyumarno

JAKARTA – Meskipun sudah ditetapkan tersangka kasus penganiayaan dan pengeroyokan oleh Polres Metro Bekasi, tetapi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan tetap mengusut dugaan keterlibatan anggota DPRD Kabupaten Bekasi dari Fraksi PDIP, Nyumarno, dalam kasus suap ijon proyek yang melibatkan tersangka Bupati Bekasi nonaktif, Ade Kuswara Kunang.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo menyatakan penanganan kasus pidana umum tersebut tidak menghambat penyidikan perkara korupsi yang tengah berjalan.

Berita Lainnya  KDM Ungkap 3 Perusahaan yang Kerjasama dengan PT. Jui Shin Indonesia, Salah Satunya Diduga Milik Anggota DPRD Jabar

“Dimungkinkan (Nyumarno diperiksa KPK),” ujar Budi di Gedung Merah Putih KPK, Kamis (12/2/2026).

Budi menegaskan kasus penganiayaan yang menjerat Nyumarno merupakan perkara terpisah dan tidak berkaitan dengan dugaan suap ijon proyek di Kabupaten Bekasi.

Apabila diperlukan pemeriksaan lanjutan, KPK akan berkoordinasi dengan Polres Metro Bekasi yang kini menahan Nyumarno.

“Nanti tentu kalau memang itu terjadi, kita akan lakukan koordinasi dengan Polres Bekasi,” katanya.

Dalam penyidikan kasus suap ijon proyek, Nyumarno diduga menerima uang sekitar Rp 600 juta dari Sarjan (SRJ), pihak swasta yang telah ditetapkan sebagai tersangka.

Berita Lainnya  Publik Masih Penasaran Alasan Purbaya Dicopot dari Posisi Menkeu

KPK menyebut uang tersebut diberikan secara bertahap. Namun, Nyumarno membantah menerima aliran dana tersebut.

Kasus ini juga menyeret Bupati Bekasi nonaktif Ade Kuswara Kunang dan ayahnya Kepala Desa Sukadami HM Kunang.

Keduanya diduga menerima total Rp 9,5 miliar dari praktik suap ijon proyek, serta gratifikasi lain sehingga jumlah penerimaan mencapai Rp 14,2 miliar.

KPK memastikan penyidikan terus dikembangkan untuk mendalami peran masing-masing pihak dalam kasus suap dan gratifikasi di lingkungan Pemkab Bekasi tersebut.***

Berita Lainnya  Sudah 10 Hari 5 Jurnalis dan 3 Kru Kapal Belum Ditemukan, Operasi Pencarian Dihentikan

Sumber : BeritaSatu.com

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Muncul Spekulasi Publik Jika WBP yang Kepergok di Fasilitas Mewah Lapas Cibinong Adalah Tersangka Korupsi Jimmy Masrin

ENTAH mana yang harus dipercaya, temuan sidak Ombudsman RI atau pernyataan klarifikasi dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kanwil Jabar. Yang pasti temuan fasilitas mewah...

4 Guru SDN 58 Lengkese Alami Gatal-gatal Mulut Setelah Cicipi MBG Sebelum Dibagikan ke Siswa, Terbukti Mengantuk Boraks

Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikirim ke UPT SD Negeri 58 Lengkese, Kecamatan Mangarabombang, Kabupaten Takalar, batal dibagikan kepada siswa setelah sejumlah guru...

Gak Terima Diputusin, Pria ini Ancam Pacarnya Pakai Badik, Bakal Terima Diputusin Kalau Si Cewek Ngasih Duit Rp 200 Ribu

Pemuda berinisial F (22) di Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), diamankan polisi setelah diduga mengancam mantan pacarnya, AR (19), menggunakan senjata tajam jenis badik. Pelaku...

Pimpinan Ponpes Abul Barokat Bantah Pelecehan Santriwati, Bakal Laporkan Media BBC Indonesia

Pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Abul Barokat Wannafahat, Kecamatan Jonggat, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Ahmad Imanuddin Sumar alias AIS atau Abah, menyatakan mundur...

Tanggapi Pernyataan Prabowo, Mahfud MD : “Banyak juga Presiden yang Goblok”

Mahfud MD menilai pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut pakar atau profesor "saking pintarnya jadi goblok" tidak etis disampaikan oleh seorang kepala negara. Mahfud MD...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan