Senin, Agustus 10, 2026
spot_img

KPK Tetap Usut Dugaan Keterlibatan Nyumarno

JAKARTA – Meskipun sudah ditetapkan tersangka kasus penganiayaan dan pengeroyokan oleh Polres Metro Bekasi, tetapi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan tetap mengusut dugaan keterlibatan anggota DPRD Kabupaten Bekasi dari Fraksi PDIP, Nyumarno, dalam kasus suap ijon proyek yang melibatkan tersangka Bupati Bekasi nonaktif, Ade Kuswara Kunang.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo menyatakan penanganan kasus pidana umum tersebut tidak menghambat penyidikan perkara korupsi yang tengah berjalan.

Berita Lainnya  Massa Pendemo Lempar Tikus ke Gedung Kejagung

“Dimungkinkan (Nyumarno diperiksa KPK),” ujar Budi di Gedung Merah Putih KPK, Kamis (12/2/2026).

Budi menegaskan kasus penganiayaan yang menjerat Nyumarno merupakan perkara terpisah dan tidak berkaitan dengan dugaan suap ijon proyek di Kabupaten Bekasi.

Apabila diperlukan pemeriksaan lanjutan, KPK akan berkoordinasi dengan Polres Metro Bekasi yang kini menahan Nyumarno.

“Nanti tentu kalau memang itu terjadi, kita akan lakukan koordinasi dengan Polres Bekasi,” katanya.

Dalam penyidikan kasus suap ijon proyek, Nyumarno diduga menerima uang sekitar Rp 600 juta dari Sarjan (SRJ), pihak swasta yang telah ditetapkan sebagai tersangka.

Berita Lainnya  Kepala BGN : "Jangan Bandingkan Sekolah Rusak dengan Dapur MBG"

KPK menyebut uang tersebut diberikan secara bertahap. Namun, Nyumarno membantah menerima aliran dana tersebut.

Kasus ini juga menyeret Bupati Bekasi nonaktif Ade Kuswara Kunang dan ayahnya Kepala Desa Sukadami HM Kunang.

Keduanya diduga menerima total Rp 9,5 miliar dari praktik suap ijon proyek, serta gratifikasi lain sehingga jumlah penerimaan mencapai Rp 14,2 miliar.

KPK memastikan penyidikan terus dikembangkan untuk mendalami peran masing-masing pihak dalam kasus suap dan gratifikasi di lingkungan Pemkab Bekasi tersebut.***

Berita Lainnya  Penceramah Kondang di Karawang Gus Haris Ikut Jadi Tersangka Kasus Pemerasan Bupati Pemalang

Sumber : BeritaSatu.com

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Gegara Program LKS Gratis, Bupati Aep ‘Dimusuhin’ Anak Buahnya Sendiri

KARAWANG - Lantaran program buku LKS gratis bagi siswa SD dan SMP, Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh mengaku sampai dimusuhin beberapa orang, khususnya beberapa...

Singgung Pembagian ‘Fee’ Saat Live di Medsos, Dedi Mulyadi Minta ASN di Bandung Barat Diberi Sanksi Tegas

BANDUNG - Seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) berstatus PPPK di Pemerintah Kabupaten Bandung Barat berinisial IYV memicu kontroversi setelah melakukan siaran langsung (live) di...

MUI Haramkan Pria Memakai Pakaian Wanita Saat Karnaval Agustusan

JAKARTA - Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyatakan bahwa pria yang mengenakan pakaian wanita, termasuk saat mengikuti karnaval perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia,...

Diduga Korban Perampokan, Ibu dan Anak Tewas Tragis dalam Kondisi Terikat

LANDAK - Warga digegerkan oleh penemuan jasad seorang ibu dan anak balitanya di kawasan hutan Dusun Mamo, Desa Kedama, Kecamatan Kuala Behe, Kabupaten Landak,...

Polda Jabar Tangkap 2 Orang Terduga Penghasutan di Medsos, Pernyataan Presiden Prabowo Soal Nuklir Iran

BANDUNG - Direktorat Reserse Siber Polda Jawa Barat menangkap dua orang terkait unggahan di platform media sosial Threads yang memuat isu mengenai pernyataan Presiden...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan