KARAWANG – Sekitar 14 unit dari 24 unit rumah panggung di Desa Karangligar, Kecamatan Telukjambe Barat, Kabupaten Karawang ikut terendam banjir.
Awalnya, rumah panggung yang merupakan program Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM) ini diharapkan menjadi solusi ‘banjir musiman’ di wilayah tersebut.
Namun setelah Karanglinggar terendam banjir dengan ketinggian 3-4 meter, warga menyebut jika ‘Rumah Panggung KDM’ di Karangligar tidak bisa menjadi solusi banjir akibat curah hujan tinggi disertai luapan Sungai Citarum dan Sungai Cibe’et.
Pasalnya, sekitar 14 rumah panggung ikut terendam banjir dengan ketinggian 50 cm. Alhasil, warga lebih memilih mengungsi ke sanak saudara atau tempat pengungsian yang disediakan BPBD Karawang.
“Untuk rumah panggung ketinggian air masuk ke dalam rumah mencapai 20–50 cm, sementara rumah biasa terendam hingga atap rumah,” tutur Guil, warga setempat.
“Ketinggian rumah panggung yang hanya 3,2 meter tak mampu menghindari ketinggian banjir yang mencapai 3,5 meter,” timpalnya, dilansir dari Kompas.com.
Menurutnya, sudah 46 hari banjir yang mengepung Karanglinggar ini tak kunjung surut. Yaitu dimana ketinggian banjir mencapai 3–4 meter, merendam permukiman warga hingga setinggi atap rumah.
Dan sedikitnya 132 rumah terdampak dan 472 warga terpaksa mengungsi.
Ditegaskan Guil, sampai saat ini belum ada solusi dari pemerintah untuk mengatasi banjir Karangligar.
Dan rumah panggung KDM pun akhirnya tidak bisa menjadi solusi penanganan banjir di wilayah yang berdekatan dengan Sungai Citarum dan Sungai Cibe’et ini.***










