Rabu, Agustus 5, 2026
spot_img

Dibangun Pakai APBD, Penamaan ‘Kampung KDM’ di Purwakarta Sarat Muatan Politik

PURWAKARTA – Pengamat kebijakan publik dari STAI Dr KH EZ Muttaqien Purwakarta, Srie Muldrianto, menilai penamaan kawasan hunian relokasi bencana pergerakan tanah di Desa Panyindangan, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Purwakarta, dengan nama Kampung KDM sarat muatan politis dan berpotensi menimbulkan persoalan di kemudian hari.

Menurut Srie, pembangunan rumah bantuan yang bersumber dari APBD Provinsi Jawa Barat merupakan kewajiban pemerintah, sehingga tidak tepat jika dikaitkan secara personal dengan sosok kepala daerah yang masih hidup dan menjabat.

“Membangun kampung dan rumah warga dari dana APBD itu kewajiban pemimpin, bukan prestasi personal yang layak dikultuskan. Berlebihan jika sampai dijadikan nama kampung,” ujar Srie kepada Tribunjabar.id, Sabtu (17/1/2026).

Ia menilai, pemberian nama Kampung KDM mencerminkan kecenderungan politik pencitraan yang mengandalkan popularitas figur, bukan pembangunan sistem yang berkelanjutan.

Berita Lainnya  Spektakuler! Survei LSI Sebut Tingkat Kepuasan Publik Atas Kinerja KDM Tembus 95,4%

“Politisi di era sekarang memang mudah populer jika tampil beda. Tapi popularitas sering tidak sejalan dengan kapasitas, kompetensi, dan ketulusan dalam menjalankan tugas,” katanya.

Srie juga menyinggung sejumlah kebijakan Gubernur Jawa Barat yang menurutnya kerap bersifat fenomenal namun tidak berkelanjutan, seperti pendidikan anak bermasalah melalui barak militer, wacana jam malam pelajar, pembangunan jalur kereta Garut-Cikajang, hingga dukungan terhadap bahan bakar alternatif Baby Boss yang kini tak jelas kelanjutannya.

Ia menyoroti sektor pendidikan Jawa Barat yang dinilainya masih tertinggal dibanding provinsi lain, meski memiliki banyak perguruan tinggi unggulan.

“Jawa Barat unggul secara kuantitas akses pendidikan, tapi kualitasnya tertinggal. Ini menunjukkan pembangunan belum berbasis sistem, melainkan lebih ke one man show,” ujarnya.

Berita Lainnya  Ade Kunang Akui Terima Rp8,5 Miliar dari Sarjan, 'Katanya' Duit Pinjaman Pribadi, Bukan Gratifikasi

Lebih lanjut, Srie mengingatkan bahwa secara budaya dan sejarah, penamaan kampung atau jalan dengan nama tokoh yang masih hidup tidak lazim dan berpotensi menimbulkan rasa malu bagi warga jika di kemudian hari muncul fakta atau kebijakan yang bertolak belakang dengan harapan publik.

“Kalau suatu saat terjadi hal yang berbeda dari prasangka baik terhadap KDM, yang malu itu warga desa, kecuali hampir akhir hayat, KDM itu harum namanya. Apalagi jika dana pembangunannya dari APBD, ini terkesan seperti kampanye menggunakan uang negara,” ucapnya.

Srie pun menyarankan agar penamaan Kampung KDM dibatalkan dan diganti dengan nama yang lebih mencerminkan kearifan lokal serta sejarah setempat.

“Mendukung pemimpin sewajarnya dan mengkritik pun sewajarnya. Membangun Indonesia tidak bisa mengandalkan satu sosok, tapi sistem yang melahirkan kader-kader unggul,” katanya.

Berita Lainnya  DPR RI Soroti Anggaran Fantastis Rp1,8 Triliun Pengadaan Kipas Angin

Diketahui, Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah mengalokasikan Rp10 miliar dari Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Tahun Anggaran 2025 untuk membangun 40 unit rumah panggung bagi warga terdampak bencana pergerakan tanah di Desa Panyindangan.

Rumah-rumah tersebut kini telah rampung secara fisik, meski belum ditempati karena masih dalam masa pemeliharaan dan keterbatasan infrastruktur jalan lingkungan.(*)

Artikel ini telah tayang di TribunJabar.id dengan judul Pengamat: Penamaan Kampung KDM di Purwakarta Sarat Muatan Politik, Dibangun Pakai APBD, https://jabar.tribunnews.com/purwakarta/1161690/pengamat-penamaan-kampung-kdm-di-purwakarta-sarat-muatan-politik-bangunannya-dana-apbd.
Penulis: Deanza Falevi | Editor: Muhamad Syarif Abdussalam

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Mulut Dilakban, Nenek ini Dirampok Tetangga Saat Mau Laksanakan Salat Dzuhur

JAKARTA - Seorang nenek bernama Hartati (61) datang ke Polsek Cakung melaporkan bahwa dirinya diikat lakban dan dirampok saat hendak melaksanakan salat. Pelaku adalah...

Menag Ajak Masyarakat Bersyukur Atas Kepemimpinan Prabowo karena Berada di Jalur yang Tepat

JAKARTA - Menteri Agama Nasaruddin mengajak seluruh peserta Zikir dan Doa Kebangsaan bersyukur dengan kondisi Indonesia di tengah dinamika geopolitik. Menurut Nasaruddin, kepemimpinan di bawah...

Diduga Korban Konflik Adat, Jasad Pria di Mimika Ditemukan dalam Kondisi Tubuh Penuh Anak Panah

MIMIKA - Seorang warga bernama Jerren Uamang ditemukan tewas dengan puluhan anak panah menancap di tubuhnya di Kampung Amole, Distrik Kwamki Narama, Kabupaten Mimika,...

707 Siswa dan Guru di SMKN 6 Semarang Keracunan MBG, Kepala BGN Minta Maaf

SEMARANG - Sebanyak 707 siswa dan guru SMKN 6 Semarang, Kecamatan Semarang Timur, Kota Semarang, diduga keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Yaitu dimana 693...

KDM akan Beri Hadiah bagi Warga yang Bisa Memposting Keberadaan Warung Tramadol

BANDUNG - Setelah membuka sayembara memburu dan menangkap para pelaku begal untuk diserahkan ke pihak kepolisian dalam kondisi hidup, kini Gubernur Jawa Barat, Kang...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan