JAKARTA – Puluhan siswa dari empat sekolah harus menjalani perawatan intensif karena dugaan keracunan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jakarta Timur.
Hal ini memaksa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bergerak cepat melakukan penanganan darurat sekaligus evaluasi menyeluruh.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung turun langsung meninjau kondisi para siswa di RSKD Duren Sawit pada Sabtu (4/4/2026).
Insiden ini berkaitan dengan layanan dari SPPG Pondok Kelapa II yang diduga menjadi sumber masalah. Dampaknya meluas ke empat sekolah, yakni SMA Negeri 91, SDN Pondok Kelapa 01, SDN Pondok Kelapa 07, dan SDN Pondok Kelapa 09.
“Kami bergerak cepat untuk memastikan kondisi para siswa yang terdampak segera tertangani dengan baik. Hingga saat ini, jumlah korban yang dirawat di tiga rumah sakit, yaitu RSKD Duren Sawit, RS Pondok Kopi, dan RS Harum, tercatat sebanyak 72 orang. Ada beberapa yang sempat datang, tetapi tidak perlu dirawat dan sudah diperbolehkan pulang,” ujarnya.
Gejala yang dialami para siswa menunjukkan indikasi gangguan pencernaan serius, mulai dari demam hingga muntah dan diare. Meski demikian, pemerintah memastikan kondisi pasien saat ini relatif stabil.
“Gejala yang dialami umumnya meliputi demam, mual, muntah, dan diare. Namun, saat ini kondisi para pasien relatif stabil. Kami berharap proses pemulihan dapat berlangsung dalam satu hingga dua hari ke depan sehingga anak-anak dapat kembali beraktivitas,” ucapnya.
Dalam situasi ini, koordinasi lintas instansi langsung diperkuat. Pemprov DKI Jakarta menggandeng Badan Gizi Nasional untuk memastikan penanganan tidak hanya cepat, tetapi juga menyeluruh hingga ke aspek pembiayaan.
“Kami sudah berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional. Fokus utama saat ini adalah memastikan seluruh siswa tertangani dengan baik dan keluarga tidak dibebani persoalan biaya pengobatan,” tegas Pramono.
Langkah investigasi pun langsung dijalankan. Bersama Suku Dinas Kesehatan Jakarta Timur, dilakukan pelacakan (tracing) untuk mengidentifikasi penyebab pasti kejadian, yang akan menjadi dasar evaluasi sistem distribusi MBG ke depan.
Sebagai langkah tegas, operasional SPPG Pondok Kelapa II dihentikan sementara. Pemerintah juga mulai menyiapkan alternatif penyedia layanan agar program MBG tetap berjalan tanpa mengorbankan aspek keamanan pangan.
“Keselamatan dan kesehatan anak-anak adalah prioritas utama. Pemprov DKI Jakarta akan terus mengawal penanganan ini secara serius, memastikan pelayanan kesehatan berjalan optimal, serta berkoordinasi erat dengan pihak terkait agar langkah penanganan dan evaluasi dapat dilakukan secara menyeluruh,” tutur Pramono.
Meski diwarnai insiden, Pramono menegaskan dukungan penuh terhadap program MBG sebagai kebijakan strategis pemerintah pusat. Namun, ia memberi catatan penting: pengawasan harus diperketat agar kejadian serupa tidak terulang.
“MBG merupakan kebijakan pemerintah pusat dan kami sepenuhnya mendukung pelaksanaannya. Kehadiran kami di sini untuk memastikan anak-anak mendapatkan penanganan terbaik. Kami juga akan melakukan evaluasi agar ke depan pelaksanaan program ini semakin baik dan aman bagi seluruh peserta,” pungkasnya. (agr)
Sumber : tvonenews.com










