Sabtu, Maret 21, 2026
spot_img

Serapan Anggaran Paling ‘Melehoy’, Komisi III Warning Dinas Pertanian

KARAWANG – Komisi III DPRD Karawang memberikan warning kepada Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (DPKPP), untuk lebih aktif dan responsif dalam penyerapan anggaran di tahun 2026. Hal ini menyusul kondisi ‘melehoy’ atau paling lemahnya serapan anggaran Dinas Pertanian di tahun 2025 yang hanya mencapai 49%.

Anggota Komisi III, Pendi Anwar mengatakan, pihaknya telah berkomunikasi dengan Sekda H. Asep Aang Rahmatullah selaku Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) untuk membahas persoalan ini. Terlebih, persoalan lemahnya serapan anggaran di Dinas Pertanian ini menjadi pembahasan khusus di Badan Anggaran (Banggar).

Berita Lainnya  Rieke Menduga Ada Motif Lain Dibalik Tewasnya Ermanto Usman

Pasalnya, di tahun 2026 beban kerja Dinas Pertanian bertambah lebih besar karena faktor adanya merger atau penggabungan dengan Dinas Perikanan.

“Kalau tahun kemarin kan hanya Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan saja. Sekarang kan jadi Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan. Kalau tahun kemarin saja serapan anggarannya lemah, apalagi di tahun ini yang beban kerjanya bertambah. Makanya ini harus jadi perhatian serius,” tutur Pendi Anwar, Senin (19/1/2026).

Oleh karenanya di tahun 2026, Komisi III berharap belanja langsung bisa dilakukan lebih awal, minimal di bulan Maret harus sudah direalisasikan (dibelanjakan). “Jangan seperti di tahun 2025, Juli-Agustus baru pelaksanaan,” katanya.

Berita Lainnya  Pemerintah Batasi Akses Medsos untuk Anak di Bawah 16 Tahun

“Kita sudah komunikasi dengan SKPD, januari sudah dilakukan survei program, sehingga Maret-April sudah pelaksanaan realisasi program yang berbentuk fisik,” timpal Pendi.

Resiko Lambannya Realisasi Program Dinas

Dijelaskan Pendi, resiko keterlambatan realisasi program dinas tentu berdampak kepada program yang tidak bisa direalisasikan 100%, sehingga dampaknya akan menjadi program luncuran.

Kedua, anggaran yang tidak terserap tentu akan menjadi SiLPa (Sisa Lebih Perhitungan Anggaran).

“Kan sayang, kenapa anggaran ada tapi tidak bisa dipake. Itu konsekuensi ketika belanja baru bisa dilakukan di triwulan kedua atau ketiga,” kata politisi Partai Demokrat ini.

Berita Lainnya  Komisi V ke Dedi Mulyadi : Perbaiki Transportasi Umum, Bukan Liburkan Angkot Saat Lebaran

Resiko selanjutnya, sambung Pendi, tentu program pembangunan tidak bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

“Makanya nanti di rapat evaluasi triwulan pertama, Komisi III akan menekankan persoalan ini kepada setiap SKPD, khususnya Dinas Pertanian yang serapan anggarannya tahun kemarin paling lemah,” tandasnya.***

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Dedi Mulyadi Mau Pangkas 20% Anggaran Pegawai Jabar

BANDUNG - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyebut Lebaran menjadi momentum untuk evaluasi kinerja Pemerintah Provinsi Jawa Barat, terutama dalam pengelolaan anggaran yang dinilai...

Roy Suryo Ogah Bela Rismon Sianipar, Setelah Minta RJ ke Jokowi

JAKARTA - Pakar telematika Roy Suryo mengaku tidak akan membela Rismon Sianipar yang sedang dilaporkan oleh kubu Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) terkait dugaan kasus ijazah palsu S2...

Yusril Minta Polisi Ungkap Siapa Aktor Intelektualnya

JAKARTA - Komandan Puspom TNI Mayjen TNI Yusri Nuryanto mengungkap tersangka pelaku teror penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus adalah empat prajurit TNI. Empat orang ini disebut...

Kapolres Cilacap Bantah Terima THR Lebaran dari Bupati

CILACAP - Kapolresta Cilacap, Kombes Budi Adhy Buono, menanggapi pernyataan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menyebut dirinya sebagai salah satu pihak yang diduga menjadi...

Polda Metro Jaya Ungkap Perkembangan Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis Kontras

JAKARTA - Polda Metro Jaya mengungkap perkembangan terkini kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Kontras Andrie Yunus. Pelaku diduga berjumlah empat orang dengan...

Hukum

Roy Suryo Ogah Bela Rismon Sianipar, Setelah Minta RJ ke Jokowi

JAKARTA - Pakar telematika Roy Suryo mengaku tidak akan membela Rismon Sianipar yang sedang dilaporkan oleh kubu Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) terkait dugaan kasus ijazah palsu S2...

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan