Sabtu, Maret 21, 2026
spot_img

Sekolah Terendam Banjir, Komisi IV Minta Disdik Segera Keluarkan SE Belajar Daring

KARAWANG – Akibat banjir yang semakin meluas, belasan gedung sekolah di Kabupaten Karawang dikabarkan terendam banjir. Beberapa sekolah dikabarkan terpaksa meliburkan kegiatan belajar mengajar (KBM) siswa.

Menananggapi kabar ini, Komisi IV DPRD Karawang meminta agar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Karawang segera mengeluarkan ‘Surat Edaran’ untuk mewajibkan belajar daring bagi setiap sekolah yang terdampak banjir.

Sekretaris Komisi IV, Asep Syaripudin mengatakan, prediksi BMKG telah menegaskan jika cuaca ektream akan masih berlangsung dari 21-26 Januari. Oleh karenanya, setiap pemerintah daerah harus mengantisipasi dampak dari cuaca ekstream tersebut, termasuk dampak banjir untuk dunia pendidikan.

Ditegaskan Asep Ibe (sapaan akrab), keselamatan siswa dan tenaga pendidik harus diutamakan dalam menyikapi bencana banjir di Karawang ini. Oleh karenanya, kebijakan mengeluarkan Surat Edaran belajar daring bagi sekolah yang terdampak banjir harus segera dilakukan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

Berita Lainnya  OTT Bupati Pekalongan, Keluarga Kuasai Proyek-proyek Pemkab

“Saya pikir Surat Edaran tersebut harus segera dikeluarkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Karawang. Karena kita harus mengutamakan keselamatan siswa dan tenaga pendidik,” tutur Asep Ibe, Jumat (23/1/2026).

Sementara berdasarkan data Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Karawang hingga Jumat (23/1/2026), total ada 14 Sekolah Dasar (SD), satu Madrasah Ibtidaiyah (MI), serta satu Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang dilaporkan terendam banjir akibat intensitas hujan tinggi yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.

Meski demikian, hingga saat ini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan belum mengeluarkan instruksi khusus terkait kebijakan meliburkan sekolah secara menyeluruh. Kebijakan meliburkan KBM siswa baru bersifat situasional, tergantung dari kebijakan kepala sekolah masing-masing.

Berita Lainnya  Babak Baru Dugaan Korupsi Baznas Jabar, Pelapor Dicecar 30 Pertanyaan

“Tidak ada kebijakan meliburkan sekolah dari dinas. Keputusan diliburkan atau tidak disesuaikan dengan kondisi sekolah dan menjadi kewenangan kepala sekolah,” ujar Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Karawang, Wawan Setiawan, dilansir dari Tribun Jabar.

Wawan menjelaskan, sekolah yang terpaksa diliburkan berada di Desa Karangligar, Kecamatan Telukjambe Barat. Hal itu dilakukan karena kondisi lingkungan sekolah tidak memungkinkan untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar.

“Di Karangligar ada dua SD Negeri dan satu SMP yang diliburkan karena memang tidak memungkinkan untuk dilakukan proses belajar-mengajar,” kata dia.

Menyikapi ini, Asep Ibe kembali menegaskan jika Dinas Pendidikan dan Kebudayaan tetap harus mengeluarkan Surat Edaran untuk mewajibkan belajar daring bagi sekolah yang terdampak banjir. Pasalnya, tidak ada yang bisa memprediksi kapan banjir Karawang akan surut.

Berita Lainnya  Tipu-tipu Investasi Bodong hingga Miliaran, Pengusaha Konveksi Dilaporkan ke Polda Jabar

“Jika sekolah tidak diliburkan atau belajar daring, kita bukan hanya khawatir keselamatan siswa dan tenaga pendidik saat di sekolah. Tetapi saat perjalanan mereka menuju sekolah,” kata Asep Ibe.

“Makanya Disdikbud harus mengeluarkan Surat Edaran segera. Karena kita tidak bisa memprediksi kapan banjir surut dan berapa sekolah lagi yang akan terendam banjir beberapa hari ke depan,” tutup politisi Partai Golkar ini.***

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Dedi Mulyadi Mau Pangkas 20% Anggaran Pegawai Jabar

BANDUNG - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyebut Lebaran menjadi momentum untuk evaluasi kinerja Pemerintah Provinsi Jawa Barat, terutama dalam pengelolaan anggaran yang dinilai...

Roy Suryo Ogah Bela Rismon Sianipar, Setelah Minta RJ ke Jokowi

JAKARTA - Pakar telematika Roy Suryo mengaku tidak akan membela Rismon Sianipar yang sedang dilaporkan oleh kubu Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) terkait dugaan kasus ijazah palsu S2...

Yusril Minta Polisi Ungkap Siapa Aktor Intelektualnya

JAKARTA - Komandan Puspom TNI Mayjen TNI Yusri Nuryanto mengungkap tersangka pelaku teror penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus adalah empat prajurit TNI. Empat orang ini disebut...

Kapolres Cilacap Bantah Terima THR Lebaran dari Bupati

CILACAP - Kapolresta Cilacap, Kombes Budi Adhy Buono, menanggapi pernyataan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menyebut dirinya sebagai salah satu pihak yang diduga menjadi...

Polda Metro Jaya Ungkap Perkembangan Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis Kontras

JAKARTA - Polda Metro Jaya mengungkap perkembangan terkini kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Kontras Andrie Yunus. Pelaku diduga berjumlah empat orang dengan...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan