Senin, Maret 30, 2026
spot_img

Ramai #Boikot_Trans7, Majelis Alumni Pesantren Babakan Ciwaringin Tuntut Trans7 Minta Maaf

MENJELANG peringatan Hari Santri Nasional pada 22 Oktober 2025 mendatang, tiba-tiba saja ramai #Boikot_Trans7 di berbagai platform media sosial.

Persoalan ini muncul akibat tayangan program Xpose Trans7 yang dinilai telah menyudutkan dan melecehkan pondok pesantren, santri dan para kiyai.

Abdul Azis, Ketua Majelis Komunikasi Alumni Pesantren Babakan Ciwaringin Cirebon Makom Albab Cabang Karawang menilai jika pemberitaan atau tayangan video Trans7 tersebut telah menyudutkan pesantren, para kiyai dan para santri.

Ia menyayangkan sekelas televisi nasional masih ada pemberitaan seperti itu yang jauh dari etika jurnalistik, dewan redaksi seperti tidak profesional, seperti ada misi menyudutkan kelompok pesantren dengan membuat framing negatif dan buruk.

Berita Lainnya  Pengamat Apresiasi Langkah DLHK, Dorong Sanksi PT. Pindo Deli 4 Jika Terbukti Melanggar

Terlebih beberapa hari ke depan akan dilaksanakan peringatan Hari Santri Nasional.

“Ini pertanda buruk bagi banga dengan masih adanya sekelompok orang yang membuat framing buruk terhadap santri dan pesantren,” tutur Abdul Azis, Selasa (14/10/2025).

Selaku Ketua Alumni Makom Albab, Abi Azis (sapaan akrab) meminta Trans7 untuk memberikan klarifikasi dan permintaan maaf 1×24 jam kepada seluruh santri dan pondok pesantren se-Indonesia tentang pemberitaan tersebut.

“Kalau Trans7 tidak melakukan itu (klarifikasi dan permohonan maaf), kita akan silaturahmi ke kantor Trans7 di Jakarta dengan ribuan santri. Kita akan bersolawat di depan kantor Trans7,” tegasnya.

Berita Lainnya  Geger Temuan Jasad Tanpa Tangan dan Kaki di Dalam Freezer

“Kita akan terus melakukan komunikasi dengan pimpinan pusat Makom Albab di PBNU, PWNU, maupun para pimpinan Makom Albab di Jakarta,” timpalnya.

Tangkapan layar program Xpose Trans7.

Sementara dilansir dari inilah.com, Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Ansor Kota Kediri menyatakan akan memberikan peringatan hukum kepada pimpinan program Xpose yang tayang di stasiun televisi Trans7.

Langkah ini diambil menyusul beredarnya video siaran yang dinilai tidak mendidik dan melecehkan martabat ulama, khususnya terhadap kiai sepuh Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, KH. Anwar Manshur.***

Berita Lainnya  Bupati Karawang Ajak Warga Meriahkan Malam Takbiran dengan 'Festival Bedug Ngadulag'
Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Geger Temuan Jasad Tanpa Tangan dan Kaki di Dalam Freezer

BEKASI - Warga Kabupaten Bekasi digegerkan dengan penemuan jasad seorang penjaga ruko yang juga diketahui bekerja sebagai karyawan freelance ayam geprek, di dalam freezer...

2 Wanita Diduga Jadi Korban Pelecehan, Pelaku Nyebur ke Got

KOTA BEKASI - Dua wanita menjadi korban dugaan pelecehan seksual oleh seorang pria di kawasan Harapan Indah, Kota Bekasi. Usai kejadian, korban sempat mengejar...

Dedi Mulyadi Bantu Keluarga Korban ‘Kecelakaan Maut’ Truk Box Tabrak Warung di Subang

SUBANG – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, turun langsung membantu keluarga korban kecelakaan lalu lintas tragis yang terjadi di wilayah Kecamatan Cipeundeuy, Kabupaten Subang. Bantuan...

Hari Jadi ke-78 Tahun, Pemkab Subang Siapkan Pesta Rakyat

SUBANG – Pemerintah Kabupaten Subang resmi meluncurkan rangkaian kegiatan dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-78 Kabupaten Subang tahun 2026. Perayaan tahun ini mengusung semangat kebersamaan...

Dugaan Pencemaran Kali Cigempol, LMP Desak KDM Tindak Tegas PT. Pindo Deli 4

KARAWANG - Desakan untuk menindak tegas dugaan pencemaran Kali Cigempol (anak Sungai Citarum) di Desa Kutanegara Kecamatan Ciampel Kabupaten Karawang oleh PT. Pindo Deli...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan