Minggu, Maret 22, 2026
spot_img

Purwakarta Langsung Gaspol Rereongan Sapoe Sarebu

PURWAKARTA – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, resmi meluncurkan gerakan Rereongan Sapoe Sarebu (Poe Ibu) yang mengajak masyarakat, ASN hingga pelajar untuk menyisihkan Rp1.000 per hari.

‎Program ini dilaksanakan serentak di seluruh Jawa Barat, termasuk di Kabupaten Purwakarta. Kick off dimulai dari Kantor Setda Purwakarta, diikuti jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), kecamatan, hingga desa.

‎”Mulai hari ini kita gerakan bersama. Dari ASN, pelajar, sampai masyarakat bisa ikut menyumbang seribu rupiah setiap hari.”

“Sumbangan ini sifatnya ikhlas, bukan paksaan,” kata Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein atau Om Zein kepada wartawan, Senin (6/10/2025).

‎Diketahui, melalui Surat Edaran (SE) Nomor 149/PMD.03.04/KESRA, program ini diarahkan untuk membantu kebutuhan darurat warga kurang mampu di bidang pendidikan dan kesehatan.

‎Contohnya, warga yang sakit tapi tidak tercover biaya transportasi atau kebutuhan pendamping saat berobat.

Berita Lainnya  PT. PPJM Salurkan Bantuan Sembako untuk Warga Sumurkondang

Begitu pula untuk pendidikan, seperti pembelian seragam sekolah atau kebutuhan lain bagi pelajar dari keluarga tidak mampu.

‎”Sekolah memang gratis, BPJS juga ada. Tapi ongkos ke rumah sakit, atau baju sekolah yang harus dibeli, itu kan masih jadi kendala. Nah, lewat program ini bisa dibantu,” ucap Om Zein.

‎Untuk menghindari penyelewengan, Om Zein mengatakan, setiap desa maupun OPD membentuk bendahara khusus.

‎Dana yang terkumpul, kata dia, akan disimpan di masing-masing bendahara desa atau instansi terkait.

‎Meski bukan dana pemerintah, Om Zein menyebutkan, laporan pemasukan dan pengeluaran tetap akan diaudit oleh Inspektorat.

‎Selain itu, lanjut dia, posko pengaduan dibuka di rumah kepala desa dan tingkat kabupaten agar masyarakat bisa mengawasi langsung.

‎”Ini ikhtiar percepatan pelayanan. Dana gotong royong ini dikelola secara terbuka. Masyarakat bisa ikut mengawasi melalui pos pengaduan yang kami siapkan,” ucapnya.

‎Program Rereongan Sapoe Sarebu menjadi simbol solidaritas dan kebersamaan masyarakat Jawa Barat. Dengan menyisihkan Rp1.000 per hari, diharapkan kebutuhan mendesak masyarakat yang tidak tercover program pemerintah bisa segera tertangani.

‎”Gerakan ini sederhana, tapi dampaknya besar. Kalau semua ikut, nilainya bisa luar biasa untuk membantu warga yang benar-benar membutuhkan,” ujar Om Zein.(*)

Berita Lainnya  Arif Dianto Nyalon Ketua KADIN Karawang

Artikel ini telah tayang di TribunJabar.id dengan judul Bantu Ongkos Berobat dan Baju Sekolah, Purwakarta Kick Off Rereongan Sapoe Sarebu, https://jabar.tribunnews.com/jabar-region/1149584/bantu-ongkos-berobat-dan-baju-sekolah-purwakarta-kick-off-rereongan-sapoe-sarebu.

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Dedi Mulyadi Mau Pangkas 20% Anggaran Pegawai Jabar

BANDUNG - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyebut Lebaran menjadi momentum untuk evaluasi kinerja Pemerintah Provinsi Jawa Barat, terutama dalam pengelolaan anggaran yang dinilai...

Roy Suryo Ogah Bela Rismon Sianipar, Setelah Minta RJ ke Jokowi

JAKARTA - Pakar telematika Roy Suryo mengaku tidak akan membela Rismon Sianipar yang sedang dilaporkan oleh kubu Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) terkait dugaan kasus ijazah palsu S2...

Yusril Minta Polisi Ungkap Siapa Aktor Intelektualnya

JAKARTA - Komandan Puspom TNI Mayjen TNI Yusri Nuryanto mengungkap tersangka pelaku teror penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus adalah empat prajurit TNI. Empat orang ini disebut...

Kapolres Cilacap Bantah Terima THR Lebaran dari Bupati

CILACAP - Kapolresta Cilacap, Kombes Budi Adhy Buono, menanggapi pernyataan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menyebut dirinya sebagai salah satu pihak yang diduga menjadi...

Polda Metro Jaya Ungkap Perkembangan Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis Kontras

JAKARTA - Polda Metro Jaya mengungkap perkembangan terkini kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Kontras Andrie Yunus. Pelaku diduga berjumlah empat orang dengan...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan