Senin, Juli 20, 2026
spot_img

Purwakarta Langsung Gaspol Rereongan Sapoe Sarebu

PURWAKARTA – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, resmi meluncurkan gerakan Rereongan Sapoe Sarebu (Poe Ibu) yang mengajak masyarakat, ASN hingga pelajar untuk menyisihkan Rp1.000 per hari.

‎Program ini dilaksanakan serentak di seluruh Jawa Barat, termasuk di Kabupaten Purwakarta. Kick off dimulai dari Kantor Setda Purwakarta, diikuti jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), kecamatan, hingga desa.

‎”Mulai hari ini kita gerakan bersama. Dari ASN, pelajar, sampai masyarakat bisa ikut menyumbang seribu rupiah setiap hari.”

“Sumbangan ini sifatnya ikhlas, bukan paksaan,” kata Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein atau Om Zein kepada wartawan, Senin (6/10/2025).

‎Diketahui, melalui Surat Edaran (SE) Nomor 149/PMD.03.04/KESRA, program ini diarahkan untuk membantu kebutuhan darurat warga kurang mampu di bidang pendidikan dan kesehatan.

‎Contohnya, warga yang sakit tapi tidak tercover biaya transportasi atau kebutuhan pendamping saat berobat.

Berita Lainnya  Lagi, PT. PPJM Santuni Ratusan Yatim Piatu dan Jompo, H. ME. Suparno : "Tidak Ada Kata Terakhir untuk Kebaikan"

Begitu pula untuk pendidikan, seperti pembelian seragam sekolah atau kebutuhan lain bagi pelajar dari keluarga tidak mampu.

‎”Sekolah memang gratis, BPJS juga ada. Tapi ongkos ke rumah sakit, atau baju sekolah yang harus dibeli, itu kan masih jadi kendala. Nah, lewat program ini bisa dibantu,” ucap Om Zein.

‎Untuk menghindari penyelewengan, Om Zein mengatakan, setiap desa maupun OPD membentuk bendahara khusus.

‎Dana yang terkumpul, kata dia, akan disimpan di masing-masing bendahara desa atau instansi terkait.

‎Meski bukan dana pemerintah, Om Zein menyebutkan, laporan pemasukan dan pengeluaran tetap akan diaudit oleh Inspektorat.

‎Selain itu, lanjut dia, posko pengaduan dibuka di rumah kepala desa dan tingkat kabupaten agar masyarakat bisa mengawasi langsung.

‎”Ini ikhtiar percepatan pelayanan. Dana gotong royong ini dikelola secara terbuka. Masyarakat bisa ikut mengawasi melalui pos pengaduan yang kami siapkan,” ucapnya.

‎Program Rereongan Sapoe Sarebu menjadi simbol solidaritas dan kebersamaan masyarakat Jawa Barat. Dengan menyisihkan Rp1.000 per hari, diharapkan kebutuhan mendesak masyarakat yang tidak tercover program pemerintah bisa segera tertangani.

‎”Gerakan ini sederhana, tapi dampaknya besar. Kalau semua ikut, nilainya bisa luar biasa untuk membantu warga yang benar-benar membutuhkan,” ujar Om Zein.(*)

Berita Lainnya  Mpok Atiek Naksir Dedi Mulyadi, Tapi Ngaku Harus Sadar Umur

Artikel ini telah tayang di TribunJabar.id dengan judul Bantu Ongkos Berobat dan Baju Sekolah, Purwakarta Kick Off Rereongan Sapoe Sarebu, https://jabar.tribunnews.com/jabar-region/1149584/bantu-ongkos-berobat-dan-baju-sekolah-purwakarta-kick-off-rereongan-sapoe-sarebu.

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Motif Tekanan Ekonomi, Oknum Polisi Rampok Toko Emas

ACEH - Tim gabungan Polres Aceh Selatan bersama personel Subdit Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Aceh menangkap seorang oknum polisi yang diduga merampok...

Spanyol Rebut Gelar Piala Dunia, Pecahkan Rekor Laju Tak Terkalahkan

East Rutherford - Spanyol merebut gelar juara Piala Dunia 2026 dengan nyaris sempurna. Spanyol melengkapi suksesnya dengan menciptakan rekor baru laju tak terkalahkan terpanjang. La...

Wacana Pemberlakuan SPP di SMA-SMK, KDM : “Cukup dengan Dana BOS”

BANDUNG - Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi kembali angkat bicara soal wacana pemberlakuan biaya Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) di SMA-SMK Negeri. Ia menyebut sudah...

Dualisme KADIN Karawang Buat Dunia Usaha dan Industri Jadi Bingung

KARAWANG - Dinamika dualisme kepengurusan Kamar Dagang dan Industri (KADIN) di Kabupaten Karawang kembali menjadi perhatian publik pada pertengahan Juli 2026. Dalam rentang waktu...

Sahroni Kritik Hotman Paris : “Gak Usah Bawa-bawa Nama Presiden”

JAKARTA - Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni mengkritik Hotman Paris, kuasa hukum mantan Jampidsus Febrie Ardiansyah, karena membawa-bawa nama Presiden Prabowo Subianto....

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan