Senin, Maret 30, 2026
spot_img

Prabowo Sentil Pihak ‘Nyinyir’ yang Minta MBG Dihentikan

BANDUNG – Presiden Prabowo Subianto menyinggung pihak yang nyinyir membesar-besarkan kasus keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) dan meminta program itu dihentikan. Padahal, secara statistik, Prabowo menyebut kasus keracunan masih terhitung 0,0007 persen dari total keseluruhan 1,4 miliar porsi MBG yang dibagikan.

Hal itu disampaikan Prabowo saat orasi ilmiah di sidang senat terbuka Universitas Kebangsaan Republik Indonesia (UKRI), yang digelar di The Trans Luxury Hotel, Bandung, Jawa Barat, Sabtu (18/10/2025). Prabowo awalnya menyebut program MBG kini telah mencapai 36,2 juta penerima manfaat.

“Tiap hari 36,2 juta penerima manfaat, 12.205 dapur masing-masing dapur mempekerjakan 50 orang masing-masing dapur menimbulkan 15 supplier makanan di desa itu masing-masing supplier mempekerjakan 5 sampai 10 pekerja petani dan sebagainya. Saudara-saudara, ini prestasi yang tidak sedikit, tidak kecil, dan ini kita dibicarakan di dunia internasional,” kata Prabowo.

Prabowo menyebut Indonesia kini menjadi perhatian dunia karena program MBG yang dijalankan. Indonesia menjadi negara ke-79 yang menjalankan program makan gratis kepada rakyat.

Berita Lainnya  Gus Yaqut Pakai Rompi Orange : Saya Tidak Menerima Uang Sepeser pun...

“Seminggu yang lalu saya menerima rombongan dari Rockefeller Institute, yang sudah bekerja 100 tahun di bidang pangan di bidang program antikelaparan dan antikemiskinan, dan dia mengatakan program yang sedang dijalankan oleh Indonesia ini menjadi perhatian seluruh dunia waktu. Kita mulai program MBG ini baru 77 negara yang melaksanakan kita waktu itu kalau tidak salah negara ke-78 atau ke-79 sekarang sudah ada 112 negara dan sebagian besar ikut contoh kita,” ujarnya.

Prabowo lalu menyinggung pihak yang nyinyir dan mengejek program MBG. Pihak tersebut membesar-besarkan kekurangan seperti kasus keracunan dan meminta MBG dihentikan.

“Kita berani melakukan, dan ada beberapa orang pintar beberapa saja orang pintar atau orang yang menganggap dirinya pintar ya kan atau menganggap dirinya orang paling pintar di Indonesia yang selalu nyinyir, selalu mengejek program ini dan selalu mengangkat-angkat kesulitan atau kesalahan,” ujarnya.

“Memang program ini tidak sempurna dalam pelaksanaan sampai sekarang ada beberapa ribu anak yang sakit perut keracunan makan, tapi yang dibesarkan adalah keracunan seolah-olah program ini harus dihentikan,” lanjut Prabowo.

Berita Lainnya  Bismillah, Bupati Aep Bakal 'Sulap' Gubuk Reot Milik Lansia Jadi Rulahu

Prabowo membeberkan data total 1,4 miliar porsi makanan yang telah dibagikan dan tercatat 8 ribu kasus keracunan. Ia menyebut secara statistik kasus keracunan itu 0,0007 persen dari total keseluruhan.

“Jadi, kalau diambil statistik, adalah 0,0007 atau 0,0008 persen, artinya program ini 99,99 persen berhasil. Jadi di mana ada usaha manusia yang 99,99 persen berhasil dibilang gagal,” ujarnya.

Meski MBG masih tergolong zero error, Prabowo berharap tidak boleh ada satu pun yang menjadi korban. Prabowo berkomitmen untuk terus memperbaiki program tersebut.

“Tapi kita tidak mau ada satu pun, tidak boleh ada satu pun, anak yang sakit mungkin karena makanan kurang bagus, kurang bersih, dan sebagainya. Tapi, kalau 1,4 miliar dibagi 8.000, saya kira ini masih, kalau dalam ilmu pengetahuan, dalam sains, ini masih dalam koridor katakanlah coridor of error ya,” ujarnya.

Prabowo sudah meminta semua dapur memakai alat-alat terbaik. Ia juga meminta guru di sekolah untuk menyosialisasikan kebersihan.

Berita Lainnya  Yusril Minta Polisi Ungkap Siapa Aktor Intelektualnya

“Tapi kita mau zero error, kita mau zero defect walaupun sangat sulit. Tapi kita harus, kita sudah perintahkan semua dapur harus punya alat-alat yang terbaik untuk membersihkan dan kita akan sempurnakan terus,” ucapnya.

“Kita minta semua guru untuk anak-anak sebelum makan cuci tangan yang benar, kalau perlu harus diajarkan bagaimana makan pakai sendok untuk mencegah kalau virus bakteri bisa dari mana saja. Ini saya highlight ini karena ini sangat penting kita ini dianggap penjuru dianggap contoh selain berhasil India. Indonesia dianggap yang paling berani dan kita sekarang dianggap ya salah satu yang paling cepat mencapai 36 juta penerima manfaat dalam waktu 1 tahun,” lanjutnya.***

Artikel ini telah tayang di detiknews, “Prabowo Sentil Pihak Nyinyir Besar-besarkan Kasus Keracunan-Minta MBG Disetop” selengkapnya https://news.detik.com/berita/d-8166658/prabowo-sentil-pihak-nyinyir-besar-besarkan-kasus-keracunan-minta-mbg-disetop.

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Geger Temuan Jasad Tanpa Tangan dan Kaki di Dalam Freezer

BEKASI - Warga Kabupaten Bekasi digegerkan dengan penemuan jasad seorang penjaga ruko yang juga diketahui bekerja sebagai karyawan freelance ayam geprek, di dalam freezer...

2 Wanita Diduga Jadi Korban Pelecehan, Pelaku Nyebur ke Got

KOTA BEKASI - Dua wanita menjadi korban dugaan pelecehan seksual oleh seorang pria di kawasan Harapan Indah, Kota Bekasi. Usai kejadian, korban sempat mengejar...

Dedi Mulyadi Bantu Keluarga Korban ‘Kecelakaan Maut’ Truk Box Tabrak Warung di Subang

SUBANG – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, turun langsung membantu keluarga korban kecelakaan lalu lintas tragis yang terjadi di wilayah Kecamatan Cipeundeuy, Kabupaten Subang. Bantuan...

Hari Jadi ke-78 Tahun, Pemkab Subang Siapkan Pesta Rakyat

SUBANG – Pemerintah Kabupaten Subang resmi meluncurkan rangkaian kegiatan dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-78 Kabupaten Subang tahun 2026. Perayaan tahun ini mengusung semangat kebersamaan...

Dugaan Pencemaran Kali Cigempol, LMP Desak KDM Tindak Tegas PT. Pindo Deli 4

KARAWANG - Desakan untuk menindak tegas dugaan pencemaran Kali Cigempol (anak Sungai Citarum) di Desa Kutanegara Kecamatan Ciampel Kabupaten Karawang oleh PT. Pindo Deli...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan