Minggu, Maret 22, 2026
spot_img

Plt Bupati Bekasi Datangi KPK, Komisi I Tegaskan RPJMD Harus Tetap Berjalan

BEKASI – Didampingi sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Bekasi, Plt Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja dikabarkan mendatangi Gedung KPK pada Selasa (13/1/2026).

Tak ada kaitannya dengan kasus suap ijon proyek yang menjerat Bupati non-aktif Ade Kuswara Kunang. Pasalnya, kedatangan Asep Surya Atmaja ke KPK dalam rangka konsultasi terkait rencana pelantikan pejabat eselon II hasil open bidding.

Sebagai bentuk kehati-hatian, Asep Surya Atmaja memang belum memiliki kewenangan penuh dalam setiap pengambilan keputusan atas kebijakan di pemerintahan Bekasi. Karena statusnya masih sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Bupati.

Menyikapi kabar ini, Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Bekasi, Ridwan Arifin meminta agar Plt Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja untuk tetap fokus menjalankan tugas sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025-2030.

Berita Lainnya  Rieke Menduga Ada Motif Lain Dibalik Tewasnya Ermanto Usman

Ia juga mendorong Plt Bupati Bekasi segera melaksanakan pembangunan infrastruktur dan program sosial yang sudah dianggarkan di APBD 2026. Beberapa program tersebut antara lain terkait kesehatan, pembayaran BPJS, pengadaan obat di RSUD, pembayaran utang operasional RSUD, serta pembangunan infrastruktur sekolah.

Tak hanya itu, Anggota Fraksi Partai Gerindra ini menekankan perlunya percepatan rotasi dan mutasi pegawai di lingkungan pemerintah Kabupaten Bekasi.

“Karena Pemerintahan Kabupaten Bekasi diisi oleh ASN, segera lakukan rotasi mutasi di level ASN sampai eselon IV kalau perlu. Ini butuh penyegaran dan konsepnya adalah pelayanan,” tutur Ridwan Arifin, dilansir dari RadarBekasi.id.

Berita Lainnya  Cekcok Asmara, Ismail Balas Cekikan Pacarnya hingga Tewas : 'Dia Minta Saya Ceraikan Istri dan Menikahinya'

Ridwan juga menegaskan Plt Bupati harus memberikan dukungan kepada unsur pemerintahan daerah agar menjalankan tugas sesuai aturan, sehingga sistem pemerintahan tetap berjalan tanpa terganggu kepentingan pribadi.

“Hari ini bukan pribadi yang sedang bernegara, tetapi sistem. Beda halnya dengan kerajaan, kalau kerajaan ketika raja enggak ada, kerajaan bisa kalang kabut. Tapi kalau bicara sistem pemerintahan semua harus jalan, karena sudah ada pos masing-masing,” jelasnya.

Ia juga mengapresiasi langkah Plt Bupati yang meminta masukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kelanjutan roda pemerintahan Kabupaten Bekasi.

Berita Lainnya  OTT Bupati Pekalongan, Keluarga Kuasai Proyek-proyek Pemkab

“Langkah yang dilakukan Plt dalam konteks meminta masukan KPK sangat bagus. Kalau perlu juga berkoordinasi dengan Forkopimda, Kejaksaan, Pengadilan, Polres, dan pihak-pihak tertentu lainnya, supaya semua berjalan dengan baik,” jelasnya.

Ridwan berharap KPK segera memberikan keputusan agar roda pemerintahan Kabupaten Bekasi dapat berjalan dengan baik.

“Kita berharap KPK segera memberikan putusan, apapun itu dan semoga bisa segera memberikan kepastian, supaya roda Pemerintah Kabupaten Bekasi berjalan,” tandasnya.***

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Gus Yaqut Menghilang di Rutan, Ternyata Jadi Tahanan Rumah

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK ) membenarkan mantan Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas (Gus Yaqut) tak lagi menjalani penahanan di Rumah...

Dedi Mulyadi Mau Pangkas 20% Anggaran Pegawai Jabar

BANDUNG - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyebut Lebaran menjadi momentum untuk evaluasi kinerja Pemerintah Provinsi Jawa Barat, terutama dalam pengelolaan anggaran yang dinilai...

Roy Suryo Ogah Bela Rismon Sianipar, Setelah Minta RJ ke Jokowi

JAKARTA - Pakar telematika Roy Suryo mengaku tidak akan membela Rismon Sianipar yang sedang dilaporkan oleh kubu Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) terkait dugaan kasus ijazah palsu S2...

Yusril Minta Polisi Ungkap Siapa Aktor Intelektualnya

JAKARTA - Komandan Puspom TNI Mayjen TNI Yusri Nuryanto mengungkap tersangka pelaku teror penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus adalah empat prajurit TNI. Empat orang ini disebut...

Kapolres Cilacap Bantah Terima THR Lebaran dari Bupati

CILACAP - Kapolresta Cilacap, Kombes Budi Adhy Buono, menanggapi pernyataan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menyebut dirinya sebagai salah satu pihak yang diduga menjadi...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan