Rabu, Maret 25, 2026
spot_img

Para Kiyai Sepuh ‘Turun Gunung’, Konflik PBNU Berakhir

KEDIRI – Konflik PBNU akhirnya berakhir, setelah para kiyai sepuh dari jajaran Mustasyar seperti KH. Ma’ruf Amin, KH. Anwar Manshur, KH. Nurul Huda Djazuli, KH. Abdullah Ubab Maimoen, hingga KH. Machasin ‘turun gunung’ untuk mendinginkan suasana dalam menengahi persoalan yang terjadi.

Alhasil, Muktamar ke-35 segera digelar dalam waktu dekat, seiring mulai berakhirnya konflik internal di PBNU.

Kesepakatan itu dihasilkan sejumlah kiai sepuh dalam Rapat Konsultasi Syuriyah bersama Mustasyar PBNU di Ponpes Lirboyo, Kediri, Jawa Timur, pada Kamis (25/12/2025).

Menanggapi hal itu, Juru Bicara Rapat di Ponpes Lirboyo Kediri, KH Abdul Mu’id Shohib (Gus Muid), menyatakan, dalam agenda tersebut para peserta menyepakati satu suara Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama harus segera digelar sebagai solusi pemungkas dari konflik internal PBNU.

“Ini momentum krusial karena mampu mempertemukan Rais Aam KH. Miftachul Akhyar dan Ketua Umum KH. Yahya Cholil Staquf dalam satu forum untuk pertama kalinya, sejak ketegangan melanda,” kata Gus Muid.

Berita Lainnya  Mojtaba Khamenei Resmi Pimpin Iran, Netanyahu Bersumpah Lanjutkan Perang

​Ia mengatakan, forum tersebut secara mufakat memberikan mandat kepada duet kepemimpinan tertinggi PBNU untuk menyiapkan gelaran muktamar. Bahkan walaupun sempat terjadi dinamika organisasi, pelaksanaan muktamar tetap berada di tangan mandatatris Muktamar ke-34 Lampung.

​”Saat ini, hasil musyawarah menyepakati agar Muktamar NU ke-35 segera digelar. Untuk kapan pelaksanaannya diserahkan kepada Rais Aam dan Ketua Umum PBNU,” kata Gus Muid.

Gus Muid optimis, upaya itu sebagai jalan tengah yang konstitusional demi mengakhiri dualisme persepsi terkait pemberhentian pengurus dan menjaga marwah organisasi di mata nahdliyin.

“Tampak hal berbeda dalam persiapan muktamar kali ini. Sebab, penentuan waktu, tempat, hingga susunan kepanitiaan tidak hanya diputuskan oleh pengurus harian, tetapi wajib melibatkan Mustasyar dan para pengasuh pondok pesantren besar di Indonesia,” katanya.

Terlebih, lanjut Gus Muid, langkah ini bertujuan untuk menjaga kebersamaan dan keterbukaan pelaksanaan muktamar. Bahkan hal ini juga melibatkan sesepuh dan pengasuh pesantren adalah kunci agar proses ini memiliki legitimasi moral yang kuat.

Berita Lainnya  1.756 Personel Amankan Arus Mudik di Karawang

​”Keterlibatan para kiai sepuh seperti KH. Ma’ruf Amin, KH. Anwar Manshur, hingga KH. Nurul Huda Djazuli diharapkan mampu mendinginkan suasana dan memastikan transisi kepemimpinan berjalan dengan akhlakul karimah,” kata Gus Muid.

Di tempat sama, Rais Syuriah PBNU KH Muhibbul Aman Aly (Gus Muhib) mengemukakan, hasil pertemuan Lirboyo memiliki kekuatan hukum organisasi yang sah. Ia juga menepis anggapan bahwa pertemuan tersebut hanyalah obrolan informal antar tokoh.

​”Jadi rapat di Lirboyo ini bukanlah keputusan pribadi, tapi keputusan resmi organisasi NU. Ini kebetulan bertempat di Lirboyo,” kata Gus Muhib.

​Diketahui, pada agenda ini tampak suasana hangat dan kekeluargaan yang menyelimuti pertemuan tersebut memberikan sinyal positif bagi warga NU. Khususnya, setelah berbulan-bulan diwarnai ketegangan, maka kembalinya para pimpinan dalam satu meja di Lirboyo menjadi kado akhir tahun bagi keutuhan Jam’iyyah Nahdlatul Ulama.

Berita Lainnya  Warga Menangis Tagih Janji KDM dan Lurah Jujun

Adapun Rapat konsultasi yang diinisiasi oleh Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama tersebut dihadiri oleh Rais ‘Aam PBNU, KH. Miftachul Akhyar, beserta jajaran Pengurus Syuriyah PBNU, yaitu KH. Abdullah Kafabihi, KH. Mu’adz Thohir, KH. Imam Buchori, KH. Idris Hamid, H. Muhammad Nuh, Gus Muhib, Gus Yazid, Gus Afifuddin Dimyati, Gus Moqsith Ghozali, Gus Latif, Gus Sarmidi Husna, Gus Tajul Mafakhir, Gus Athoillah Anwar, dan Gus Nadzif.

Hadir pula Ketua Umum PBNU, KH. Yahya Cholil Staquf, beserta Pengurus Tanfidziyah PBNU, H. Amin Said Husni.***

Sumber : rri.co.id

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Kangkangi Inpres, IWOI Karawang Soroti Minimnya Keterlibatan KDKMP dalam Program MBG

KARAWANG — Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWOI) DPD Karawang menyoroti dugaan pelanggaran terhadap Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembentukan...

Pakar Hukum : KPK Mending di Bawah Kejagung dan Polri

JAKARTA - Pakar Hukum Pidana Universitas Brawijaya, Aan Eko Widiarto menilai, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sepatutnya menjadi lembaga di bawah Kejaksaan Agung (Kejagung) atau...

Tangan Tak Diborgol, Gus Yaqut Kembali Jadi Tahanan Rutan

JAKARTA - Tangan eks Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas tak diborgol saat kembali ditahan usai sempat dialihkan menjadi tahanan rumah. KPK mengatakan petugas...

Disuruh PL Buat Ngecek Warem, Pria ini Malah Temukan Pemilik Tempat Karaoke Tewas Membusuk

SUBANG - Warga Pantura di wilayah Patokbeusi, Kabupaten Subang, digegerkan dengan penemuan jenazah pemilik warung remang-remang (Warem). Korban bernama Ani Anggraeni (47), warga Tasikmalaya,...

Kecelakaan Maut di Majalengka, 6 Pemudik Asal Rengasdengklok Tewas

MAJALENGKA - Kecelakaan maut menimpa mobil travel jenis Elf yang membawa rombongan pemudik di turunan Desa Maniis, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, Senin (23/3/2026) malam....

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan