Minggu, Maret 22, 2026
spot_img

Masih Ada Oknum Jual Nama ‘Timses Pilkada’ untuk Minta Jatah Proyek di Dinas-dinas

KARAWANG – Satu Tahun telah berlalu, Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak di Kabupaten Karawang dimenangkan oleh Pasangan Calon (Paslon), H. Aep Syaepuloh dan H. Maslani. Tentu euforia kemenangan bukan hanya sekedar tepuk tangan dan kepuasan hati para pendukung saja. Melainkan ada harapan lain dibalik itu semua.

Porsi kue Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) begitu menggiurkan untuk dapat dinikmati dalam bentuk kegiatan proyek pengadaan barang dan jasa. Informasi liar mulai bertebaran, dimana patut diduga ada beberapa terduga oknum yang masih mengatas namakan tim sukes meminta jatah proyek APBD di beberapa dinas.

Menanggapi perihal tersebut, salah seorang pemerhati politik dan pemerintahan yang juga bagian dari pendukung Paslon Aep – Maslani, yaitu Andri Kurniawan bependapat, bahwa dinamika seperti itu merupakan hal yang lumrah.

Berita Lainnya  Bukan Hanya Isu Kerakyatan, PDIP Karawang juga Fokus Kawal Potensi Anak Muda

“Tetapi yang terpenting pak Bupati H. Aep tidak pernah merestui, apalagi sampai memerintahkan kepada kalangan pendukung untuk mendapatkan proyek dengan cara – cara yang tidak baik,” katanya.

“Hingga sampai saat ini yang saya perhatikan, pak Bupati tidak pernah melakukan hal demikian. Selama ini semua kegiatan pengadaan barang dan jasa disetiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) berjalan secara normatif dan on the track,” timpal Andri.

Lebih lanjut Andri menjelaskan, baik itu di OPD teknis yang terdapat kegiatan pembangunan konstruksi, maupun pengadaan berupa barang dan jasa di OPD lainnya, menurutnya masih berjalan secara profesional.

Berita Lainnya  Gus Yaqut Ditahan KPK, Cak Imin: Enggak Ada Hubungannya Sama Saya

Penunjukan penyedia jasa secara langsung dilakukan secara profesional, dengan pertimbangan aspek normatif dan track record yang baik.

“Buktinya banyak pihak yang sewaktu Pilkada bagian dari pendukung kompetitor atau lawan politik Bupati, tapi tetap mendapatkan proyek,” katanya.

“Ya kalau pun ada yang kemudian mengatas namakan tim sukses atau yang mengaku dekat dengan pak Bupati, itu hoax dan hanya akal-akalan oknum saja, yang tidak diketahui oleh beliau,” timpal Andri.

Menurutnya, kalau memang ada yang jual – jual nama Bupati, apalagi sampai melakukan tindakan intervensi terhadap Pengguna Anggaran (PA) dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), termasuk terhadap Kelompok Kerja (Pokja) di Barang dan Jasa Sekretariat Daerah (Barjas Setda) Karawang, maka sebagai bagian dari Non-Governmental Organization (NGO), Andri mengaku tidak akan segan – segan mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) untuk memprosesnya.

Berita Lainnya  Partai NasDem Jabar Target Posisi 3 Besar di Pemilu 2029

“Sebab tindakan tersebut dapat mencoreng nama baik Bupati. Kita harus belajar dari kasus hukum yang sedang terjadi di Kota Bandung. Dimana Wakil Wali Kotanya patut diduga melakukan Abuse Of Power. Saya menduga, selain ada ‘mens-rea’ untuk mendapatkan keuntungan, patut diduga adanya desakan permintaan dari kalangan pendukung,” pungkasnya.***

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Dedi Mulyadi Mau Pangkas 20% Anggaran Pegawai Jabar

BANDUNG - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyebut Lebaran menjadi momentum untuk evaluasi kinerja Pemerintah Provinsi Jawa Barat, terutama dalam pengelolaan anggaran yang dinilai...

Roy Suryo Ogah Bela Rismon Sianipar, Setelah Minta RJ ke Jokowi

JAKARTA - Pakar telematika Roy Suryo mengaku tidak akan membela Rismon Sianipar yang sedang dilaporkan oleh kubu Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) terkait dugaan kasus ijazah palsu S2...

Yusril Minta Polisi Ungkap Siapa Aktor Intelektualnya

JAKARTA - Komandan Puspom TNI Mayjen TNI Yusri Nuryanto mengungkap tersangka pelaku teror penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus adalah empat prajurit TNI. Empat orang ini disebut...

Kapolres Cilacap Bantah Terima THR Lebaran dari Bupati

CILACAP - Kapolresta Cilacap, Kombes Budi Adhy Buono, menanggapi pernyataan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menyebut dirinya sebagai salah satu pihak yang diduga menjadi...

Polda Metro Jaya Ungkap Perkembangan Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis Kontras

JAKARTA - Polda Metro Jaya mengungkap perkembangan terkini kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Kontras Andrie Yunus. Pelaku diduga berjumlah empat orang dengan...

Hukum

Roy Suryo Ogah Bela Rismon Sianipar, Setelah Minta RJ ke Jokowi

JAKARTA - Pakar telematika Roy Suryo mengaku tidak akan membela Rismon Sianipar yang sedang dilaporkan oleh kubu Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) terkait dugaan kasus ijazah palsu S2...

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan