BEKASI – Proses pencarian korban longsor gunungan sampah di TPST Bantargebang Bekasi masih terus dilakukan oleh tim gabungan pada Senin (9/3/2026).
Namun, proses evakuasi menghadapi sejumlah kendala, mulai dari tingginya timbunan sampah hingga kandungan gas berbahaya di lokasi.
“Tumpukan sampahnya sangat tinggi dan terkait dengan kandungan gas karena ini sampah, jadi sangat bahaya sekali untuk kesehatan tentunya,” ujar Kepala Seksi Operasi Kantor SAR Jakarta Akhmad Rizkiansyah kepada awak media, Senin (9/3/2026).
Selain itu, Akhmad menyebut, kondisi cuaca juga memengaruhi proses pencarian.
“Beberapa hari sebelumnya cuaca hujan dengan intensitas cukup tinggi. Semoga cuacanya hari ini mendukung,” kata Rizki.
Rizki menyebutkan, berdasarkan data sementara terdapat 13 korban dalam peristiwa longsor tersebut.
“Empat sudah ditemukan selamat, empat orang ditemukan meninggal dunia, dan sisanya ada lima orang sesuai dengan laporan yang masuk dari kepolisian masih hilang,” ujar Rizki.
Kelima korban yang masih dalam pencarian terdiri dari dua sopir truk pengangkut sampah dan tiga pemulung yang berada di lokasi saat longsor terjadi.
Sedangkan dua kendaraan sopir truk yang diduga hilang dalam peristiwa tersebut ditemukan dalam kondisi ringsek parah.
Dalam operasi pencarian, tim SAR mengerahkan sejumlah alat berat untuk membuka timbunan sampah di lokasi kejadian.
“Saat ini kita pencarian menggunakan alat berat atau ekskavator dari DLH. Total ada kurang lebih sekitar 15 ekskavator,” kata Rizki.
Selain itu, proses pencarian juga melibatkan 336 personel gabungan dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD, Dinas Kesehatan, DLH, Damkar, dan Satpol PP.
Sebelumnya diberitakan, longsor gunungan sampah TPST Bantargebang terjadi pada Minggu (8/3/2026) sore ketika sejumlah truk sampah mengantre untuk membuang muatan di area pembuangan.
“Pada saat truk sampah antre mau buang sampah sekitar pukul 14.30 WIB, tiba-tiba tumpukan sampah longsor sehingga sopir yang antre untuk buang sampah tertimbun longsoran sampah,” ujar anggota rescue Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bekasi, Eko Uban kepada awak media, Minggu (8/3/2026).
Pantauan Kompas.com di lokasi, Senin (9/3/2026), di sekitar area longsor terlihat sejumlah genangan air yang masih tersisa akibat hujan yang mengguyur wilayah tersebut dalam beberapa hari terakhir.
Di lokasi terdapat posko pengaduan orang hilang akibat bencana longsor TPST Bantargebang di mana dokter Polisi (Dokpol) dari Polres Metro Bekasi Kota juga tampak berjaga.***
Sumber : Kompas.com
Foto : AntaraNews









