KARAWANG – Kali kedua, aksi unjuk rasa kembali digelar oleh mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Karawang, di depan Kantor Bupati Karawang, Senin (3/11/2025).
Aksi ini merupakan lanjutan dari demonstrasi sebelumnya yang menyoroti kebijakan kenaikan pajak daerah yang dinilai tidak berpihak pada masyarakat kecil.
Pantauan di lapangan, aksi kali ini berlangsung lebih tegang dibanding sebelumnya. Mahasiswa menyuarakan kembali tuntutan agar Pemerintah Kabupaten Karawang segera mengevaluasi kebijakan pajak yang dianggap membebani rakyat, serta menyoroti kenaikan tunjangan anggota DPRD yang disebut tidak sejalan dengan kondisi ekonomi masyarakat.
Koordinator aksi, Dany Himanurung, menyebutkan bahwa langkah ini adalah bentuk kekecewaan atas tidak adanya respon konkret dari pemerintah setelah aksi pertama dilakukan.
“Kami sudah menyampaikan aspirasi dengan cara yang santun, tapi tidak ada tindak lanjut nyata. Maka hari ini kami datang lagi untuk menegaskan bahwa rakyat butuh keadilan fiskal, bukan kebijakan yang mencekik,” ujar Dany.
Ia menegaskan, mahasiswa GMNI tidak akan berhenti sampai kebijakan tersebut benar-benar dievaluasi.
“Kami akan terus bergerak sampai pemerintah mendengar. Kenaikan pajak ini bukan solusi, tapi sumber kesenjangan baru. Kami ingin keadilan bagi masyarakat Karawang,” tambahnya.
Aparat keamanan terlihat berjaga di sekitar lokasi untuk mengantisipasi potensi kericuhan. Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, pihak Pemerintah Kabupaten Karawang belum memberikan keterangan resmi terkait tuntutan mahasiswa tersebut.***
Sumber : instagram @halokrw










