Minggu, Maret 22, 2026
spot_img

Kajari Purwakarta Bantah Ada OTT Jaksa oleh Kejagung

PURWAKARTA – Kejaksaan Negeri (Kejari) Purwakarta membantah isu terkait operasi tangkap tangan (OTT) atas seorang jaksa yang tersebar di pesan WhatsApp pada Selasa (23/12/2025) malam.

Pesan tersebut menyebut bahwa kegiatan OTT dilakukan oleh Kejagung dan turut melibatkan seorang jaksa serta sejumlah pejabat daerah yang turut terjaring.

“Tidak ada OTT seperti kabar yang beredar,” kata Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Purwakarta Apsari Dewi melalui Kepala Seksi Intelijen Kejari Purwakarta Febrianto Ary Kustiawan dalam keterangan diterima di Jakarta, Sabtu (27/12/2025).

Berita Lainnya  Ermanto Usman, Dirampok atau Dibunuh Secara Terencana?

Febrianto mengatakan bahwa tim Kejagung mendatangi Kejari Purwakarta untuk menindaklanjuti adanya aduan dari masyarakat.

“Namun, memang ada tim dari Kejagung yang datang untuk menindaklanjuti adanya laporan pengaduan,” katanya.

Terkait itu, tim Kejagung pun meminta klarifikasi terhadap seorang jaksa di Kejari Purwakarta. Jaksa tersebut kemudian diminta datang ke Gedung Kejagung, Jakarta untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

Febrianto pun kembali menegaskan bahwa tak ada OTT yang dilakukan oleh Kejagung terhadap jaksa di Purwakarta.

Berita Lainnya  Kasus Pelanggaran Perlindungan Konsumen, Richard Lee Resmi Ditahan

“Sekali lagi saya luruskan, tidak ada OTT seperti kabar yang beredar belakangan ini,” ujarnya.

Lebih lanjut, Febrianto mengingatkan masyarakat untuk tidak langsung mempercayai berita yang disebarkan pihak tertentu mengingat saat ini Kejari Purwakarta di bawah kepemimpinan Apsari Dewi sedang sangat fokus menjalankan tugasnya.***

Sumber : Republika.co.id

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Dedi Mulyadi Mau Pangkas 20% Anggaran Pegawai Jabar

BANDUNG - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyebut Lebaran menjadi momentum untuk evaluasi kinerja Pemerintah Provinsi Jawa Barat, terutama dalam pengelolaan anggaran yang dinilai...

Roy Suryo Ogah Bela Rismon Sianipar, Setelah Minta RJ ke Jokowi

JAKARTA - Pakar telematika Roy Suryo mengaku tidak akan membela Rismon Sianipar yang sedang dilaporkan oleh kubu Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) terkait dugaan kasus ijazah palsu S2...

Yusril Minta Polisi Ungkap Siapa Aktor Intelektualnya

JAKARTA - Komandan Puspom TNI Mayjen TNI Yusri Nuryanto mengungkap tersangka pelaku teror penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus adalah empat prajurit TNI. Empat orang ini disebut...

Kapolres Cilacap Bantah Terima THR Lebaran dari Bupati

CILACAP - Kapolresta Cilacap, Kombes Budi Adhy Buono, menanggapi pernyataan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menyebut dirinya sebagai salah satu pihak yang diduga menjadi...

Polda Metro Jaya Ungkap Perkembangan Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis Kontras

JAKARTA - Polda Metro Jaya mengungkap perkembangan terkini kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Kontras Andrie Yunus. Pelaku diduga berjumlah empat orang dengan...

Hukum

Roy Suryo Ogah Bela Rismon Sianipar, Setelah Minta RJ ke Jokowi

JAKARTA - Pakar telematika Roy Suryo mengaku tidak akan membela Rismon Sianipar yang sedang dilaporkan oleh kubu Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) terkait dugaan kasus ijazah palsu S2...

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan