Rabu, Maret 25, 2026
spot_img

Jalan Utama di Kawasan HI Bekasi Ditutup, Warga dan Pelaku Usaha Protes Pengembang

BEKASI – Sejumlah pelaku usaha di kawasan Kota Harapan Indah (HI), Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, mengeluhkan perubahan akses jalan utama yang dilakukan tanpa sosialisasi terlebih dahulu. Mereka menilai langkah sepihak dari pihak pengembang membuat usaha mereka kini sepi pengunjung.

Ferdy, salah satu pemilik ruko di kawasan tersebut, mengaku kaget saat mendapati sebagian jalan utama di depan rukonya ditutup dan arus kendaraan dialihkan ke jalur samping yang lebih sempit.

“Kami membeli ruko dengan keyakinan bahwa posisi bangunan berada di jalan utama, sesuai dengan informasi dan brosur penjualan. Tapi sekarang jalannya ditutup dan dialihkan. Dampaknya, usaha kami jadi sepi,” ujar Ferdy kepada TribunBekasi.com, Minggu (2/11/2025).

Berita Lainnya  Wakapolda Jabar Sidak Pospam Mudik di Purwakarta

Ia menyebut perubahan jalur itu berdampak pada aksesibilitas, estetika, hingga aktivitas ekonomi di kawasan tersebut. Arah kendaraan yang kini harus memutar dan melewati jalur belok kiri yang lebih sempit membuat arus lalu lintas tersendat di beberapa titik dan meningkatkan risiko kecelakaan.

Menurut Ferdy, warga dan para pelaku usaha merasa keputusan pengembang tidak transparan karena tidak pernah ada sosialisasi terbuka.

Mereka menduga langkah itu mengabaikan prinsip keterbukaan informasi publik dan partisipasi masyarakat sebagaimana diatur dalam peraturan tata ruang dan pelayanan publik.

Berita Lainnya  Pastikan Keamanan Liburan Lebaran, Kapolres Metro Bekasi Tinjau Lokasi Wisata

“Warga dan pelaku usaha akan menyampaikan pengaduan ke Pemerintah Kabupaten Bekasi dan ditembuskan ke DPRD serta instansi terkait,” ucapnya.

Dalam surat pengaduan yang sedang disiapkan, warga meminta Pemkab Bekasi meninjau ulang proyek perubahan akses jalan tersebut serta mengembalikan fungsinya seperti semula sebagai fasilitas publik.

Langkah itu, kata Ferdy, merupakan bentuk kepedulian masyarakat terhadap keteraturan tata ruang, keselamatan pengguna jalan, dan keberlangsungan usaha di kawasan Harapan Indah.

“Kami juga berharap pemerintah turun langsung ke lapangan untuk memastikan seluruh kegiatan pembangunan sesuai ketentuan hukum dan izin yang berlaku,” imbuhnya.

Berita Lainnya  Polemik MBG Pancawati, ini Hasil Temuan Satgas Pengawas MBG Karawang

Sementara itu, TribunBekasi.com telah berupaya menghubungi pihak pengembang Damai Putra Group untuk meminta tanggapan terkait keluhan tersebut. Namun hingga berita ini diturunkan, pihak pengembang belum memberikan respons.***

Artikel ini telah tayang di WartaKotalive.com dengan judul Jalan Utama di Harapan Indah Bekasi Ditutup, Warga dan Pelaku Usaha Protes Pengembang, https://wartakota.tribunnews.com/bekasi/872959/jalan-utama-di-harapan-indah-bekasi-ditutup-warga-dan-pelaku-usaha-protes-pengembang.
Penulis: Rendy Rutama | Editor: Mohamad Yusuf

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Tangan Tak Diborgol, Gus Yaqut Kembali Jadi Tahanan Rutan

JAKARTA - Tangan eks Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas tak diborgol saat kembali ditahan usai sempat dialihkan menjadi tahanan rumah. KPK mengatakan petugas...

Disuruh PL Buat Ngecek Warem, Pria ini Malah Temukan Pemilik Tempat Karaoke Tewas Membusuk

SUBANG - Warga Pantura di wilayah Patokbeusi, Kabupaten Subang, digegerkan dengan penemuan jenazah pemilik warung remang-remang (Warem). Korban bernama Ani Anggraeni (47), warga Tasikmalaya,...

Kecelakaan Maut di Majalengka, 6 Pemudik Asal Rengasdengklok Tewas

MAJALENGKA - Kecelakaan maut menimpa mobil travel jenis Elf yang membawa rombongan pemudik di turunan Desa Maniis, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, Senin (23/3/2026) malam....

Pelaku Pembunuhan Cucu Mpok Nori Ditangkap Saat akan Melarikan Diri

JAKARTA - Polisi menangkap WNA Irak berinisial F yang merupakan pelaku pembunuhan cucu seniman senior Mpok Nori, DA (37) di Bambu Apus, Cipayung, Jakarta Timur....

Pemerintah Wacanakan Siswa Belajar di Rumah

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno mengatakan kebijakan efisiensi energi perlu mempertimbangkan pengalaman saat masa pandemi COVID-19. "Langkah efisiensi...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan