GARUT – Wakil Bupati Garut, Luthfianisa Putri Karlina, mengeluarkan permintaan khusus menjelang hari pernikahannya dengan Maula Akbar. Permintaan itu berupa tak ada yang mengirimkan papan bunga pada hari pernikahannya.
Prosesi pernikahan Putri dengan Putra Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, itu akan digelar pada 14-17 Juli 2025 di Kabupaten Garut, Jawa Barat.
Dia lebih menyarankan agar warga mengganti papan bunga dengan satu buah bibit pohon.
“Ini sebagai tanda cinta untuk kelestarian alam. Jadi kami mohon papan bunga itu diganti dengan bibit pohon,” ujar Putri saat dihubungi Tribunjabar.id, Sabtu (12/7/2025).
Ia menuturkan, bibit-bibit pohon itu akan ditanam di sebuah kawasan yang akan dijadikan kawasan hijau baru di Garut.
Ada sejumlah tempat yang akan dijadikan kawasan hijau baru, satu di antaranya di wilayah Sungai Cimanuk, Tarogong Kidul.
“Nanti (teknisnya) ditaman oleh kami. Pemkab berencana membuat Leuweung Panganten (Hutan Pengantin),” ungkapnya.
Leuweung Panganten itu, ungkap Putri. akan menjadi hutan baru di Garut. Para pengantin baru di Garut pun akan ikut terlibat dalam menanam pohon di kawasan tersebut.
“Nanti jadi tempat menanam bibit pohon baru, untuk para pengantin yang baru menikah dan bagi yang mampu. Bagus tidak kalau namanya Leuweung Panganten?” ucapnya.
Putri juga meminta masyarakat Garut untuk mendoakan kelancaran segala bentuk proses yang akan dijalaninya, mulai dari prosesi akad hingga resepsi.
Ia berharap momen sakral tersebut bisa berlangsung dengan khidmat, penuh kebahagiaan, dan diberkahi oleh Allah SWT.
“Kami mohon doanya ya, mohon doanya,” ucap dia. (*)
Sumber : TribunJabar










