Rabu, September 23, 2026
Google search engine

HRD PT. FCC Indonesia Berlindung di Ketiak Dedi Mulyadi

KARAWANG – Di tengah pernyataan kontroversial yang membuat gaduh publik Karawang dan berujung kasus hukum, Manajer HRD/GA PT. FCC Indonesia, Oktav Ardiansyah terpantau menghadap Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi beberapa hari lalu.

Kehadiran Oktav di Lembur Pakuan-Subang bersama Kadisnaker Karawang, Rosmalia Dewi dan Kades Wadas, H. Jujun Junaedi tersebut sontak semakin membuat publik Karawang semakin bereaksi.

Kini giliran Ketua DPC Peradi (Perhimpunan Advokat Indonesia) Karawang, Asep Agustian SH. MH angkat bicara.

Praktisi hukum yang akrab disapa Askun ini menilai, kehadiran Oktav Ardiansyah di Lembur Pakuan menggambarkan jika Manajer HRD/GA PT. FCC Indonesia tersebut seakan sedang ‘berlindung di ketiak Dedi Mulyadi’, atas persoalan yang sedang dihadapinya.

“Begitu videonya viral dan memancing kemarahan warga Karawang, dia langsung meminta maaf dan jumpa pers melakukan klarifikasi,” tutur Asep Agustian SH. MH.

Berita Lainnya  Nekat Tanam Ganja di Rumah, ASN di Bandung Diciduk Polisi

“Tapi dia tidak hadir di RDP (rapat dengar pendapat) yang digelar DPRD Karawang. Eh, tiba-tiba ada di Lembur Pakuan bersama Kadisnaker. Kalau bukan berlindung di ketiak gubernur, apa coba namanya,” timpal Askun.

Asep Agustian, SH. MH.

Atas persoalan ini, Askun meminta Polres Karawang tegak lurus dalam menindaklanjuti laporan LBH Bumi Proklamasi yang telah melaporkan Oktav Ardiansyah atas dugaan ujaran kebencian terhadap warga Karawang dengan pernyataan viralnya : ‘Aduh susah deh orang Karawang diajarinnya, orang Karawang gak pinter-pinter’.

Dan praktisi hukum yang dikenal keras dengan pernyataan-pernyataanya di media massa ini juga menegaskan, jika permintaan maaf dan klarifikasi Oktav, serta pertemuannya dengan Kang Dedi Mulyadi tidak akan menghilangkan atas perbuatan hukum yang dilakukannya.

Berita Lainnya  Ramai Fenomena Planet Venus Berdekatan dengan Bulan Sabit, ini Penjelasan BRIN

“Gak ngaruh, proses hukum harus tetap berjalan, agar ini menjadi pembelajaran bagi HRD perusahaan/industri lain yang selama ini disinyalir selalu mendiskreditkan kompetensi warga Karawang dalam hal rekrutmen tenaga kerja,” katanya.

“Lagian apa sih hasilnya setelah bertemu gubernur, gak ada kan?. Yang ada semakin memperkeruh suasana. Apalagi di pertemuan itu ada Kadisnaker yang jelas-jelas dari awal diintruksikan Bupati Karawang untuk menyelesaikan persoalannya,” tandas Askun.

Sayangkan Kehadiran Kadisnaker di Lembur Pakuan

Askun juga menyayangkan kehadiran Kadisnaker Karawang, Rosmalia Dewi di Lembur Pakuan bersama Oktav Ardiansyah dan Kades Wadas. Pertanyaanya, apakah kehadiran Kadisnaker tersebut sudah ataz izin Bupati Karawang atau belum.

“Tiba-tiba Kadisnaker juga ada di Lembur Pakuan. Kok bisa nyelonong sendiri tanpa izin dari bupati. Padahal jelas dari awal bupati sudah intruksi agar Kadisnaker menyelesaikan persoalannya. Ini tiba-tiba menghadap gubenur, seakan Bupati Karawang gak bisa menyelesaikan persoalannya,” katanya.

Berita Lainnya  Korban Keracunan MBG Sudah Capai 43.838 Orang, JPPI : Seperti Kebal Hukum, Tak Ada Penyedia yang Diproses Hukum

Seharusnya, kata Askun, Kadisnaker meminta arahan terlebih dahulu kepada bupati atau sekda, sebelum ia menghadap gubernur di Lembur Pakuan.

Karena menurutnya, hal ini berkaitan langsung dengan integritas pemerintah daerah dan kepemimpinan Bupati Aep secara pribadi.

“Saya yakin Pak Bupati juga pasti kesel tuh melihat kelakuan Kadisnaker. Meskipun ia beralasan katanya di telpon Disnaker Jabar, tapi saya kira itu hanya alasan pembenaran dan pembelaan diri saja,” tandasnya.***

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Tanggapi Pernyataan Prabowo, Mahfud MD : “Banyak juga Presiden yang Goblok”

Mahfud MD menilai pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut pakar atau profesor "saking pintarnya jadi goblok" tidak etis disampaikan oleh seorang kepala negara. Mahfud MD...

Ustaz Das’ad Latif Kritik Keras Buku Islam Ala Prabowo : “Penjilat Luar Biasa itu”

Ustaz Das'ad Latif secara blak-blakan memberikan kritik keras terhadap buku berjudul "Islam Ala Prabowo" yang sempat memicu kontroversi di masyarakat. Dalam salah satu tausiyahnya yang...

KPK Diminta Bongkar Dugaan Gratifikasi Pencaplokan Lahan Hutan Jadi Kawasan Industri di Karawang

KARAWANG - Menjelang aksi demonstrasi yang akan digelar Serikat Tani Karawang (SETAKAR) ke kantor ATR/BPN Karawang, pada Kamis (24/9/2026), Praktisi Hukum dan Pengamat Kebijakan,...

KPK Tetapkan Bupati Bolmut sebagai Tersangka Kasus Pemerasan Proyek Pemerintahan

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sirajudin Lasena sebagai tersangka terkait kasus dugaan pemerasan proyek-proyek di Pemkab Bolmut, pada Selasa...

Siswa SD di Lampung Tengah Meninggal Usai Tersedak Kelengkeng Menu MBG

Seorang siswa sekolah dasar (SD) di Kabupaten Lampung Tengah meninggal dunia setelah tersedak buah kelengkeng. Buah tersebut merupakan bagian dari menu program Makan Bergizi...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan