PURWAKARTA – Gerombolan monyet liar menyerang pemukiman warga hingga kawasan industri di Kecamatan Jatiluhur Kabupaten Purwakarta. Serangan itu diduga akibat kerusakan lingkungan hutan yang menyebabkan mereka kekurangan makanan.
“Monyet-monyet itu berasal dari hutan di sekitarnya. Kemungkinan sementara (pemicu serangan monyet) sepertinya kekurangan bahan makanan di hutan. Tapi itu baru dugaan sementara,” kata Camat Jatiluhur Endang Saepudin, Rabu, 5 November 2025.
Menurutnya, serangan monyet-monyet itu tidak sampai menyebabkan korban luka atau kehilangan barang milik warga. Namun, kemunculan hewan tersebut semakin intensif dan kerap bergerombol sehingga membuat warga takut untuk mengusirnya.
Warga yang merasa semakin terganggu akhirnya melaporkan kejadian itu kepada sejumlah pihak, seperti kepolisian bahkan pasukan pemadaman kebakaran. Petugas lintas instansi itu akhirnya bergabung melakukan pengusiran gerombolan monyet liar bersama-sama.
“Bhabinkamtibmas turut serta dalam aksi pengusiran monyet secara langsung bersama warga dan aparat lain, seperti yang terjadi di Kampung Cilegong Utara, di mana Polsek Jatiluhur membantu mengusir hama monyet yang masuk pemungkiman,” kata Kepala Polisi Sektor Jatiluhur, Komisaris Abdul Kodir.
Menurutnya, gerombolan monyet liar itu diperkirakan berjumlah lebih dari 100 ekor. Kemunculan mereka dilaporkan mengganggu aktivitas warga dan karyawan di perkantoran milik PT BDX dan PJT II yang mengelola Waduk Djuanda atau Waduk Jatiluhur Kabupaten Purwakarta.
Kapolsek menambahkan, Bhabinkamtibmas juga mengimbau warga untuk tetap waspada dan tidak bertindak sendirian saat mengusir gerombolan monyet liar. Selain itu, warga juga diingatkan agar tidak melukai monyet-monyet tersebut.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Purwakarta Juddy Herdiana mengatakan dampak dari serangan monyet liar mulai meresahkan warga. “Menurut info di lokasi monyet-monyet dimaksud sempat merobek jok motor warga di sana,” katanya.
Selama ini, petugas Damkar Purwakarta Purwakarta diakui kerap menangani penyelamatan hewan liar yang dianggap mengganggu warga. Mulai dari masuk pemukiman hingga merusak perkebunan bahkan membunuh hewan ternak milik warga.
Namun, tindakan pemerintah daerah setempat belum diikuti dengan program pelestarian lingkungan di kawasan hutan yang menjadi habitat hewan-hewan liar. Kawasan hutan tersebut salah satunya ada di wilayah Kecamatan Jatiluhur dan masih dihuni monyet-monyet liar.***
Sumber : Pikiran Rakyat
Foto : ilustrasi net










