Senin, Maret 23, 2026
spot_img

Diskominfo Karawang ‘Gak Mudeng’ Pernyataan Dedi Mulyadi, Proyek Kontroversi Videotron Rp 1,8 Miliar Disorot HMI

KARAWANG – Diskominfo Karawang sepertinya ‘gak mudeng’ dengan apa yang pernah disampaikan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Yaitu dimana terkait efisiensi anggaran, pejabat bisa memanfaatkan perkembangan media sosial seperti youtobe, TikTok, instagram, facebook dan lain sebagainya untuk sosialisasi program dan kegiatan ke masyarakat.

Tetapi apa yang dilakukan Diskominfo Karawang?, Ya, pengadaan proyek videotron Rp 1,8 miliar di sekitar Alun-alun Karawang terus menuai sorotan publik. Kali ini kritikan muncul dari aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) yang menilai proyek kontroversial tersebut hanya sekedar buang-buang anggaran.

Proyek Videotron Rp 1,8 Miliar Tak Sesuai Visi ‘Karawang Maju’

Ketua Umum HMI Cabang Karawang, Reza Ferdiansyah berpendapat, efisiensi anggaran bukan hanya sekedar berbicara mengurangi alokasi pengeluaran angaran APBD. Akan tetapi juga tentang bagaimana mengalokasikan anggaran secara efektif dan tepat sasaran untuk keseluruhan program yang bersifat kebermanfaatan untuk masyarakat.

Berita Lainnya  Perlancar Arus Mudik, Polres Purwakarta Sterilisasi Kendaraan Sumbu 3

Akan tetapi dalam realita yang terjadi saat ini, Diskominfo Karawang telah gagal mengejawantahkan maksud dan tujuan visi besar Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh, yaitu Karawang Maju. Sehingga HMI menilai proyek pengadaan videotron Rp 1,8 miliar merupakan bentuk pemborosan anggaran yang tidak memiliki nilai urgensi untuk kepentingan masyarakat.

“Artinya mengenai proyek videotroon Diskominfo Karawang, pertama telah gagal mengejawantahkan visi-misi Bupati Karawang. Kedua, ketidaksesuian terhadap fokus utama yang berdasarkan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tentang Prioritas Pembangunan Kabupaten Karawang tahun 2025,” tutur Reza Ferdiansyah, Senin (14/7/2025).

Atas kegaduhan proyek videotron yang kontroversial di tengah kampanye efisiensi anggaran ini, HMI Cabang Karawang mendesak Diskominfo untuk bertanggungjawab penuh, atas apa yang sudah dilakukannya yang tidak sesuai terhadap fokus utama dalam program mensejahterakan masyarakat melalui visi ‘Karawang Maju’.

Berita Lainnya  Polres Purwakarta Tanam Jagung Serentak Kuartal I

“Kami HMI Cabang Karawang berharap agar Pemkab Karawang melakukan Monitoring Evaluasi (Monev) terhadap penggunaan anggaran di dinas-dinas yang lain. Hal itu bertujuan demi terwujudnya pembangunan masyarakat adil makmur yang diridhoi Allah SWT,” tandas Reza.

Diskominfo Sebut Videotron Bisa Dikomersilkan dan Hasilkan PAD

Menjawab kegaduhan publik ini, Sekretaris Diskominfo Karawang, Poltak Lumbantoruan menyampaikan bahwa pemasangan videotron bertujuan untuk memperluas penyebaran informasi publik secara visual kepada masyarakat.

Yaitu dimana keberadaan videotron yang terletak di salah satu titik strategis pusat Kota Karawang ini tujuannya untuk penyebarluasan informasi program pemerintah, pengumuman publik, hingga promosi kegiatan daerah, baik yang sedang berjalan maupun yang sedang direncanakan.

Berita Lainnya  PT. PPJM Salurkan Bantuan Sembako untuk Warga Sumurkondang

Lebih lanjut Poltak menyebut, bahwa dalam jangka panjang, keberadaan videotron tersebut juga bisa berkontribusi terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) apabila dikomersilkan.

“Setelah seluruh program Pemkab tersosialisasikan, tidak menutup kemungkinan itu bisa dikomersialkan. Nanti dikelola oleh Badan Pendapatan Daerah (Bapenda),” kata Poltak, dilansir dari JabarNet.

Sebagai informasi, proyek ini diberi nama “Digital Iconic-Videotron Outdoor OL55Fixed”, dengan Surat Perintah Kerja (SPK) tertanggal 14 Maret 2025. Proyek dikerjakan oleh PT. Visi Tiga Media dengan nomor SPK #EP 01/JP4EK5MKSTW9R5MANTWNSVRC, dengan total anggaran sebesar Rp1.797.201.000, bersumber dari APBD Kabupaten Karawang tahun 2025.***

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Pelaku Pembunuhan Cucu Mpok Nori Ditangkap

JAKARTA - Kasus pembunuhan tragis menimpa Dwintha Anggary, cucu dari komedian legendaris Mpok Nori. Korban ditemukan tewas bersimbah darah di kamar kosnya di kawasan...

Gus Yaqut Jadi Tahanan Rumah, MAKI Kritik Keras KPK

JAKARTA  - Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI) mengkritik keras sikap KPK yang mengalihkan penahanan mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menjadi tahanan rumah. KPK dinilai...

Gus Yaqut Menghilang di Rutan, Ternyata Jadi Tahanan Rumah

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK ) membenarkan mantan Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas (Gus Yaqut) tak lagi menjalani penahanan di Rumah...

Dedi Mulyadi Mau Pangkas 20% Anggaran Pegawai Jabar

BANDUNG - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyebut Lebaran menjadi momentum untuk evaluasi kinerja Pemerintah Provinsi Jawa Barat, terutama dalam pengelolaan anggaran yang dinilai...

Roy Suryo Ogah Bela Rismon Sianipar, Setelah Minta RJ ke Jokowi

JAKARTA - Pakar telematika Roy Suryo mengaku tidak akan membela Rismon Sianipar yang sedang dilaporkan oleh kubu Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) terkait dugaan kasus ijazah palsu S2...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan