Kamis, April 2, 2026
spot_img

Demo Mahasiswa di Bekasi Saling Dorong dan Nyaris Bentrok dengan Petugas

BEKASI – Aksi unjuk rasa mahasiswa di Gedung Bupati Bekasi, Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi, Cikarang Pusat, Kamis (2/4/2026) diwarnai aksi saling dorong dan nyaris bentrok dengan petugas Satpol PP serta kepolisian.

Ketegangan terjadi saat massa berusaha memaksa masuk ke area depan gedung bupati, hingga akhirnya berhasil menduduki lokasi tersebut.

Dalam aksi itu, mahasiswa menyuarakan delapan tuntutan yang ditujukan kepada Pemerintah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Mereka menyoroti sejumlah persoalan, mulai dari penanganan banjir, ketenagakerjaan, pendidikan, keresahan pemuda, pelayanan masyarakat, kinerja BUMD, hingga sektor kesehatan.

Perwakilan mahasiswa, Faisal (24) mengatakan aksi yang dilakukan bukan sekadar demonstrasi spontan, melainkan telah melalui kajian dan pengumpulan data lapangan.

“Kami tidak asal turun melaksanakan aksi. Kami juga melakukan riset dan mencari data, bahwa memang ada poin-poin yang harus dibenahi. Tadi saya sampaikan ada delapan poin tuntutan,” ujar Faisal kepada wartawan di lokasi, Kamis (2/4/2026).

Faisal menjelaskan, salah satu isu utama yang diangkat adalah penanganan banjir di Kabupaten Bekasi. Menurut dia, pada tahun lalu hampir seluruh wilayah Kabupaten Bekasi terdampak banjir dan sekitar 100 rumah terendam.

Berita Lainnya  Belum Kantongi Izin, Satpol PP Purwakarta Segel Usaha Peternakan Ayam

“Tahun lalu hampir seluruh wilayah di Kabupaten Bekasi terdampak banjir. Kurang lebih ada sekitar 100 rumah yang terendam. Ini menjadi PR bersama bagi pemerintah daerah dan DPRD,” katanya.

Ia menambahkan, pihaknya bersama PMII sebelumnya telah melakukan pengawalan dan advokasi terhadap warga terdampak banjir. Namun hingga kini, menurutnya, belum ada solusi nyata dari pemerintah daerah.

Selain banjir, mahasiswa juga menyoroti sektor pendidikan. Faisal menyebut pemerintah daerah sebelumnya mengalokasikan sekitar 160 kuota bagi mahasiswa berprestasi, tetapi dinilai belum memberi perhatian yang seimbang kepada mahasiswa dari keluarga kurang mampu.

“Kami tidak mengesampingkan kuota untuk mahasiswa berprestasi. Namun, di sisi lain pemerintah juga harus memperhatikan mahasiswa yang kurang mampu,” tegasnya.

Menurutnya, keterbatasan anggaran seharusnya tidak menjadi alasan. Ia menilai Kabupaten Bekasi yang memiliki kawasan industri besar dapat memanfaatkan dana tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR) untuk membantu pembiayaan pendidikan masyarakat kurang mampu.

Tidak hanya itu, massa aksi juga menyoroti layanan kesehatan di Kabupaten Bekasi. Faisal menilai masih banyak warga yang memilih berobat ke Kota Bekasi karena kecewa terhadap kualitas pelayanan dan fasilitas kesehatan di wilayah Kabupaten Bekasi.

Berita Lainnya  Dugaan Pencemaran Kali Cigempol, LMP Desak KDM Tindak Tegas PT. Pindo Deli 4

“Sedikit banyak masyarakat Kabupaten Bekasi justru berobat ke Kota Bekasi karena kecewa dengan pelayanan, kualitas, dan fasilitas kesehatan yang ada di wilayah sebesar Kabupaten Bekasi,” ucapnya.

Sementara itu, perwakilan mahasiswa lainnya, Adil (23) menjelaskan gesekan yang terjadi di depan gerbang kompleks kantor bupati merupakan bagian dari dinamika aksi saat massa meminta akses untuk masuk lebih dekat ke gedung yang menjadi sasaran tuntutan mereka.

“Sebenarnya, gesekannya tidak terlalu berarti. Itu bagian dari dinamika aksi. Kami sudah meminta secara baik-baik kepada aparat kepolisian dan Satpol PP agar mempersilakan kami masuk, karena rasanya apa yang kami suarakan itu tidak terdengar oleh pihak yang menjadi objek tuntutan kami,” katanya.

Adil menegaskan, mahasiswa tidak hanya menuntut respons dari unsur pimpinan DPRD Kabupaten Bekasi, tetapi juga meminta Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bekasi dan Plt Bupati Bekasi hadir langsung menemui massa aksi.

Berita Lainnya  2 Bupati Sudah Jadi Tersangka, KPK Ingatkan Kepala Daerah Tidak Minta Jatah THR

“Kami juga menuntut kehadiran Sekretaris Daerah Kabupaten Bekasi dan juga Plt Bupati Bekasi. Selama dua orang itu belum hadir, kami akan tetap di sini untuk menunggu,” ujarnya.

Menurut Adil, massa akan bertahan hingga malam apabila dua pejabat tersebut tidak juga datang menemui mereka. Bahkan, ia mengancam aksi lanjutan dengan skala lebih besar jika tuntutan mahasiswa diabaikan.

Kalau mereka belum datang juga, kami tunggu sampai malam. Kami tunggu sampai mereka datang,” katanya.

Ia menegaskan, apabila aksi tersebut tidak direspons dengan baik maka akan ada demonstrasi lanjutan.

“Apabila hal ini tidak diindahkan, kami pastikan pimpinan Pemerintah Kabupaten Bekasi tidak akan pernah nyenyak setiap malam,” sambungnya.

Hingga aksi berlangsung, belum ada keterangan resmi dari pihak Pemerintah Kabupaten Bekasi terkait delapan tuntutan mahasiswa maupun permintaan massa agar plt bupati dan sekda turun langsung menemui demonstran.***

Sumber : beritasatu.com

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Bupati Aep Pasang Badan Lindungi Guru yang Laporkan Kecurangan MBG

KARAWANG - Bupati Karawang, H.  Aep Syaepuloh mengaku siap pasang badan bagi setiap guru yang melaporkan dugaan kecurangan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurutnya, besarnya...

Kebakaran SPBE di Cimuning – Bekasi, Korban Luka Bakar hingga 17 Orang

KOTA BEKASI - Korban akibat kebakaran SPBE di kawasan Cimuning, Bekasi, Jawa Barat bertambah. Kapolres Metro Kota Bekasi Kombes Kusumo Wahyu Bintoro menerangkan, data...

Jangan Hanya Fokus Dana Desa, Jaksa Agung Minta Jaksa di Daerah Tindak Kasus Korupsi Besar

JAKARTA - Jaksa Agung Republik Indonesia ST Burhanuddin meminta jajaran Kejaksaan di daerah berani menangani kasus korupsi berskala besar. Dia meminta pemberantasan korupsi di...

Polda Metro Jaya Tangkap Pengedar Uang Palsu di Bogor

BOGOR - Subdit II Ekbank Ditreskrimsus Polda Metro Jaya mengungkap kasus pembuatan dan peredaran uang palsu pecahan Rp100 ribu di wilayah Bogor, Jawa Barat....

Suap Ijon Proyek Ade Kunang, KPK Geledah Rumah Ono Surono

BANDUNG - KPK menggeledah rumah politikus PDIP Ono Surono (ONS) di Bandung. Penggeledahan dilakukan berkaitan dengan penyidikan kasus suap ijon proyek yang menjerat Bupati...

Hukum

Suap Ijon Proyek Ade Kunang, KPK Didesak Tetapkan Tersangka Lain

BEKASI - Fakta-fakta menarik yang terkuak dalam persidangan lanjutan perkara dugaan korupsi skema "ijon proyek" menjadi bukti tak terbantahkan mengenai adanya praktik rasuah berjamaah...

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan