Sabtu, Maret 21, 2026
spot_img

Dedi Mulyadi Mau Pangkas 20% Anggaran Pegawai Jabar

BANDUNG – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyebut Lebaran menjadi momentum untuk evaluasi kinerja Pemerintah Provinsi Jawa Barat, terutama dalam pengelolaan anggaran yang dinilai masih belum sepenuhnya berpihak pada masyarakat.

KDM mengatakan, evaluasi tersebut akan berlanjut dalam pembahasan RAPBD 2027, dengan fokus pada pengurangan porsi anggaran bagi penyelenggara negara atau yang ia analogikan sebagai “amilin” dalam konsep zakat.

“Dalam tafsir zakat, pemerintah ini kan amilin. Nah, jatah amilinnya jangan kegedean,” ujar Dedi, sesuai salat idulfitri di halaman Gedung Sate, Kota Bandung, Sabtu (21/3/2026).

Berita Lainnya  Kejagung Geledah Kantor dan Rumah Komisioner Ombudsman

Dedi menyebut, saat ini porsi anggaran untuk penyelenggaraan pemerintahan telah dibatasi maksimal 30 persen.

Angka tersebut, menurutnya, sudah lebih baik dibandingkan kondisi sebelumnya yang sempat mencapai 40 hingga 60 persen, bahkan ada yang sampai 70 persen.

“Sekarang 30 persen itu sudah bagus dibanding dulu. Pernah 40, 60, bahkan 70 persen untuk penyelenggara negara,” katanya.

Namun demikian, Dedi menilai angka tersebut masih bisa ditekan lebih rendah agar alokasi anggaran untuk kepentingan masyarakat bisa lebih besar.

Berita Lainnya  Bupati Karawang Dukung Transparansi Dana Desa Lewat 'Program Jaga Desa'

Dedi menargetkan, ke depan porsi tersebut dapat dikurangi menjadi 25 persen, bahkan hingga 20 persen.

“Saya berharap Jawa Barat tidak sampai 30 persen. Bisa 25 atau bahkan 20 persen,” ucapnya.

Meski demikian, ia mengakui besarnya jumlah pegawai dan tenaga pendidik di Jawa Barat menjadi tantangan tersendiri dalam menekan belanja aparatur.

“Karena jumlah pegawai sangat banyak, kemudian jumlah guru juga sangat banyak,” katanya.(*)

Sumber : TribunNews

Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Roy Suryo Ogah Bela Rismon Sianipar, Setelah Minta RJ ke Jokowi

JAKARTA - Pakar telematika Roy Suryo mengaku tidak akan membela Rismon Sianipar yang sedang dilaporkan oleh kubu Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) terkait dugaan kasus ijazah palsu S2...

Yusril Minta Polisi Ungkap Siapa Aktor Intelektualnya

JAKARTA - Komandan Puspom TNI Mayjen TNI Yusri Nuryanto mengungkap tersangka pelaku teror penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus adalah empat prajurit TNI. Empat orang ini disebut...

Kapolres Cilacap Bantah Terima THR Lebaran dari Bupati

CILACAP - Kapolresta Cilacap, Kombes Budi Adhy Buono, menanggapi pernyataan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menyebut dirinya sebagai salah satu pihak yang diduga menjadi...

Polda Metro Jaya Ungkap Perkembangan Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis Kontras

JAKARTA - Polda Metro Jaya mengungkap perkembangan terkini kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Kontras Andrie Yunus. Pelaku diduga berjumlah empat orang dengan...

Bareskrim Ungkap Peredaran Uang Palsu di Purwakarta

PURWAKARTA - Tim Satuan Reserse Mobil Badan Reserse Kriminal Polri mengungkap kasus dugaan peredaran uang palsu di wilayah Jawa Barat. Dalam pengungkapan kasus ini,...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan