Rabu, Maret 25, 2026
spot_img

Dapat Teror Selama 3 Bulan, Staf HRD Tewas Bersimbah Darah

PURWAKARTA – Dea Permata Karisma (27) adalah seorang wanita muda yang tinggal di Desa Jatimekar, Kecamatan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat ditemukan tewas dengan bekas tusukan.

Ia menetap di Komplek PJT II Blok D bersama pembantunya. Dea dikenal sebagai pribadi ramah dan mudah bergaul.

Dalam kesehariannya, ia bekerja sebagai staf Human Resources Development (HRD) di sebuah perusahaan swasta di Purwakarta. Suaminya bekerja di Perum Jasa Tirta (PJT) II dan biasanya baru pulang pada malam hari.

Menurut tetangganya, Salbiah, Dea tidak pernah terlihat memiliki masalah dengan orang lain. “Dia baik, suka bergaul sama semua orang. Saya enggak dengar dia punya masalah dengan siapa pun,” ujarnya.

Berita Lainnya  Viral Duit Rp 67,5 Juta di Bagasi Motor Dimaling

Teror WA Muncul Sebelum Pembunuhan?

Sebelum kejadian tragis itu, Dea sempat mendapatkan teror lewat pesan WhatsApp (WA) yang berisi ancaman pembunuhan. Teror ini berlangsung berturut-turut selama tiga bulan, membuat Dea gelisah dan khawatir.

Ayah korban, Sukarno (65), mengungkap bahwa pelaku bahkan pernah masuk ke rumah Dea, namun dipergoki oleh pembantu rumah tangga dan langsung melarikan diri.

Sang ibu, Yuli Ismawati (55), juga membenarkan adanya ancaman tersebut. Ia bahkan menyarankan putrinya memasang CCTV di rumah dan melaporkan kejadian itu ke pihak berwenang.

“Sudah lapor Babinsa, sampai ke Polsek Jatiluhur, tapi engga ada yang datang,” ungkap Yuli sambil menangis.

Berita Lainnya  Tipu-tipu Investasi Bodong hingga Miliaran, Pengusaha Konveksi Dilaporkan ke Polda Jabar

Kronologi Penemuan Jasad Dea

Pada Selasa (12/8/2025) siang, Dea sempat meminta pembantunya untuk berbelanja. Sekitar pukul 10.00 WIB, ia terlihat keluar rumah dalam kondisi normal.

Tetangganya, Salbiah, sempat menyapa Dea yang sedang makan siang dan mendengar ia berkata ingin segera beres karena hujan akan turun.

Beberapa jam kemudian, pembantu Dea berlari ketakutan sambil berteriak, “Ibu-ibu, Bu Dea dibunuh.” Warga yang datang ke lokasi melihat jejak darah di dekat pintu dapur.

Saat dicek, Dea ditemukan tewas bersimbah darah dengan sejumlah luka tusuk.

Kapolres Purwakarta, AKBP I Putu Dewa Gede Anom Jaya, membenarkan penemuan jasad tersebut. “Hari ini, Selasa (12/8/2025), kami tim identifikasi dari Polres Purwakarta melakukan olah TKP di rumah yang ditemukan perempuan dalam kondisi meninggal dunia,” ujarnya.

Berita Lainnya  Gus Yaqut : Kebenaran akan Menemukan Jalannya

Pihak kepolisian masih mendalami kasus ini dengan memeriksa saksi-saksi dan mengumpulkan bukti di lokasi. Jenazah Dea telah dibawa untuk diotopsi guna memastikan penyebab kematian.

Keluarga Dea berharap pihak kepolisian dapat segera mengungkap identitas pelaku dan memberikan keadilan atas kematian tragis ini. “Kami ingin pelaku ditangkap dan dihukum seberat-beratnya,” kata Sukarno.***

Sumber : Kompas

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Tangan Tak Diborgol, Gus Yaqut Kembali Jadi Tahanan Rutan

JAKARTA - Tangan eks Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas tak diborgol saat kembali ditahan usai sempat dialihkan menjadi tahanan rumah. KPK mengatakan petugas...

Disuruh PL Buat Ngecek Warem, Pria ini Malah Temukan Pemilik Tempat Karaoke Tewas Membusuk

SUBANG - Warga Pantura di wilayah Patokbeusi, Kabupaten Subang, digegerkan dengan penemuan jenazah pemilik warung remang-remang (Warem). Korban bernama Ani Anggraeni (47), warga Tasikmalaya,...

Kecelakaan Maut di Majalengka, 6 Pemudik Asal Rengasdengklok Tewas

MAJALENGKA - Kecelakaan maut menimpa mobil travel jenis Elf yang membawa rombongan pemudik di turunan Desa Maniis, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, Senin (23/3/2026) malam....

Pelaku Pembunuhan Cucu Mpok Nori Ditangkap Saat akan Melarikan Diri

JAKARTA - Polisi menangkap WNA Irak berinisial F yang merupakan pelaku pembunuhan cucu seniman senior Mpok Nori, DA (37) di Bambu Apus, Cipayung, Jakarta Timur....

Pemerintah Wacanakan Siswa Belajar di Rumah

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno mengatakan kebijakan efisiensi energi perlu mempertimbangkan pengalaman saat masa pandemi COVID-19. "Langkah efisiensi...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan