Jumat, Oktober 9, 2026
Google search engine

Satu Persatu Mal di Kota Bekasi Gulung Tikar

KOTA BEKASI – Dulu jadi tempat favorit warga untuk berbelanja dan bersantai, kini banyak mal di Bekasi yang nasibnya kian suram. Dari Borobudur Plaza di Bekasi Timur hingga Grand Mall Bekasi di kawasan Harapan Mulya, satu per satu pusat perbelanjaan itu tutup.

Fenomena ini tak luput dari perhatian Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto. Ia menilai, sepinya mal bukan semata karena lesunya ekonomi atau daya beli masyarakat yang turun.

“Kalau kita lihat kan sebetulnya bukan karena sekadar ekonomi dan daya beli, tapi kan kemudian juga (pengelola) mal-nya yang harus berbenah diri,” ujar Tri di Kantor Pemkot Bekasi, Senin (13/10/2025).

Menurut Tri, di era dengan banyak pilihan hiburan dan belanja digital, inovasi menjadi kunci bertahan hidup.

“Karena bagaimana pun juga mal-nya yang harus berbenah diri, karena bagaimana pun juga banyak pilihan-pilihan. Terkait dengan tingkat kenyamanan kemudian style. Jadi artinya harus ada inovasi yang kemudian dimunculkan dari pengelola agar tetap berjalan dengan baik,” kata dia.

Berita Lainnya  Tridjaya Group dan GOKAR Bersiap Kolaborasi Transportasi dan UMKM di Cikampek - Karawang

Borobudur Plaza: Mal lawas yang “mati” perlahan

Borobudur Plaza di Jalan Ir. H. Juanda, Bekasi Timur, pernah jadi primadona 1990-an. Namun kini, bangunannya terbengkalai dan jarang dibuka.

Seorang warga, Safrizal (50), menyebut mal itu kini hanya beroperasi menjelang Lebaran. “Kalau buka setiap hari sih udah enggak ya, tutup. Dia paling kalau jelang Idul Fitri, Lebaran, nah itu buka,” kata Safrizal, Sabtu (11/10/2025).

Safrizal menduga, ketatnya persaingan dan maraknya toko daring membuat Borobudur Plaza kehilangan napas.

“Mungkin karena persaingan usaha sudah ketat. Online kan lebih murah,” ujarnya.

Kondisi fisik bangunan kini memperlihatkan kemerosotan yang dalam.

Cat oranye dan merahnya memudar, dinding retak, serta pintu masuk yang dikunci rapat. Di area parkir, rerumputan liar tumbuh dan sampah berserakan.

Beberapa orang bahkan memanfaatkan halaman mal untuk beristirahat atau tidur.

Kompas.com sudah berupaya menghubungi pihak pengelola Borobudur Plaza mengenai tutupnya mal. Namun, hingga kini belum ada penjelasan soal itu.

Berita Lainnya  Gandeng LMDH, Investor Tiongkok Jajaki Kerja Sama Pengembangan Kayu Balsa di Indonesia

Grand Mall Bekasi: Ikon yang padam

Tak jauh berbeda, Grand Mall Bekasi yang sempat jadi ikon belanja warga timur Jakarta kini senyap tanpa kehidupan.

Berdiri dengan konsep family mall, tempat ini pernah jadi magnet warga untuk berbelanja, makan, dan menonton film.

Kini, semua pintu terkunci, lorong gelap tanpa penerangan, dan papan bertuliskan “dijual” atau “disewakan” terpasang di mana-mana.

Sebuah restoran cepat saji di samping pintu utama bahkan sudah menurunkan spanduk perpisahan.

“Terima kasih sudah mensupport kami selama ini. Bila ingin mengunjungi outlet kami, silakan ke KFC Summarecon Mall Bekasi atau KFC Harapan Indah,” demikian tulisan tersebut.

Menurut Icha (20), penjaga salah satu ruko di sekitar mal, Grand Mall sudah lama kehilangan pengunjung.

“Enggak ada pengunjung yang ke sini, toko-toko juga enggak ada yang buka,” katanya.

Warga lain, Vina (18), menambahkan bahwa suasana ramai hanya datang dari ruko luar mal yang masih beroperasi.

Berita Lainnya  Gandeng LMDH, Investor Tiongkok Jajaki Kerja Sama Pengembangan Kayu Balsa di Indonesia

Pihak pengelola pun membenarkan kabar penutupan itu.

Sufala Handri, Senior Head Department Marketing Communication Grand Mall Bekasi, menyebut operasional mal resmi dihentikan sementara sejak 1 Januari 2025.

“Memang untuk operasional Grand Mall Bekasi, area mal atau ritelnya ditutup sementara sesuai keputusan manajemen sejak 1 Januari 2025,” ujarnya.

Keputusan itu diambil karena tekanan ekonomi yang membuat banyak tenant angkat kaki.

“Karena memang di dalam mal itu banyak kepemilikan. Para tenant juga memilih tutup sementara saat ini. Mungkin balik lagi karena faktor ekonomi dan pertimbangan cost,” kata Sufala.

Fenomena tutupnya mal di Bekasi mencerminkan perubahan besar dalam perilaku masyarakat.

Belanja online, maraknya kafe independen, serta hadirnya pusat hiburan baru di luar mal membuat daya tarik gedung-gedung lama itu memudar.***

Sumber: https://megapolitan.kompas.com/read/2025/10/13/14235281/satu-per-satu-mal-di-bekasi-gulung-tikar?page=2.

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Rumah di Kompleks TNI Cijantung Digerebek Polisi, 11 Operator Judi Online Diamankan

Aparat menggerebek kepolisian menggerebek sebuah rumah di Kompleks Perumahan Angkatan Darat (KPAD) Cijantung, Jakarta Timur, yang diduga dijadikan markas operator judi online pada Minggu,...

Dikonfirmasi Persoalan Sewa Alat Berat, Kadis DLH Bekasi Lecehkan Wartawan : “Kau Jelek, Bau Sekali Badanmu”

BEKASI - Polemik dugaan perlakuan tidak pantas Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bekasi, Syafri Donny Sirait, terhadap seorang wartawan terus menuai perhatian kalangan...

Wapres Gibran : “Kalau Saya Gak Lulus SMA, Gak Mungkin Saya Bisa Kuliah”

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menyatakan bahwa tidak mungkin dirinya bisa melanjutkan kuliah hingga tingkat sarjana (S1) jika tidak lulus sekolah menengah atas (SMA). Pernyataan...

MK Tolak Gugatan Keabsahan Syarat Pendidikan Wapres Gibran

Mahkamah Konstitusi (MK) menyatakan permohonan gugatan terkait keabsahan syarat pendidikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka tidak dapat diterima. Sidang putusan tersebut dipimpin oleh Ketua MK...

Memilukan! Pembunuhan Sekeluarga di Lampung, Anak Korban Ijab Kabul Pernikahan di Samping Jenazah Kedua Orang Tua dan Adiknya

Seorang anak korban pembunuhan satu keluarga di Kampung Purwa Jaya, Kecamatan Banjar Margo, Kabupaten Tulang Bawang, Lampung, melangsungkan prosesi ijab kabul pernikahan di hadapan...

Hukum

MK Tolak Gugatan Keabsahan Syarat Pendidikan Wapres Gibran

Mahkamah Konstitusi (MK) menyatakan permohonan gugatan terkait keabsahan syarat pendidikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka tidak dapat diterima. Sidang putusan tersebut dipimpin oleh Ketua MK...

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan