Kamis, Juni 25, 2026
spot_img

Simbol Toleransi, Pemkab Bekasi Segera Bangun 6 Rumah Ibadah Lintas Agama

BEKASI –  Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi terus berkomitmen untuk terus mengawal pembangunan enam rumah ibadah lintas agama di wilayahnya.

Ke depan, program pembangunan rumah ibadah ini berpotensi dikembangkan lebih luas dengan menyelipkan dukungan dalam kegiatan kebudayaan.

“Insya Allah kalau kita lihat semangat ini terus terjaga, ke depan bisa kita dorong lebih besar lagi. Biar masyarakat melihat bahwa Kabupaten Bekasi adalah daerah yang damai, tenteram, aman dan nyaman. Sejalan dengan tagline Pak Bupati, yaitu Bangkit, Maju, dan Sejahtera,” ungkap Wabup Bekasi Asep Surya Atmaja beberapa waktu lalu.

Lanjut Asep mengatakan, pembangunan enam rumah ibadah lintas agama ini menjadi simbol keberagaman sekaligus semangat toleransi di Kabupaten Bekasi. Menariknya, program ini disebut sebagai yang pertama di Jawa Barat.

Berita Lainnya  Demo Mahasiswa Tuntut Turunkan Harga Kebutuhan Pokok dan BBM hingga Stop MBG dan KDMP

“Kalau memang ini baik, tentu akan kita kawal sampai selesai. Apalagi ini menjadi satu-satunya di Jawa Barat,” lanjutnya.

Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat kerukunan umat beragama, sekaligus menjadi contoh harmonisasi kehidupan sosial yang bisa ditiru daerah lain di Indonesia.

Sekretaris Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Bekasi, KH. Habibi Somad menyampaikan, rasa syukur dan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Bekasi yang telah memberikan dukungan penuh terhadap pembangunan rumah ibadah lintas agama.

Menurutnya, pada tahun mendatang pemerintah daerah akan merealisasikan pembangunan enam rumah ibadah yang akan dibangun dalam satu hamparan kawasan.

Berita Lainnya  Raker VII NHRI, Arif Dianto Kembali Terpilih sebagai Ketua Umum

“Dan kami juga, alhamdulillah kami sampaikan kepada pemerintah daerah bahwa tahun depan akan membangun enam rumah ibadah di satu hamparan. Dengan luas lahan sekitar 10.000 hingga 12.525 meter persegi yang merupakan fasos dari Jababeka ke Pemda Kabupaten Bekasi,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa langkah tersebut bukan hanya sekadar pembangunan fisik rumah ibadah, melainkan juga simbol nyata bahwa Kabupaten Bekasi ingin menghadirkan suasana damai, tenteram dan nyaman bagi masyarakatnya.

Ia berharap program ini dapat menjadi teladan bagi daerah lain, bahwa kerukunan umat beragama bisa diwujudkan melalui komitmen dan kerja sama yang baik antara masyarakat dan pemerintah.

Berita Lainnya  Perusahaan Ritel di Karawang Nunggak Pajak Hingga Rp 10 Miliar, Askun : "Cabut saja Izinnya"

“Ya, kerukunan antar umat beragama bukanlah sesuatu yang terjadi begitu saja, melainkan hasil dari adanya komitmen bersama, sikap saling menghormati, serta kerja sama yang erat antara masyarakat dengan pemerintah,” tambahnya.

Dengan adanya sinergi yang baik, ia meyakini bahwa keragaman agama dan keyakinan dapat menjadi sumber kekuatan, bukan perpecahan. Sehingga keberagaman dapat dijaga sebagai modal sosial untuk mewujudkan persatuan, kedamaian dan kemajuan bersama,” tutupnya.***

Sumber : Diskominfo Kab. Bekasi

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Korupsi Tunjangan Perumahan dan Transportasi DPRD, Kejati Jabar Periksa Wakil Bupati Indramayu

INDRAMAYU - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat memeriksa Wakil Bupati Indramayu Syaefudin sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi tunjangan perumahan dan transportasi...

Demo Emak-emak di Karawang: “Jangan Hentikan MBG, Anak-anak Kami Butuh Makan Bergizi”

KARAWANG - Massa aksi yang didominasi kalangan emak-emak melakukan aksi demonstrasi di depan gerbang kantor Pemkab Karawang, Rabu (24/6/2026). Massa aksi menyampaikan tuntutan menolak penghentian...

Aturan Teknis Belum Jelas, Sekolah Swasta di Purwakarta Bingung Jalankan Program SSK Dedi Mulyadi

PURWAKARTA - Sejumlah sekolah swasta di Kabupaten Purwakarta mengaku masih kebingungan menjalankan Program Sekolah Swasta Kerja Sama (SSK) yang digagas Gubernur Jawa Barat Dedi...

Digembleng Ala Militer, 2 Peserta SPPI Kopdes dan Kampung Nelayan Meninggal

JAKARTA - Dua orang peserta Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) calon pengelola Koperasi Desa Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) meninggal...

Terima Uang Rp20 Juta Terkait Demo, UBK Nonaktifkan Ketua BEM Abdi Maludin

JAKARTA - Universitas Bung Karno (UBK) menonaktifkan Ketua BEM Fakultas Hukum (FH) UBK Muhammad Abdi Maludin berkaitan dengan pengakuan menerima uang Rp20 juta terkait...

Hukum

CAPTURE

Berita Pilihan

spot_img

Peristiwa

spot_img
spot_img

Kriminal

spot_img
spot_img

Politik

spot_img
spot_img
- Advertisement -spot_img
spot_img

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan