Kamis, Oktober 1, 2026
Google search engine

ASN Karawang Malas Ngantor, Lakukan Absensi Fiktif Supaya Gaji dan TPP Gak Dipotong

KARAWANG – Sejumlah Aparatur Negeri Sipil (ASN) di lingkungan Pemkab Karawang kedapatan malas masuk kantor. Supaya gaji dan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) tak dipotong, beberapa dari mereka kedapatan melakukan absensi fiktif.

Hal ini diungkapkan Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh, saat apel pagi pegawai yang dilaksanakan di Plaza Pemkab Karawang, Senin (4/8//2025).

“Kabar ini saya terima langsung dari salah satu pegawai yang bertugas di kantor kecamatan. Dia menyebutkan, ada pegawai jarang masuk kerja tetapi tetap mengirimkan absen layaknya masuk kerja,” kata Bupati Aep dengan nada kesel, dilansir dari PikiranRakyat.

Atas temuan itu, Bupati Aep mengaku akan memberikan sanksi tegas terhadap para ASN yang terbukti mengisi absensi fiktif tersebut. Bahkan dirinya tak akan segan memotong TPP yang bersangkutan sesuai aturan yang berlaku.

Berita Lainnya  Nusron Wahid Dikejar dan Dicecar Pertanyaan oleh Wartawan : "Ini Saya Mau Pulang"

“Teknis penjatuhan sanksi bagi ASN nakal itu akan diatur oleh pihak BKPSDM (Badan Kepegawaian dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia). Yang pasti, kami tidak akan menolerir para ASN yang malas bekerja,” katanya.

Dia juga menyebutkan, saat ini Pemkab Karawang memiliki aplikasi absensi online yang bernama SIAP atau Sistem Informasi Absensi Pegawai. Aplikasi itu bertujuan untuk memantau kehadiran dan aktivitas ASN di lingkungan Pemkab setempat.

“SIAP dapat diakses melalui website dan dapat diunduh di perangkat selular. Para pengguna bisa memakai aplikasi itu untuk melakukan absensi dengan foto selfie dan verifikasi  lokasi GPS,” tutur Aep.

Namun katanya, keandalan sistem absensi tersebut masih saja dimanfaatkan oleh para oknum ASN malas untuk melakukan absensi fiktif. “Sistemnya sudah bagus. Tetapi sebagus apa pun itu, jika mental ASN malas, tetap saja diakalinya,” kata Aep.

Berita Lainnya  Wagub Kepulauan Bangka Belitung Kembali Bertugas Setelah Keluar dari Penjara, Wamendagri :"Saya Dalami Dulu ya!"

Bupati Aep menjelaskan, para ASN malas itu diketahui hanya datang seminggu sekali atau bahkan hanya absen sebentar tanpa benar-benar bekerja. Mereka malakukan absensi bukan di lingkungan kantor, tetapi dari rumah orang yang masih terdekteksi GPS.

“Saya sudah menginstruksikan kepada semua pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) untuk aktif melakukan pembinaan terhadap bawahannya masing-masing. Para pimpinan wajib  menekankan kedisiplinan dan kinerja yang seimbang antara hak dan kewajiban,” katanya.

Terancam Dipecat

Terpisah, Sekretaris BKPSDM Karawang Garry Sigit Samrodi mengakui ada sejumlah ASN yang terbukti sering mangkir kerja. Mereka berasal dari berbagai tingkat dan golongan pegawai, bahkan ada juga pejabat eselon IV hingga eselon II.

Berita Lainnya  KDM Nyatakan Tidak Ada Pelecehan di Kasus Wabup Sumedang dengan Sekprinya, Netizen Tak Percaya : "Ekspresi Tidak Bisa Berbohong"

“Kepadanya telah dijatuhi sanksi adminstratif berupa pemotongan TPP. Bahkan saat ini, kami tengah memproses tujuh ASN yang tidak hadir selama sebulan berturut-turut. Mereka terancam hukuman pemecatan,” ujar Garry.

Dia juga menjelaskan, berdasarkan data tahun lalu, ada uang TPP sebesar Rp 400 juta lebih yang tidak diserahkan kepada ASN, karena yang bersangkutan mangkir kerja.

“Kami sebenarnya prihatin akan hal ini. Dana itu bukan hasil efisiensi tetapi gegara ada sejumlah ASN yang malas bekerja atau malas mengikuti kegiatan pemerintahan,” katanya.***

Sumber : PikiranRakyat

Catatan Redaksi: Artikel ini ditayangkan secara otomatis. Validitas dan isi sepenuhnya tanggung jawab redaksi opiniplus.com dan dapat mengalami pembaruan..
Bagikan Artikel>>

Berita Lainnya

#Tag Populer

Top News

Setelah Ikut Meresmikan, Kini KDM Hentikan Sementara Pembangunan Proyek AI Data Center

Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM) menghentikan sementara pembangunan proyek pusat data AI (AI Data Center) milik BDx Data Centres di Jatiluhur, Purwakarta,...

Menuai Perdebatan, Komisi XIII DPR RI Usulkan Fasilitas Bilik Asmara dan Alat Bantu Seks bagi Narapidana

Ketua Komisi XIII DPR RI, Willy Aditya, mengusulkan penyediaan fasilitas bilik asmara bagi narapidana yang sudah menikah serta opsi alat bantu seksual bagi warga...

10 Bangunan Klaster Mewah di Lapas Cibinong Akhirnya Dibongkar

Sebanyak 10 bangunan yang disebut sebagai klaster mewah di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cibinong, Kabupaten Bogor, dibongkar pada Rabu (30/9/2026). Pembongkaran dilakukan setelah bangunan...

Kecewa Di-PHK Sepihak, Ibu-ibu Geruduk SPPG dan Ungkap Dugaan Ayam Busuk untuk Diolah Menu MBG

Beberapa ibu-ibu dan warga menggeruduk dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terjadi di Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura), Sumatera Utara, pada Minggu (27/9/2026). Aksi ini dipicu...

Tak Tercatat di SIMAK BMN, KPK Telusuri Sumber Dana 13 Rumah Dinas di Lapas Cibinong

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyoroti keberadaan bangunan di sekitar area Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Cibinong, Jawa Barat, yang tidak tercatat di dalam Sistem Informasi Manajemen...

Hukum

10 Bangunan Klaster Mewah di Lapas Cibinong Akhirnya Dibongkar

Sebanyak 10 bangunan yang disebut sebagai klaster mewah di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cibinong, Kabupaten Bogor, dibongkar pada Rabu (30/9/2026). Pembongkaran dilakukan setelah bangunan...

CAPTURE

Berita Pilihan

Peristiwa

Kriminal

Politik

INDEKS

Pemerintahan

Pendidikan